Selandia Baru Pangkas Perokok Lebih Cepat, Vape Jadi Sorotan

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 10 Agustus 2026 | 07:33 WIB
Selandia Baru Pangkas Perokok Lebih Cepat, Vape Jadi Sorotan
Ilustrasi tembakau. (Dok: Pexels.com)
baca 10 detik
  • Selandia Baru percepat penurunan perokok lewat pendekatan pengurangan bahaya.
  • Laju penurunan prevalensi merokok naik dari 3,5% menjadi 17,9% per tahun.
  • Indonesia didorong menerapkan regulasi tembakau berbasis risiko dan sains.

Suara.com - Selandia Baru berhasil mempercepat penurunan prevalensi merokok setelah mengombinasikan kebijakan pengendalian tembakau dengan pendekatan tobacco harm reduction (THR) atau pengurangan bahaya tembakau.

Pendekatan tersebut membuka ruang bagi perokok dewasa untuk beralih dari rokok konvensional ke produk alternatif yang dinilai memiliki risiko lebih rendah, seperti rokok elektronik atau vape, produk tembakau yang dipanaskan, hingga kantong nikotin.

Temuan itu tertuang dalam studi berjudul “New Zealand's accelerating smoking decline: Lessons for tobacco harm reduction” yang diterbitkan The Lancet. Penelitian tersebut ditulis Profesor Emeritus Universitas Auckland Robert Beaglehole dan Ruth Bonita bersama pakar kesehatan independen Ben Youdan.

Studi tersebut mencatat prevalensi merokok orang dewasa di Selandia Baru turun jauh lebih cepat sejak 2018. Sebelum 2018, tingkat penurunannya berada di kisaran 3,5% per tahun. Namun, pada periode 2018–2023, laju penurunan tersebut meningkat menjadi sekitar 17,9% per tahun.

Para peneliti menyebut perubahan tersebut mulai terlihat pada 2019, ketika penggunaan rokok elektronik semakin luas. Pada periode yang sama, Kementerian Kesehatan Selandia Baru mulai mengakui bahwa rokok elektronik memiliki risiko yang jauh lebih rendah dibandingkan rokok konvensional dan dapat digunakan sebagai alternatif bagi perokok dewasa yang ingin berhenti merokok.

“Titik baliknya terjadi pada 2019 ketika penggunaan rokok elektronik (vape) mulai diadopsi secara lebih luas dan Kementerian Kesehatan Selandia Baru secara resmi mengakui bahwa rokok elektronik memiliki risiko yang jauh lebih rendah dibandingkan rokok,” kata para peneliti, dikutip Minggu (9/8/2026).

Bedakan Risiko Rokok dan Nikotin

Dalam penelitian tersebut, para peneliti juga membedakan risiko yang berasal dari pembakaran tembakau dengan nikotin.

Mereka menjelaskan, penyakit yang berkaitan dengan aktivitas merokok terutama disebabkan oleh paparan zat beracun yang muncul dari proses pembakaran tembakau. Sementara itu, nikotin bukanlah komponen utama yang menyebabkan sebagian besar penyakit akibat pembakaran rokok.

baca juga

Karena itu, penyediaan alternatif berbasis nikotin tanpa proses pembakaran dinilai dapat menjadi salah satu strategi untuk menekan risiko kesehatan bagi perokok dewasa yang belum berhasil menghentikan kebiasaan merokok.

Temuan tersebut kemudian mendorong kesimpulan bahwa kebijakan pengendalian tembakau dapat menjadi lebih efektif apabila dikombinasikan dengan pendekatan pengurangan bahaya.

Para peneliti menilai kombinasi antara pengendalian rokok konvensional dan THR berpotensi mempercepat penurunan prevalensi merokok dibandingkan apabila pemerintah hanya mengandalkan kebijakan pengendalian tembakau secara tradisional.

“Fokus pada strategi pengurangan risiko dari tembakau yang dibakar merupakan elemen penting untuk mendukung keberlanjutan tren penurunan prevalensi merokok,” tulis para peneliti.

Indonesia Disorot Perlu Regulasi Berbasis Risiko

Pengalaman Selandia Baru turut mendapat perhatian di Indonesia. Ketua Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR) Ariyo Bimmo menilai keberhasilan tersebut menunjukkan pentingnya kebijakan kesehatan publik yang disusun berdasarkan bukti ilmiah.

Menurut dia, Selandia Baru mampu mengombinasikan pengendalian rokok dengan strategi pengurangan bahaya tembakau melalui regulasi yang mempertimbangkan perkembangan ilmu pengetahuan.

“Regulasi berbasis sains itu penting karena kebijakan kesehatan publik tidak boleh hanya dibangun atas persepsi dan opini publik. Kebijakan harus bertumpu pada data, kajian ilmiah, pemantauan pasar, dan evaluasi berkala,” kata Ariyo.

Dia menegaskan regulasi berbasis sains bukan berarti pemerintah memberikan kebebasan tanpa batas terhadap produk tembakau alternatif.

Sebaliknya, pemerintah tetap perlu menetapkan standar yang jelas dan terukur agar produk yang beredar memenuhi aspek keamanan, kualitas, serta perlindungan konsumen.

Salah satu bentuk pengawasan tersebut, kata Ariyo, adalah memastikan produk tembakau alternatif tidak dapat diakses oleh kelompok yang belum diperbolehkan menggunakannya, terutama anak-anak.

“Regulasi berbasis sains berarti pemerintah perlu menetapkan standar yang terukur. Misalnya larangan penjualan pada anak,” jelasnya.

Menurut Ariyo, pengalaman Selandia Baru memberikan pelajaran bahwa kebijakan terhadap produk tembakau alternatif tidak harus berada pada dua pilihan ekstrem, yakni pelarangan total atau pembiaran.

“Idealnya, yang perlu digarisbawahi adalah regulasi berbasis risiko. Jadi bukan pelarangan total, bukan pula pembiaran total,” tegas Ariyo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Kajian Ilmiah Ungkap Produk Tembakau Alternatif

4 Kajian Ilmiah Ungkap Produk Tembakau Alternatif

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 14:33 WIB

Darurat Algoritma, Saat Anak Jadi Alat Promosi Vape di YouTube

Darurat Algoritma, Saat Anak Jadi Alat Promosi Vape di YouTube

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Buntut Promosi Vape Libatkan Anak, Polda Metro Bakal Panggil Pelapor YouTuber Bigmo

Buntut Promosi Vape Libatkan Anak, Polda Metro Bakal Panggil Pelapor YouTuber Bigmo

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 18:44 WIB

Terkini

Isu Haji Isam Caplok BCA Usai Borong Saham BYAN, Ini Kronologinya

Isu Haji Isam Caplok BCA Usai Borong Saham BYAN, Ini Kronologinya

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 17:44 WIB

Pantau Gambut Soroti Rencana Prabowo Bentuk BPGMN: Jangan Cuma Tambah Lembaga Tanpa Taji

Pantau Gambut Soroti Rencana Prabowo Bentuk BPGMN: Jangan Cuma Tambah Lembaga Tanpa Taji

News | Jum'at, 25 September 2026 | 17:41 WIB

Makin Seru di Pestapora 2026, BRImo Hadirkan Ragam Program Spesial

Makin Seru di Pestapora 2026, BRImo Hadirkan Ragam Program Spesial

Bali | Jum'at, 25 September 2026 | 17:39 WIB

BRImo Hadirkan Pestapora 2026, Ada Ragam Program Spesial untuk Pengunjung

BRImo Hadirkan Pestapora 2026, Ada Ragam Program Spesial untuk Pengunjung

Sulsel | Jum'at, 25 September 2026 | 17:36 WIB

Nikmati Keseruan Pestapora 2026 Bareng BRImo dengan Ragam Program Spesial

Nikmati Keseruan Pestapora 2026 Bareng BRImo dengan Ragam Program Spesial

Malang | Jum'at, 25 September 2026 | 17:33 WIB

NasDem Buka Pintu Bahas Wacana Pileg-Pilpres Dipisah, Soroti Pemilu Serentak yang Bikin Lelah

NasDem Buka Pintu Bahas Wacana Pileg-Pilpres Dipisah, Soroti Pemilu Serentak yang Bikin Lelah

News | Jum'at, 25 September 2026 | 17:31 WIB

Influenza A Terdeteksi di DIY, 24 Kasus Muncul, Sekolah Belum Diliburkan

Influenza A Terdeteksi di DIY, 24 Kasus Muncul, Sekolah Belum Diliburkan

Jogja | Jum'at, 25 September 2026 | 17:30 WIB

Pestapora 2026 Makin Asyik Bareng BRImo, Intip Program Spesialnya

Pestapora 2026 Makin Asyik Bareng BRImo, Intip Program Spesialnya

Jatim | Jum'at, 25 September 2026 | 17:30 WIB

Musim Kedua Anime The Cat and the Dragon Diumumkan Tayang pada 2027

Musim Kedua Anime The Cat and the Dragon Diumumkan Tayang pada 2027

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 17:30 WIB

Suporter Wajib Tahu! 10 Titik Parkir di SUGBK Laga Timnas Indonesia vs Singapura Malam Ini

Suporter Wajib Tahu! 10 Titik Parkir di SUGBK Laga Timnas Indonesia vs Singapura Malam Ini

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 17:28 WIB

×