Rupiah Kembali Melemah, Investor Tunggu Inflasi AS dan Pengumuman MSCI

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:42 WIB
Rupiah Kembali Melemah, Investor Tunggu Inflasi AS dan Pengumuman MSCI
Mata uang Garuda kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah ditutup melemah pada perdagangan Rabu (12/8/2026), di tengah sikap hati-hati investor yang menunggu sejumlah sentimen penting dari pasar global. Foto ANTARA.
baca 10 detik
  • Rupiah ditutup melemah ke Rp17.877 per dolar AS.
  • Investor menanti data inflasi AS dan pengumuman MSCI.
  • Lukman menilai dua sentimen itu menentukan arah rupiah besok.

Suara.com - Mata uang Garuda kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah ditutup melemah pada perdagangan Rabu (12/8/2026), di tengah sikap hati-hati investor yang menunggu sejumlah sentimen penting dari pasar global.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp17.877 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 16 poin atau sekitar 0,09% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah terjadi karena investor cenderung menahan diri sambil mencermati rilis data inflasi AS dan pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI).

"Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS oleh kehati-hatian investor. Sebab, investor mengantisipasi data inflasi AS malam ini dan pengumuman MSCI (Kamis dini hari)," kata Lukman saat dihubungi Suara.com.

Menurut dia, rupiah sebelumnya sempat memperoleh sentimen positif dari pengajuan nama Destry Damayanti sebagai calon Gubernur Bank Indonesia (BI). Namun, penguatan rupiah kemudian tertahan oleh aksi ambil untung atau profit taking.

"Walau sempat didukung oleh pengajuan Destry sebagai gubernur BI, penguatan yang besar itu terimbas aksi profit taking, terlebih setelah data penjualan ritel yang mengecewakan," ujarnya.

Lukman menilai arah pergerakan rupiah pada perdagangan berikutnya akan sangat bergantung pada hasil dua sentimen utama tersebut.

"Posisi rupiah besok akan ditentukan oleh hasil data inflasi AS dan pengumuman MSCI," jelasnya.

Tekanan terhadap rupiah terjadi ketika pergerakan mata uang Asia cenderung bervariasi terhadap dolar AS.

baca juga

Won Korea Selatan menjadi mata uang yang mengalami pelemahan paling dalam, yakni anjlok 0,43%. Selanjutnya, dolar Singapura dan yen Jepang sama-sama tertekan 0,06%.

Yuan China juga terkoreksi 0,02%, sementara dolar Hong Kong melemah tipis 0,005% terhadap dolar AS.

Di sisi lain, sejumlah mata uang Asia masih mampu menguat. Baht Thailand menjadi mata uang dengan penguatan terbesar, yakni naik 0,15%.

Penguatan berikutnya dicatat dolar Taiwan sebesar 0,11%. Peso Filipina dan ringgit Malaysia masing-masing menguat 0,08%, sedangkan rupee India naik tipis 0,03%.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengumuman MSCI, Bikin Rupiah Tertekan ke Level Rp17.873

Pengumuman MSCI, Bikin Rupiah Tertekan ke Level Rp17.873

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 09:44 WIB

Rupiah Ambruk 106 Poin, Geopolitik Timur Tengah hingga Inflasi AS Jadi Momok

Rupiah Ambruk 106 Poin, Geopolitik Timur Tengah hingga Inflasi AS Jadi Momok

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:43 WIB

Pemerintah Beri Bukti Destry Damayanti Diterima Pasar, Rupiah Menguat

Pemerintah Beri Bukti Destry Damayanti Diterima Pasar, Rupiah Menguat

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:06 WIB

Terkini

Bisnis Waralaba RI Tembus Rp143 Triliun, Tumbuh 10-15% per Tahun

Bisnis Waralaba RI Tembus Rp143 Triliun, Tumbuh 10-15% per Tahun

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 16:06 WIB

Tas Multifungsi Jadi Andalan, Siluet Clean dengan Material Leather Kian Diminati

Tas Multifungsi Jadi Andalan, Siluet Clean dengan Material Leather Kian Diminati

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 16:05 WIB

Menjemput Rezeki dari Balik Layar Gadget hingga Ujung Canting, Kisah Difabel Bertahan Hidup di Jogja

Menjemput Rezeki dari Balik Layar Gadget hingga Ujung Canting, Kisah Difabel Bertahan Hidup di Jogja

Jogja | Rabu, 16 September 2026 | 16:04 WIB

Tidak Semua Harus Dibagikan, Ini Alasan Pentingnya Membangun Batas Privasi di Dunia Maya

Tidak Semua Harus Dibagikan, Ini Alasan Pentingnya Membangun Batas Privasi di Dunia Maya

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 16:04 WIB

5 Bedak Padat yang Tahan Lama dan Glowing Sesuai Klaim dan Review Pengguna

5 Bedak Padat yang Tahan Lama dan Glowing Sesuai Klaim dan Review Pengguna

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 16:03 WIB

Perusahaan Diminta Tak Cuma Andalkan Awareness untuk Hadapi Serangan Siber

Perusahaan Diminta Tak Cuma Andalkan Awareness untuk Hadapi Serangan Siber

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 16:02 WIB

Puji Pramono Anung, Prabowo: Gubernur Hebat Meski Bukan dari Partai Saya

Puji Pramono Anung, Prabowo: Gubernur Hebat Meski Bukan dari Partai Saya

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:00 WIB

Land Maggie OFarrell: Ketika Tanah Menyimpan Luka dan Sejarah

Land Maggie OFarrell: Ketika Tanah Menyimpan Luka dan Sejarah

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 16:00 WIB

SKD Sekolah Kedinasan 2026, Pemerintah Resmi Tetapkan Nilai Ambang Batas

SKD Sekolah Kedinasan 2026, Pemerintah Resmi Tetapkan Nilai Ambang Batas

News | Rabu, 16 September 2026 | 15:59 WIB

Prabowo Perintahkan Investigasi Total Penyebab Kecalakaan KM Virgo Transport 8

Prabowo Perintahkan Investigasi Total Penyebab Kecalakaan KM Virgo Transport 8

News | Rabu, 16 September 2026 | 15:58 WIB

×