Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.449,830
LQ45 631,032
Srikehati 307,374
JII 384,118
USD/IDR 17.851

Rupiah Menguat ke Rp17.840, Sikap Hawkish BI Jadi Penopang Mata Uang Garuda

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:36 WIB
Rupiah Menguat ke Rp17.840, Sikap Hawkish BI Jadi Penopang Mata Uang Garuda
Nilai tukar rupiah berbalik menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (19/8/2026). Penguatan mata uang Garuda terjadi setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya. Foto ANTARA.
baca 10 detik
  • Rupiah menguat ke Rp17.840 per dolar AS pada Rabu (19/8/2026).
  • Sikap hawkish BI dinilai menopang stabilitas rupiah.
  • Risalah FOMC The Fed berpotensi jadi katalis penguatan rupiah.

Suara.com - Nilai tukar rupiah berbalik menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (19/8/2026). Penguatan mata uang Garuda terjadi setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp17.840 per dolar AS. Posisi tersebut menguat 23 poin atau sekitar 0,12% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp17.863 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan rupiah salah satunya dipengaruhi keputusan BI yang kembali mempertahankan BI-Rate di level 5,75%.

"Rupiah ditutup menguat di level Rp17.840 per dolar AS, setelah hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI terkesan hawkish meski mempertahankan BI-Rate di 5,75 persen," kata Lukman saat dihubungi Suara.com.

Menurut dia, sikap tersebut menunjukkan komitmen BI untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi global. Kondisi tersebut turut memberikan sentimen positif bagi pergerakan mata uang Garuda.

"Sikap tersebut mencerminkan komitmen BI yang tetap kuat pada stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global, sehingga turut memberikan sentimen positif bagi rupiah," ujarnya.

Lukman menilai ruang penguatan rupiah masih terbuka, terutama dengan pasar yang menantikan hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed).

Menurutnya, risalah FOMC dapat menjadi katalis penting bagi pergerakan rupiah. Pasar akan mencermati apakah The Fed memberikan sinyal kebijakan yang lebih lunak atau less hawkish.

"Apabila dalam risalah pertemuan FOMC malam ini The Fed diharapkan memberikan pernyataan yang less hawkish menyusul serentetan data ekonomi AS yang lebih lemah akhir-akhir ini," jelas Lukman.

baca juga

Jika The Fed menunjukkan sikap yang lebih dovish, tekanan terhadap dolar AS berpotensi berkurang. Kondisi tersebut dapat memberikan ruang bagi rupiah dan mata uang negara berkembang lainnya untuk menguat.

Penguatan rupiah terjadi di tengah mayoritas mata uang Asia yang juga bergerak positif terhadap dolar AS.

Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di kawasan Asia setelah melonjak 1,26%. Posisi berikutnya ditempati yen Jepang yang menguat 0,29%.

Dolar Singapura juga naik 0,14%, disusul yuan China yang menguat 0,09%. Baht Thailand naik 0,03%, dolar Hong Kong bertambah 0,01%, sedangkan dolar Taiwan menguat tipis 0,003%.

Namun, tidak semua mata uang Asia mampu mempertahankan penguatan. Rupee India menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam setelah terkoreksi 0,07%.

Ringgit Malaysia juga melemah 0,06%, sementara peso Filipina turun tipis 0,05% terhadap dolar AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jelang Pengumuman Suku Bunga, Rupiah Tertekan Lawan Dolar AS

Jelang Pengumuman Suku Bunga, Rupiah Tertekan Lawan Dolar AS

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:45 WIB

Alasan BI Diproyeksi Pertahankan BI Rate 5,75 Persen di Agustus 2026

Alasan BI Diproyeksi Pertahankan BI Rate 5,75 Persen di Agustus 2026

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:14 WIB

Rupiah Takluk Lawan Dolar AS Hari Ini di Level Rp17.844

Rupiah Takluk Lawan Dolar AS Hari Ini di Level Rp17.844

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:54 WIB

Terkini

Rupiah Menguat ke Rp17.840, Sikap Hawkish BI Jadi Penopang Mata Uang Garuda

Rupiah Menguat ke Rp17.840, Sikap Hawkish BI Jadi Penopang Mata Uang Garuda

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:36 WIB

Ngecas Mobil Listrik Pakai Listrik Rumah 2.200 VA, Bisa? Ini Rincian Biaya Tambah Daya Home Charger

Ngecas Mobil Listrik Pakai Listrik Rumah 2.200 VA, Bisa? Ini Rincian Biaya Tambah Daya Home Charger

Otomotif | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:35 WIB

Berkat Digitalisasi, Verifikasi Penerima Bansos Kini Cukup 5 Menit dari Sebelumnya 200 Hari

Berkat Digitalisasi, Verifikasi Penerima Bansos Kini Cukup 5 Menit dari Sebelumnya 200 Hari

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:33 WIB

Mabuk Berat Intisari! Joshua Ngaku Lupa ke Polisi Ditanya Alasan Ngamuk dan Telanjang

Mabuk Berat Intisari! Joshua Ngaku Lupa ke Polisi Ditanya Alasan Ngamuk dan Telanjang

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:32 WIB

Good Will Hunting: Perjalanan Seorang Jenius Berdamai dengan Dirinya Sendiri

Good Will Hunting: Perjalanan Seorang Jenius Berdamai dengan Dirinya Sendiri

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:30 WIB

Harga Korek Api Naik 100 Kali Lipat di Jalur Gaza, Jadi Barang Paling Langka, Kenapa Bisa Begitu?

Harga Korek Api Naik 100 Kali Lipat di Jalur Gaza, Jadi Barang Paling Langka, Kenapa Bisa Begitu?

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:27 WIB

Bukan Jadi Ratu, WNI Korban Pengantin Pesanan di China Malah Wajib Layani 10 Orang di Satu Rumah

Bukan Jadi Ratu, WNI Korban Pengantin Pesanan di China Malah Wajib Layani 10 Orang di Satu Rumah

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:25 WIB

Tunggu Aku Sukses Nanti dan Kerja Keras yang Berubah Jadi Pembuktian Diri

Tunggu Aku Sukses Nanti dan Kerja Keras yang Berubah Jadi Pembuktian Diri

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:20 WIB

Wacana Amnesti Koruptor BUMN Sesat Berbahaya, Berpotensi Bikin Korupsi Makin Subur

Wacana Amnesti Koruptor BUMN Sesat Berbahaya, Berpotensi Bikin Korupsi Makin Subur

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:18 WIB

Galaxy Z Fold8 Bawa Layar Lipat 4:3, Samsung Fokus Ubah Cara Menikmati Konten

Galaxy Z Fold8 Bawa Layar Lipat 4:3, Samsung Fokus Ubah Cara Menikmati Konten

Tekno | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:17 WIB

×