Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.267,880
LQ45 625,790
Srikehati 305,028
JII 377,806
USD/IDR 17.830

GoTo Terancam Terdepak dari Indeks MSCI, Saham Mentok Rp50

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:35 WIB
GoTo Terancam Terdepak dari Indeks MSCI, Saham Mentok Rp50
Direktur Utama sekaligus CEO GoTo, Hans Patuwo. [GoTo]
baca 10 detik
  • Saham GoTo mentok Rp50 selama tiga bulan dan sulit diperdagangkan.
  • MSCI berpotensi mengeluarkan GoTo dari indeks karena masalah likuiditas.
  • GoTo siapkan buyback Rp3,5 triliun dan opsi reverse stock split.

Suara.com - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk kembali menghadapi tekanan di pasar modal. Perusahaan teknologi yang pernah menyandang valuasi lebih dari US$32 miliar kini terancam dikeluarkan dari sejumlah indeks MSCI setelah harga sahamnya terpuruk hingga menyentuh batas minimum perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Saham GoTo dengan kode GOTO diketahui telah bertahan di level Rp50 per saham selama sekitar tiga bulan. Posisi tersebut merupakan batas harga terendah berdasarkan ketentuan perdagangan saham di BEI.

Kondisi ini membuat saham GoTo semakin sulit diperdagangkan. Sejumlah manajer aset bahkan disebut telah menyampaikan keluhan mengenai kesulitan melakukan transaksi saham tersebut.

MSCI diperkirakan akan menentukan status GoTo dalam pengumuman hasil peninjauan indeks pada Rabu malam waktu New York. Keputusan tersebut berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap pasar saham Indonesia.

GoTo memiliki bobot sekitar 4% dalam MSCI Indonesia Index pada akhir Juli. Jika dikeluarkan dari indeks, dana pasif yang selama ini mengikuti indeks tersebut berpotensi harus menyesuaikan kepemilikannya.

Namun, persoalannya tidak sederhana. Dengan harga saham yang sudah berada di level terendah, aksi jual dari dana pasif berpotensi jauh lebih besar dibandingkan jumlah pembeli yang tersedia.

“GoTo merupakan kisah kurang beruntung dari perusahaan nasional yang pernah menjadi unggulan tetapi kemudian jatuh,” kata analis Aletheia Capital Angus Mackintosh menukil Bloomberg, Rabu (12/8/2026).

Menurut dia, penghapusan GoTo dari indeks MSCI kemungkinan tidak memberikan perubahan besar terhadap kondisi saham tersebut karena secara efektif sahamnya sudah sulit diperdagangkan.

“Pemangkasan dari MSCI pada tahap ini tidak akan banyak mengubah keadaan karena saham tersebut sudah secara efektif tersuspensi. Sahamnya tidak bisa turun lebih rendah lagi,” ujarnya.

baca juga

Kondisi GoTo saat ini berbanding terbalik dengan situasinya ketika pertama kali melantai di Bursa Efek Indonesia pada April 2022.

Saat itu, kapitalisasi pasar GoTo sempat menembus lebih dari US$32 miliar. Perusahaan yang didukung Alibaba Group Holding tersebut bahkan pernah menjadi salah satu perusahaan paling bernilai di Indonesia.

Namun, optimisme investor tidak bertahan lama. Kekhawatiran mengenai kemampuan perusahaan mencapai profitabilitas, pengelolaan keuangan, serta tingginya persaingan membuat minat investor terhadap saham GoTo terus merosot.

GoTo juga harus berhadapan dengan pesaing bermodal besar seperti Grab Holdings. Persaingan di sektor transportasi online dan pesan-antar makanan membuat perusahaan membutuhkan waktu panjang untuk membangun model bisnis yang menguntungkan.

Setelah melalui serangkaian restrukturisasi dan pergantian jajaran manajemen, GoTo akhirnya berhasil mencatatkan laba selama dua kuartal berturut-turut. Namun, tekanan terhadap kinerja perusahaan kembali meningkat seiring kenaikan harga minyak yang dipengaruhi konflik di Timur Tengah.

Manajemen GoTo tidak tinggal diam menghadapi tekanan tersebut. CEO GoTo Hans Patuwo, yang mulai menjabat pada akhir tahun lalu, berkomitmen melakukan pembenahan untuk mengembalikan kinerja perusahaan.

GoTo juga telah mengumumkan program pembelian kembali saham hingga Rp3,5 triliun. Saham hasil buyback tersebut nantinya direncanakan untuk dibatalkan.

Perusahaan juga mempertimbangkan aksi reverse stock split atau pemecahan saham terbalik. Langkah tersebut menjadi salah satu opsi untuk meningkatkan harga nominal saham GoTo sehingga tidak terus berada di batas bawah perdagangan BEI.

Namun, manajemen menilai harga saham saat ini belum mencerminkan nilai fundamental perusahaan.

“Kami tidak percaya bahwa harga saham ini mencerminkan nilai fundamental perusahaan,” kata Hans Patuwo dalam wawancara dengan Bloomberg Television pada 30 Juli lalu.

Ia mengatakan GoTo ingin memastikan kondisi makroekonomi berada dalam situasi yang tepat sebelum menggunakan dana perusahaan untuk melakukan langkah strategis.

“Kami ingin memastikan kondisi makro tepat sehingga ketika dana tersebut digunakan, dampak yang diinginkan dapat tercapai,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Kembali Melemah, Investor Tunggu Inflasi AS dan Pengumuman MSCI

Rupiah Kembali Melemah, Investor Tunggu Inflasi AS dan Pengumuman MSCI

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:42 WIB

IHSG Sesi I Melesat, Ini Saham-saham yang Paling Banyak Dibeli Investor

IHSG Sesi I Melesat, Ini Saham-saham yang Paling Banyak Dibeli Investor

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:51 WIB

IHSG Dibayangi Volatilitas Jelang Pengumuman MSCI, Ada Ancaman Turun ke Frontier Market?

IHSG Dibayangi Volatilitas Jelang Pengumuman MSCI, Ada Ancaman Turun ke Frontier Market?

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 12:35 WIB

Terkini

BRI Peduli Berdayakan UMKM Desa Brilian di Hari UMKM Nasional

BRI Peduli Berdayakan UMKM Desa Brilian di Hari UMKM Nasional

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:33 WIB

Polisi Ungkap Tersangka Mutilasi Depok Positif HIV Sejak Februari 2026

Polisi Ungkap Tersangka Mutilasi Depok Positif HIV Sejak Februari 2026

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:32 WIB

Bendung Badai Penyakit Kronis, Pakar Sarankan Kemenkes Perketat Aturan di Hulu

Bendung Badai Penyakit Kronis, Pakar Sarankan Kemenkes Perketat Aturan di Hulu

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:32 WIB

Ulasan Wedding Impossible: Mengkritisi Norma di Balik Tuntutan Menikah

Ulasan Wedding Impossible: Mengkritisi Norma di Balik Tuntutan Menikah

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:30 WIB

Shin Tae-yong Tak Mau Persija Loyo di Super League, Fisik Pemain Digenjot Habis-habisan

Shin Tae-yong Tak Mau Persija Loyo di Super League, Fisik Pemain Digenjot Habis-habisan

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:30 WIB

7 Perbedaan Cushion Foundation dan Tinted Moisturizer, Mana yang Cocok untuk Kulitmu?

7 Perbedaan Cushion Foundation dan Tinted Moisturizer, Mana yang Cocok untuk Kulitmu?

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:28 WIB

4  Sabun Cuci Muka Pria Setelah Bercukur Agar Tak Iritasi

4 Sabun Cuci Muka Pria Setelah Bercukur Agar Tak Iritasi

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:27 WIB

Perempuan Jadi Garda Terdepan Pelindung Alam dari Perampasan Lahan

Perempuan Jadi Garda Terdepan Pelindung Alam dari Perampasan Lahan

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:26 WIB

Setelah Hampir Lima Tahun Produksi, RIFTSTORM Rilis ke Pasar Global lewat Steam Early Access

Setelah Hampir Lima Tahun Produksi, RIFTSTORM Rilis ke Pasar Global lewat Steam Early Access

Tekno | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:25 WIB

XLSmart Punya 15 Ribu BTS 5G, Trafik Data Naik 19 Persen di Semester I 2026

XLSmart Punya 15 Ribu BTS 5G, Trafik Data Naik 19 Persen di Semester I 2026

Tekno | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:24 WIB

×