AI dan Semikonduktor Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi 2027, Targetnya 6%

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:56 WIB
AI dan Semikonduktor Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi 2027, Targetnya 6%
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto (Keempat dari kiri) mengungkap AI dan Semikonduktor jadi mesin pertumbuhan ekonomi baru. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].
baca 10 detik
  • Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6 persen pada 2027 melalui strategi transformasi ekonomi berbasis sektor bernilai tinggi.
  • Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan target tersebut di Jakarta pada Jumat, 14 Agustus 2026, dalam konferensi pers RAPBN 2027.
  • Pemerintah menetapkan target sasaran pembangunan meliputi inflasi 2,5 persen, kemiskinan 6-6,5 persen, serta defisit anggaran 2,4 persen terhadap PDB.

Suara.com - Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6 persen pada 2027. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah menyiapkan sejumlah mesin pertumbuhan baru berbasis transformasi ekonomi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan strategi tersebut akan diarahkan pada pengembangan sektor bernilai tinggi hingga revitalisasi sektor yang dinilai memiliki daya tahan terhadap perubahan ekonomi.

"Ke depan di tahun 2027 mesin pertumbuhan sektoral dalam rangka Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal itu mesin pertumbuhan yang berbasis pada transformasi," ujar Airlangga dalam konferensi pers Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (RAPBN) 2027 di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Airlangga menyebut sektor bernilai tinggi seperti digitalisasi, semikonduktor, dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) akan menjadi salah satu fokus pemerintah.

Ilustrasi papan sirkuit dan komponen cip semikonduktor komputer. (Foto: Pexels/Pok Rie)
Ilustrasi papan sirkuit dan komponen cip semikonduktor komputer. (Foto: Pexels/Pok Rie)

Selain itu, pemerintah akan merevitalisasi sektor-sektor yang dinilai resilient atau memiliki ketahanan tinggi, terutama pertanian dan energi.

Revitalisasi tersebut juga mencakup rencana pembentukan bursa komoditas mineral. Pemerintah ingin Indonesia memiliki harga acuan sendiri untuk komoditas mineral sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada referensi harga dari luar negeri.

"Yang kedua, revitalisasi sektor resilient seperti pertanian dan energi termasuk pendirian bursa komoditas mineral. Indonesia mempunyai harga sendiri sebagai reference price," ujar Airlangga.

Mesin pertumbuhan berikutnya adalah peningkatan daya saing investasi dan ekspor. Pemerintah akan mendorongnya melalui deregulasi, penyelesaian berbagai hambatan investasi atau debottlenecking, optimalisasi perjanjian internasional, serta pembentukan pusat finansial internasional Indonesia.

Airlangga mengatakan strategi tersebut akan ditopang bauran kebijakan makro yang mencakup kebijakan fiskal, moneter, stabilitas, serta investasi.

baca juga

Di sisi lain, pemerintah menetapkan sejumlah sasaran pembangunan dalam RAPBN dan Nota Keuangan 2027. Selain pertumbuhan ekonomi 6 persen, pemerintah menargetkan inflasi sebesar 2,5 persen.

Pemerintah juga menargetkan tingkat kemiskinan berada di kisaran 6-6,5 persen dan tingkat pengangguran terbuka sebesar 4,3-4,87 persen.

Untuk mendukung berbagai sasaran tersebut, pendapatan negara pada 2027 direncanakan mencapai Rp3.246 triliun. Sementara belanja negara dianggarkan Rp4.097,2 triliun.

Dengan demikian, defisit anggaran ditargetkan sebesar 2,4 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), atau sekitar Rp671,2 triliun.

Airlangga menilai kondisi ekonomi saat ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk mendorong transformasi tersebut. Ia menyebut sejumlah indikator menunjukkan perekonomian masih berada dalam kondisi positif.

Rasio Gini tercatat 0,368 pada Maret 2026, sementara tingkat pengangguran terbuka pada Mei 2026 berada di level 4,65 persen. Dari sisi konsumen, indeks keyakinan konsumen mencapai 116,8.

Sementara itu, PMI manufaktur kembali berada di zona ekspansi dengan level 50,2. Penjualan otomotif juga tumbuh 33,3 persen secara tahunan, sedangkan penjualan kendaraan elektrik dan hybrid tumbuh lebih dari 40 persen.

Airlangga juga menyebut konsumsi listrik meningkat 10,8 persen dan penjualan semen tumbuh 13,5 persen secara tahunan.

Dari sektor keuangan, dana pihak ketiga tumbuh 10,21 persen, kredit tumbuh 12,67 persen, sementara kredit investasi tumbuh 24,9 persen secara tahunan.

"Jadi ini merupakan sebuah kesempatan yang baik," pungkas Airlangga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bursa Mineral Akan Jadi Mesin Utama Pertumbuhan Ekonomi di 2027

Bursa Mineral Akan Jadi Mesin Utama Pertumbuhan Ekonomi di 2027

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:46 WIB

RAPBN 2027 Prabowo: Belanja Negara Tembus Rp4.097 Triliun, Ekonomi Dibidik Tumbuh 6%

RAPBN 2027 Prabowo: Belanja Negara Tembus Rp4.097 Triliun, Ekonomi Dibidik Tumbuh 6%

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 16:06 WIB

Prabowo: Ekonomi RI Tumbuh 5,45% di Semester I 2026, Tertinggi dalam 13 Tahun

Prabowo: Ekonomi RI Tumbuh 5,45% di Semester I 2026, Tertinggi dalam 13 Tahun

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 15:45 WIB

Terkini

Perang Modern Butuh Teknologi, Bukan Komcad! Pemerintah Salah Arah dan Boros Anggaran

Perang Modern Butuh Teknologi, Bukan Komcad! Pemerintah Salah Arah dan Boros Anggaran

News | Rabu, 30 September 2026 | 07:00 WIB

Sebulan Lebih Pascagempa, 23.578 Warga NTT Masih Mengungsi

Sebulan Lebih Pascagempa, 23.578 Warga NTT Masih Mengungsi

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 07:00 WIB

5 Tips Feng Shui untuk Menarik Kekayaan dan Kemakmuran, Bisa Dicoba di Rumah

5 Tips Feng Shui untuk Menarik Kekayaan dan Kemakmuran, Bisa Dicoba di Rumah

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 06:44 WIB

Lansia Tembus 34 Juta Jiwa! Pelayanan Sosial Perlu Diubah, Jangan Cuma Jadi Objek Bansos

Lansia Tembus 34 Juta Jiwa! Pelayanan Sosial Perlu Diubah, Jangan Cuma Jadi Objek Bansos

News | Rabu, 30 September 2026 | 06:00 WIB

Leo/Daniel Raih Emas Ganda Putra Asian Games 2026

Leo/Daniel Raih Emas Ganda Putra Asian Games 2026

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 06:00 WIB

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 05:00 WIB

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

×