- Amartha Financial menggelar ajang lari Amartha 10X Run pada 6 September 2026 di Gelora Bung Karno Jakarta.
- Acara tersebut mengintegrasikan sport tourism dengan ekosistem ekonomi kerakyatan serta melibatkan empat juta UMKM perempuan Indonesia.
- Amartha menyediakan total hadiah senilai dua ratus juta rupiah guna memicu semangat kompetitif para peserta lomba.
Suara.com - Di era transformasi digital yang serba cepat, tantangan terbesar bagi perusahaan teknologi finansial (fintech) bukan sekadar membangun sistem yang stabil, melainkan bagaimana menciptakan ekosistem yang mampu tumbuh secara eksponensial bersama penggunanya.
Banyak inovasi digital terjebak dalam sekat layar smartphone, kehilangan sentuhan manusiawi dan urgensi pertumbuhan yang nyata di lapangan.
Menjawab tantangan tersebut, Amartha Financial kembali mengintegrasikan filosofi scaling-up mereka ke dalam bentuk aksi nyata.
Melalui ajang Amartha 10X Run yang akan digelar pada 6 September 2026 di Plaza Parkir Timur Gelora Bung Karno, Amartha berupaya mendefinisikan ulang hubungan antara ketahanan fisik, inovasi teknologi, dan dampak sosial bagi jutaan pelaku UMKM perempuan di Indonesia.
Inovasi di Balik Filosofi "10X" dan #WeGoBeyond
Bagi industri teknologi, istilah "10X" identik dengan pertumbuhan eksponensial, yakni sebuah mindset untuk tidak sekadar tumbuh 10 persen, melainkan melompat 10 kali lipat lebih jauh. Amartha membawa konsep ini ke lintasan lari melalui kategori 10K dan Half Marathon.
![Jumpa pers Amartha 10X Run di Jakarta, Jumat (7/8/2026). [Suara.com/Dythia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/08/49710-amartha-10x-run.jpg)
SVP Growth & Marketing Amartha Financial, Sheldon Chuan, menegaskan bahwa acara ini merupakan manifestasi dari perjalanan teknologi mereka selama 16 tahun.
"Di Amartha, kami percaya setiap pencapaian adalah awal untuk mencapai level berikutnya. Filosofi #WeGoBeyond inilah yang selama lebih dari 16 tahun menggerakkan kami melayani lebih dari 4 juta UMKM perempuan di 50.000 desa," ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Melalui Amartha 10X Run, dia menambahkan, perusahaan ingin menularkan spirit yang sama, yaitu berani memulai, menikmati proses, dan terus melangkah melampaui limitasi sebelumnya.
"Race Village" sebagai Hub Ekosistem UMKM Digital
Salah satu aspek inovasi yang paling menonjol dalam gelaran tahun 2026 ini adalah penggabungan sport tourism dengan ekosistem ekonomi kerakyatan.
Amartha tidak sekadar memberikan medali, tetapi menghadirkan Race Village bertema pasar tradisional. Di sini, teknologi finansial bertemu dengan produk nyata, pelari bisa merasakan langsung hasil dari pemberdayaan UMKM, mulai dari hasil bumi hingga komoditas lokal lainnya.
Langkah ini dipandang sebagai strategi branding inovatif yang memanusiakan data.
Kehadiran ibu-ibu mitra Amartha di sepanjang rute bukan sekadar pemandu sorak, melainkan representasi dari "bahan bakar" pertumbuhan ekonomi yang selama ini didukung oleh infrastruktur digital Amartha.
Standardisasi Keamanan Berbasis Mitigasi Presisi
Amartha menerapkan standar keamanan tinggi yang setara dengan manajemen risiko di industri keuangan. Berkolaborasi dengan Indonesia Muda Road Runner (IMRR), mereka menerapkan sistem pengamanan berlapis untuk memastikan kenyamanan ribuan partisipan di rute strategis seperti Sudirman, Bundaran HI, hingga kawasan Blok M.
![Jumpa pers Amartha 10X Run di Jakarta, Jumat (7/8/2026). [Suara.com/Dythia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/08/71054-amartha-10x-run.jpg)
Race Director IMRR, Satrio Guardian, menjelaskan pentingnya integrasi keamanan dalam sebuah race skala besar.
“Race yang baik bukan hanya diukur dari kemeriahan di garis start dan finish, tetapi juga dari rasa aman yang dirasakan peserta sepanjang perjalanan. Kami menyiapkan 8 unit ambulans dengan automated external defibrillator (AED) serta petugas medis setiap 2 kilometer untuk memastikan setiap risiko termitigasi dengan baik,” jelas Satrio.
Mendorong Batas Diri di Lintasan Ibu Kota
Sebagai ajang yang paling dinantikan di kalender lari 2026, Amartha 10X Run juga menjadi wadah bagi komunitas sport-tech untuk menguji konsistensi.
Stena Wakkary, seorang sports enthusiast, menyoroti bahwa lari adalah metafora dari pengembangan diri yang berkelanjutan.
“Apa pun targetnya, yang terpenting adalah berani memulai dan menikmati setiap progres. Persiapan perlu dilakukan secara komprehensif, mulai dari nutrisi hingga pemahaman kondisi tubuh, agar kita bisa benar-benar go beyond tanpa mengabaikan aspek keselamatan,” tutur Stena.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap daya juang para pelari, Amartha menyiapkan total hadiah senilai Rp200 juta. Langkah ini diharapkan dapat memicu semangat kompetitif yang sehat sekaligus menarik minat talenta-talenta baru di dunia atletik Indonesia untuk berpartisipasi dalam ekosistem yang suportif.