Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.449,830
LQ45 631,032
Srikehati 307,374
JII 384,118
USD/IDR 17.851

Jurus Agar Pemerintah Bisa Capai Target Lifting Minyak 610 Bph di 2027

Achmad Fauzi

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:31 WIB
Jurus Agar Pemerintah Bisa Capai Target Lifting Minyak 610 Bph di 2027
Ilustrasi kilang minyak mentah. [Dok Pertamina],
baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto menargetkan lifting minyak nasional mencapai 610 ribu barel per hari pada tahun 2027.
  • Pakar UGM Fahmy Radhi menyatakan pemerintah harus konsisten menggunakan teknologi dan mengoptimalkan sumur tua untuk mencapai target.
  • Pakar Unpad Bonti Wiradinata menilai strategi Kementerian ESDM melalui eksplorasi dan perbaikan investasi sudah berada di jalur tepat.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto pengeboran atau lifting minyak pada 2027 mencapai 610 ribu barel per hari. Sedangkan, lifting gas pada 2027 ditargetkan mencapai 954 ribu barel setara minyak per hari.

Hingga Mei 2026, lifting minyak telah mencapai 576.200. Lantas, dengan adanya target ini, apakah pemerintah bisa memenuhi kuota?

Pakar ekonomi energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, mengatakan produksi minyak Indonesia secara historis berada di kisaran 600 ribu bph dan cenderung mengalami penurunan.

Kondisi tersebut membuat upaya mempertahankan sekaligus meningkatkan produksi membutuhkan kerja ekstra. Namun, Fahmy melihat berbagai langkah yang dilakukan pemerintah selama ini sudah mampu mendorong produksi, antara lain melalui pemanfaatan teknologi, optimalisasi sumur tua, serta pengembangan sumur rakyat.

"Selama setahun memang berbagai upaya dilakukan secara mati-matian. Misalnya penggunaan teknologi dalam eksplorasi, kemudian memanfaatkan sumur-sumur tua, dan juga mendorong sumur rakyat," ujar Fahmy di Jakarta, Rabu (19/8/2026.

Ilustrasi kilang minyak di atas laut (Pexels/tekila918)
Ilustrasi kilang minyak di atas laut (Pexels/tekila918)

Menurut dia, keberlanjutan dari berbagai strategi tersebut menjadi faktor penting untuk mengejar target lifting 610 ribu bph. Pasalnya, produksi lapangan minyak nasional secara alamiah menghadapi tren penurunan.

Fahmy mengingatkan, upaya peningkatan produksi yang telah dilakukan tidak boleh berhenti setelah berhasil mengerek lifting. Konsistensi menjadi kunci agar produksi dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

"Kalau upaya-upaya yang pernah dilakukan tadi tidak dilanjutkan, saya kira akan sulit untuk mencapai peningkatan atau bahkan mempertahankan produksi sekitar 608 ribu barel per hari," bebernya.

Sementara, Pakar kebijakan publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Padjadjaran (Unpad) Bonti Wiradinata menilai target lifting 610 ribu bph tidak hanya berkaitan dengan angka produksi, tetapi juga memiliki posisi strategis untuk menjaga ketahanan energi Indonesia.

baca juga

Menurut Bonti, strategi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui percepatan eksplorasi wilayah baru, optimalisasi lapangan eksisting menggunakan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR), serta perbaikan iklim investasi sudah berada di jalur yang tepat.

“Dari sudut pandang kebijakan publik, kombinasi tiga strategi tersebut dinilai tepat sasaran karena mengadopsi pendekatan tritunggal intervensi kebijakan, intervensi jangka pendek, jangka panjang, dan penyediaan fasilitas fiskal, untuk menyelesaikan akar masalah penurunan produksi hulu migas,” jelas Bonti.

Bonti menjelaskan optimalisasi lapangan eksisting menjadi salah satu langkah penting karena mayoritas lapangan minyak Indonesia merupakan lapangan tua yang mengalami penurunan produksi secara alamiah.

Penggunaan teknologi EOR dapat menjadi strategi jangka pendek dan menengah untuk mengoptimalkan produksi dari lapangan yang sudah beroperasi. Sementara itu, eksplorasi wilayah baru diperlukan untuk menjaga keberlanjutan cadangan dan produksi dalam jangka panjang.

Selain itu, perbaikan iklim investasi dinilai penting karena kegiatan eksplorasi hulu migas membutuhkan modal besar dan memiliki risiko tinggi.

Menurut Bonti, insentif fiskal, fleksibilitas skema kontrak hingga pemangkasan perizinan dapat meningkatkan daya tarik investasi hulu migas di Indonesia.

Di sisi lain, Fahmy melihat Indonesia masih memiliki potensi besar untuk meningkatkan produksi migas melalui pengembangan sejumlah wilayah. Salah satunya adalah Blok Masela di Maluku.

Menurut Fahmy, percepatan pengembangan Masela dapat menjadi salah satu sumber penting bagi produksi migas nasional ke depan.

"Kalau gas memang potensinya masih besar dan tersebar di berbagai daerah, termasuk Masela," kata Fahmy.

Fahmy bahkan mendorong keterlibatan Pertamina dalam pengembangan Blok Masela untuk mempercepat proyek tersebut. Menurutnya, Pertamina memiliki opsi mencari pendanaan melalui sumber internal maupun eksternal tanpa harus bergantung pada APBN.

"Kalau Pertamina masuk di Masela, maka ini akan mempercepat produksi dari Masela. Kemudian menghasilkan gas yang bisa menjadi pendapatan bagi negara,," pungkasnya..

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Spesifikasi KRI Ki Hadjar Dewantara yang Mau Dijual Prabowo, Harganya Rp700 Miliar?

Spesifikasi KRI Ki Hadjar Dewantara yang Mau Dijual Prabowo, Harganya Rp700 Miliar?

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:09 WIB

Subsidi BBM Dipangkas, 1 Juta Motor Listrik Disiapkan, IESR Ingatkan 2 Hal Penting

Subsidi BBM Dipangkas, 1 Juta Motor Listrik Disiapkan, IESR Ingatkan 2 Hal Penting

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 10:48 WIB

Prabowo Bakal Habiskan Rp4000 Triliun di 2027, Ini Perusahaan yang Bakal Cuan Besar

Prabowo Bakal Habiskan Rp4000 Triliun di 2027, Ini Perusahaan yang Bakal Cuan Besar

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 18:42 WIB

Terkini

Bongkar Pengelolaan Dana Umat, Transparansi Digital Jadi Kunci Perkuat Kepercayaan Publik

Bongkar Pengelolaan Dana Umat, Transparansi Digital Jadi Kunci Perkuat Kepercayaan Publik

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:22 WIB

Usai Habisi Nyawa Anak Sendiri, Ibu di Pamekasan Dibawa ke RSJ

Usai Habisi Nyawa Anak Sendiri, Ibu di Pamekasan Dibawa ke RSJ

Jatim | Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:14 WIB

AI, Kreator, dan Livestream Jadi Senjata Baru Bisnis, Meta Bidik Pasar Asia Pasifik

AI, Kreator, dan Livestream Jadi Senjata Baru Bisnis, Meta Bidik Pasar Asia Pasifik

Tekno | Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:13 WIB

Alasan Dibalik Pemberhentian Sementara Direktur Niaga Garuda Indonesia

Alasan Dibalik Pemberhentian Sementara Direktur Niaga Garuda Indonesia

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:07 WIB

Dana Kekayaan Norwegia: Waspadai Saham AI!

Dana Kekayaan Norwegia: Waspadai Saham AI!

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:58 WIB

Update Harga HP Lipat dari Berbagai Merek, Mana Paling Murah dan Worth It?

Update Harga HP Lipat dari Berbagai Merek, Mana Paling Murah dan Worth It?

Tekno | Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:57 WIB

SeaBank Bukukan Laba Rp749,26 Miliar pada Semester I 2026, Apa Pendorongnya?

SeaBank Bukukan Laba Rp749,26 Miliar pada Semester I 2026, Apa Pendorongnya?

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:56 WIB

Perpres Ojol Ditargetkan Terbit Akhir Agustus atau Awal September

Perpres Ojol Ditargetkan Terbit Akhir Agustus atau Awal September

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:49 WIB

Museum Nasional Jadi Playground Kreator, AI dan Teknologi Buka Jalan Cuan dari Karya Digital

Museum Nasional Jadi Playground Kreator, AI dan Teknologi Buka Jalan Cuan dari Karya Digital

Tekno | Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:42 WIB

Pengamat Sebut 2029 Jadi Penentu Nasib Dinasti Politik Jokowi: Kalau PSI Gagal, Wassalam!

Pengamat Sebut 2029 Jadi Penentu Nasib Dinasti Politik Jokowi: Kalau PSI Gagal, Wassalam!

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:40 WIB

×