- Bank Indonesia mencatat harga pangan nasional di pasar tradisional fluktuatif pada Jumat, 6 Agustus 2026.
- Cabai rawit merah mencapai kenaikan harga tertinggi menjadi Rp58.750 per kilogram berdasarkan data resmi.
- Beras kualitas bawah dan super mengalami kenaikan harga, sementara beberapa komoditas bawang mengalami penurunan.
Suara.com - Harga sejumlah komoditas pangan nasional di pasar tradisional masih bergerak fluktuatif.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia yang dilihat melalui situs web bi.go.id/hargapangan pukul 07.58 WIB, Jumat (6/8/2026), cabai rawit merah kembali menjadi komoditas dengan kenaikan harga paling tinggi, sementara harga beras mulai menunjukkan tren kenaikan.
Cabai rawit merah kini dijual rata-rata Rp58.750 per kilogram (kg), naik 3,58 persen atau Rp2.250 dibandingkan hari sebelumnya. Kenaikan ini menjadikan cabai rawit merah sebagai komoditas dengan lonjakan harga terbesar pada periode tersebut.
Di saat yang sama, harga beras juga mulai merangkak naik. Beras kualitas bawah I naik 0,34 persen menjadi Rp14.800 per kg, sedangkan beras kualitas super I meningkat 0,28 persen menjadi Rp17.700 per kg.
Sementara itu, harga beras kualitas bawah II bertahan di Rp14.600 per kg. Beras kualitas medium I tetap Rp16.400 per kg, beras kualitas medium II Rp16.200 per kg, dan beras kualitas super II masih berada di level Rp17.150 per kg.
Selain beras, kenaikan juga terjadi pada daging ayam ras segar yang naik 0,88 persen menjadi Rp40.250 per kg. Daging sapi kualitas II ikut meningkat 0,18 persen menjadi Rp142.200 per kg, sedangkan daging sapi kualitas I turun tipis 0,03 persen menjadi Rp151.000 per kg.

Untuk kelompok cabai, pergerakan harga terjadi beragam. Cabai merah keriting naik 1,14 persen menjadi Rp48.950 per kg. Sebaliknya, cabai merah besar turun 2,22 persen menjadi Rp48.350 per kg, sedangkan cabai rawit hijau melemah 0,48 persen menjadi Rp51.950 per kg.
Harga bawang justru mengalami penurunan. Bawang merah ukuran sedang turun 1,86 persen menjadi Rp39.550 per kg. Bawang putih ukuran sedang juga terkoreksi 1,56 persen menjadi Rp41.150 per kg.
Pada komoditas lainnya, gula pasir kualitas premium tetap di level Rp20.300 per kg. Gula pasir lokal turun 0,26 persen menjadi Rp19.050 per kg.
Sementara itu, minyak goreng curah naik tipis 0,24 persen menjadi Rp20.500 per kg. Minyak goreng kemasan bermerk 1 bertahan di Rp24.300 per kg, sedangkan minyak goreng kemasan bermerk 2 naik 0,43 persen menjadi Rp23.500 per kg. Di sisi lain, harga telur ayam ras segar turun 0,51 persen menjadi Rp29.500 per kg.