Cadangan Emas Indonesia Cuma 87 Ton di Ulang Tahun Kemerdekaan ke-81

Liberty Jemadu

Senin, 17 Agustus 2026 | 13:52 WIB
Cadangan Emas Indonesia Cuma 87 Ton di Ulang Tahun Kemerdekaan ke-81
Cadangan emas Indonesia pada 2026, di tengah perayaan ulang tahun Kemerdekaan ke-81 hanya mencapai 87 ton atau tergolong rendah secara global. [Antara]
baca 10 detik
  • Cadangan emas Indonesia pada 2026 hanya mencapai 87 ton atau tergolong rendah secara global.
  • Data Indef menunjukkan cadangan emas Indonesia tertinggal jauh dibanding negara besar seperti Amerika Serikat, Jerman, dan China.
  • Indef menjelaskan bahwa emas berfungsi strategis sebagai instrumen diversifikasi cadangan devisa di tengah perubahan kondisi ekonomi global.

Suara.com - Cadangan emas Indonesia pada 2026 hanya sekitar 87 ton dan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mengatakan jumlah itu sangat rendah dibandingkan dengan negara lain di dunia.

Ekonom Senior Indef Aviliani, di tengah-tengah perayaan ulang tahun Kemerdekaan yang ke-81 mengatakan emas memiliki fungsi strategis sebagai instrumen diversifikasi cadangan devisa negara.

Menurut data Indef, cadangan emas Indonesia pada 2026 tercatat sekitar 87 ton atau 9,6 persen dari total cadangan devisa. Nilainya setara 0,91 persen terhadap PDB 2025.

"Negara-negara dengan cadangan devisa yang lebih besar memiliki ruang lebih luas untuk meningkatkan kepemilikan emas sebagai aset lindung nilai. Dan, kita lihat sebenarnya negara-negara yang melakukan pembelian cadangan emas adalah mereka yang cenderung memang cadangan devisanya besar," ujarnya.

Data Indef juga menunjukkan kesenjangan tersebut cukup lebar. Amerika Serikat memiliki cadangan emas 8.133,5 ton dengan porsi mencapai 84,8 persen dari total cadangan devisa. Jerman memiliki 3.350,3 ton atau 84,6 persen, Italia 2.451,8 ton atau 82 persen, dan Prancis 2.437 ton atau 82,5 persen.

Sementara itu, Rusia memiliki cadangan emas 2.311 ton atau 48,1 persen dari total cadangan devisa, India 880,3 ton atau 19,8 persen, Jepang 846 ton atau 10,1 persen, dan China 2.313 ton atau 10 persen.

Aviliani menilai tidak terdapat rasio tunggal yang dapat dijadikan patokan mengenai berapa besar cadangan emas yang ideal bagi suatu negara.

Menurutnya, kebijakan tersebut sangat bergantung pada struktur ekonomi, kebutuhan likuiditas, serta strategi masing-masing bank sentral.

"Tidak ada sebenarnya ketentuan tentang berapa besar cadangan devisa emas. Itu tergantung dari kepercayaan dari negara masing-masing mau memegang apa," kata Aviliani.

baca juga

Ia mengatakan tren global juga menunjukkan adanya perubahan dalam pengelolaan cadangan devisa. Setelah sistem moneter global lama lebih banyak bertumpu pada dolar AS, emas kembali mendapat perhatian sebagai instrumen diversifikasi di tengah perubahan kondisi ekonomi global.

Menurut Aviliani, peningkatan permintaan emas juga tidak hanya datang dari bank sentral. Masyarakat mulai melihat emas sebagai instrumen investasi, terutama seiring berkembangnya layanan bullion dan emas digital.

Selain itu, ia menilai perkembangan bullion banking menjadi salah satu bagian penting dalam membangun ekosistem emas nasional karena masyarakat dapat memiliki eksposur terhadap emas tanpa harus menyimpan emas fisik dalam jumlah besar.

"Bullion bank itu saya rasa salah satu hal yang baik, sangat membantu sebenarnya masyarakat untuk menikmati pembelian emas tanpa harus ada fisiknya," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekonomi RI Tumbuh 5,29%, Tapi Mengapa Dunia Usaha Masih Tertekan?

Ekonomi RI Tumbuh 5,29%, Tapi Mengapa Dunia Usaha Masih Tertekan?

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Kelas Menengah Berisiko Gerus Tabungan dan Tambah Utang di Semester II 2026

Kelas Menengah Berisiko Gerus Tabungan dan Tambah Utang di Semester II 2026

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:29 WIB

Prabowo Ungkap Temuan Harta Karun Baru dari BRIN dan TNI: Cadangan Emas Raksasa di Papua

Prabowo Ungkap Temuan Harta Karun Baru dari BRIN dan TNI: Cadangan Emas Raksasa di Papua

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:19 WIB

ANTM Gelontorkan Rp245,76 Miliar untuk Perkuat Cadangan Emas, Nikel dan Bauksit

ANTM Gelontorkan Rp245,76 Miliar untuk Perkuat Cadangan Emas, Nikel dan Bauksit

Bisnis | Minggu, 11 Januari 2026 | 12:26 WIB

Bank Indonesia Buka Suara Disebut Jual Cadangan Emas 11 Ton

Bank Indonesia Buka Suara Disebut Jual Cadangan Emas 11 Ton

Bisnis | Selasa, 07 Oktober 2025 | 07:47 WIB

Terkini

BRI KPR Solusi Buka Akses Hunian Terjangkau Lewat Platform Digital

BRI KPR Solusi Buka Akses Hunian Terjangkau Lewat Platform Digital

Bri | Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:58 WIB

Mahasiswa Minta RUU Perampasan Aset Lindungi Pihak Ketiga yang Beritikad Baik

Mahasiswa Minta RUU Perampasan Aset Lindungi Pihak Ketiga yang Beritikad Baik

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:54 WIB

Jay Idzes Ikut Pesta di SUGBK, Momen Video Call dengan Ragnar Bikin Haru

Jay Idzes Ikut Pesta di SUGBK, Momen Video Call dengan Ragnar Bikin Haru

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:51 WIB

Mahasiswa Ikut Bahas RUU Perampasan Aset di DPR: Illicit Enrichment Tak Wajib Diadopsi

Mahasiswa Ikut Bahas RUU Perampasan Aset di DPR: Illicit Enrichment Tak Wajib Diadopsi

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:40 WIB

Jenderal Suyudi Dilantik Jadi Kapolri, AMS XII Harap Polri Semakin Dekat dengan Rakyat

Jenderal Suyudi Dilantik Jadi Kapolri, AMS XII Harap Polri Semakin Dekat dengan Rakyat

Sumut | Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Timnas Indonesia Pesta Gol 9-2: Garuda ke Final ASEAN Cup 2026, Bye-bye Malaysia

Timnas Indonesia Pesta Gol 9-2: Garuda ke Final ASEAN Cup 2026, Bye-bye Malaysia

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Hanya Lewat BRImo, Nikmati Kemudahan Akses Event Olahraga Internasional di Jakarta

Hanya Lewat BRImo, Nikmati Kemudahan Akses Event Olahraga Internasional di Jakarta

Bri | Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Pilih Rugi daripada Sakit Hati! Ria Ricis Batal Naik Helikopter di Bali Gara-Gara Pelayanan Judes

Pilih Rugi daripada Sakit Hati! Ria Ricis Batal Naik Helikopter di Bali Gara-Gara Pelayanan Judes

Entertainment | Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:21 WIB

Sopir Truk di Medan Jadi Korban Begal, Uang dan HP Digasak

Sopir Truk di Medan Jadi Korban Begal, Uang dan HP Digasak

Sumut | Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:17 WIB

Digantikan Jenderal Dudung, Ke Mana Langkah Politik Djamari Chaniago Setelah dari Kabinet?

Digantikan Jenderal Dudung, Ke Mana Langkah Politik Djamari Chaniago Setelah dari Kabinet?

Sumsel | Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:00 WIB

×