Rojali, Mantap, hingga Lipstick Effect, Tiga Fenomena yang Menggambarkan Wajah Baru Konsumsi RI

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:36 WIB
Rojali, Mantap, hingga Lipstick Effect, Tiga Fenomena yang Menggambarkan Wajah Baru Konsumsi RI
Warga mengunjungi salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Senin (30/3/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Rojali: Mal ramai, transaksi belum tentu ikut melonjak.
  • Mantap: Kekhawatiran rumah tangga mulai menggerus tabungan.
  • Lipstick Effect: Belanja kecil naik, pembelian barang mahal ditunda.

Suara.com - Ramainya mal, antrean kopi yang mengular, hingga restoran yang tetap penuh tak lagi menjadi jaminan daya beli masyarakat sedang baik-baik saja. Di balik keramaian itu, muncul sederet istilah ekonomi baru yang viral di media sosial dan mulai dibahas para ekonom: Rojali, Makan Tabungan (Mantap), dan Lipstick Effect.

Ketiga istilah tersebut menjadi cerminan keresahan masyarakat terhadap kondisi ekonomi sepanjang 2026. Masing-masing menggambarkan perilaku konsumen yang berubah akibat tekanan biaya hidup, ketidakpastian pekerjaan, hingga melemahnya kemampuan membeli barang bernilai besar.

Apa itu Rojali?

Rojali merupakan istilah populer yang merujuk pada "rombongan jarang beli". Fenomena ini menggambarkan ramainya pusat perbelanjaan oleh pengunjung yang sekadar berjalan-jalan, menikmati pendingin ruangan, berfoto, atau melihat-lihat barang tanpa melakukan transaksi berarti.

Fenomena tersebut muncul ketika masyarakat tetap ingin mencari hiburan murah, namun menahan pengeluaran karena kondisi keuangan yang lebih ketat.

Bagi ekonom perilaku, kondisi tersebut merupakan indikasi bahwa aktivitas ekonomi secara visual belum tentu mencerminkan kekuatan konsumsi masyarakat.

Apa itu Makan Tabungan (Mantap)?

Fenomena berikutnya adalah Makan Tabungan (Mantap).

Istilah ini menggambarkan kondisi ketika rumah tangga mulai menggunakan tabungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari akibat pendapatan yang tidak lagi cukup mengikuti kenaikan biaya hidup.

baca juga

Dalam beberapa bulan terakhir, istilah tersebut ramai diperbincangkan setelah muncul kekhawatiran masyarakat kelas menengah mulai menggerus dana simpanannya.

Namun, Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu membantah adanya fenomena "makan tabungan" secara masif. Menurutnya, data LPS menunjukkan dana masyarakat masih berputar di sistem perbankan dan pertumbuhan simpanan tetap terjadi di berbagai kelompok nominal rekening. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons terhadap narasi yang berkembang di publik mengenai melemahnya kondisi keuangan rumah tangga.

Meski demikian, sejumlah ekonom mengingatkan bahwa tekanan terhadap kelas menengah tetap perlu dicermati melalui indikator lain seperti perlambatan konsumsi, tabungan, hingga kualitas kredit.

Apa itu Lipstick Effect?

Fenomena ketiga justru paling banyak dibahas ekonom.

Lipstick Effect merupakan teori ekonomi perilaku yang menjelaskan bahwa ketika ekonomi melemah, masyarakat tetap membeli barang-barang kecil yang memberikan kepuasan emosional, seperti kosmetik, kopi, skincare, makanan kekinian, atau hiburan murah, sambil menunda pembelian rumah, mobil, maupun barang elektronik mahal.

Dengan kata lain, konsumsi tidak hilang, tetapi bergeser ke barang yang lebih murah.

Fenomena ini membuat mal, kafe, hingga konser tetap ramai meski daya beli masyarakat sebenarnya sedang tertekan.

Sejumlah ekonom Indonesia menilai fenomena tersebut bukan sekadar tren media sosial, melainkan sinyal perubahan perilaku konsumsi.

Budi Frensidy, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, menyebut lipstick effect adalah "alarm kecil" yang menunjukkan masyarakat mulai menahan belanja besar.

Menurutnya, fenomena ini belum berarti krisis, tetapi perlu diwaspadai apabila dibarengi penurunan tabungan dan meningkatnya kredit bermasalah.

Nailul Huda, Direktur Ekonomi Digital CELIOS, menjelaskan lipstick effect muncul karena masyarakat tetap ingin memenuhi kebutuhan emosional meski kemampuan belanjanya menurun.

"Orang memilih membeli barang kecil yang memberi rasa senang dibanding mengeluarkan uang untuk aset bernilai besar," kata Huda.

Sementara itu, berbagai pelaku industri juga mengakui perubahan perilaku konsumen. CEO LinkAja Yogi Rizkian Bahar mengatakan masyarakat kini jauh lebih selektif dalam mengatur pengeluaran, tetapi tetap mencari pengalaman konsumsi yang terjangkau sebagai bentuk menjaga kualitas hidup.

Pemerintah beberapa kali menegaskan bahwa konsumsi domestik tetap menjadi penopang pertumbuhan ekonomi dan berbagai program seperti bantuan sosial, subsidi, hingga stimulus diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat. Di sisi lain, LPS secara terbuka membantah narasi bahwa masyarakat secara luas sedang "makan tabungan", dengan merujuk pada data pertumbuhan simpanan perbankan.

Mengapa tiga istilah ini penting?

Ketiga istilah tersebut sebenarnya saling berkaitan.

Ketika pendapatan riil tertekan:

masyarakat menunda pembelian barang mahal (Lipstick Effect);
sebagian rumah tangga mulai mengandalkan tabungan (Mantap);
sementara aktivitas di pusat perbelanjaan tetap tinggi meski transaksi melemah (Rojali).

Bagi ekonom, kombinasi ketiga fenomena tersebut menjadi sinyal bahwa kualitas konsumsi masyarakat sedang berubah, bukan semata-mata volumenya. Keramaian di mal belum tentu identik dengan kuatnya daya beli, sementara peningkatan konsumsi barang murah bisa menjadi mekanisme adaptasi rumah tangga menghadapi tekanan ekonomi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Curhat ke IMF dan World Bank, Purbaya: Saya Menteri Paling Apes di Dunia

Curhat ke IMF dan World Bank, Purbaya: Saya Menteri Paling Apes di Dunia

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 15:44 WIB

Bahlil Rem Ekspor Batu Bara, Ekonomi Daerah Terancam Tak Lagi Membara

Bahlil Rem Ekspor Batu Bara, Ekonomi Daerah Terancam Tak Lagi Membara

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 19:50 WIB

Purbaya Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI Melambat di Triwulan II 2026

Purbaya Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI Melambat di Triwulan II 2026

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 19:26 WIB

Terkini

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:20 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:14 WIB

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:58 WIB

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:56 WIB

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:32 WIB

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:27 WIB

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:19 WIB

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:13 WIB

×