Bakom Ungkap Digitalisasi Bansos Bisa Hemat Anggaran Negara hingga Rp 200 Triliun

Dicky Prastya

Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:55 WIB
Bakom Ungkap Digitalisasi Bansos Bisa Hemat Anggaran Negara hingga Rp 200 Triliun
ilustrasi bansos (Gemini)
baca 10 detik
  • Kepala Bakom Muhammad Qodari menyatakan penerapan Perlinsos Digital berpotensi menghemat APBN hingga Rp 200 triliun melalui perbaikan data.
  • Uji coba sistem di Surabaya berhasil mengoreksi kesalahan data dengan mengeluarkan ribuan warga tidak berhak dan memasukkan warga layak.
  • Digitalisasi penyaluran bantuan sosial ini bertujuan memastikan anggaran negara terserap secara adil dan tepat sasaran kepada masyarakat.

Suara.com - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari mengungkapkan penerapan sistem Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital berpotensi menghemat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 127 triliun hingga Rp 200 triliun.

Ia menjelaskan, angka penghematan ini didapatkan dari pembenahan akurasi data penerima bantuan sosial (bansos) yang bersumber dari alokasi anggaran perlindungan sosial APBN sebesar Rp 1.300 triliun.

Menurut Qodari, potensi efisiensi ini mengacu pada koreksi Dewan Ekonomi Nasional (DEN) tahun 2024 melalui penerapan prinsip Digital Public Infrastructure (DPI) serta pengintegrasian filter data lintas kementerian dan lembaga.

"Penerapan prinsip DPI dan penggunaan filter data yang lebih baik dalam program PKH dan BPNT berpotensi menghemat puluhan triliun rupiah anggaran pemerintah. Sementara itu apabila diterapkan pada berbagai program perlinsos lainnya potensi efisiensi diperkirakan mencapai Rp 127 hingga Rp 200 triliun mengacu pada koreksi Dewan Ekonomi Nasional pada tahun 2024," katanya dalam konferensi pers di Kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Qodari menegaskan, besarnya anggaran perlindungan sosial yang mencapai hampir 30 persen dari APBN menuntut keberadaan sistem terintegrasi agar penyaluran dana tidak bocor dan benar-benar dirasakan masyarakat yang berhak.

"Besarnya anggaran penyelindungan sosial yang mencapai sekitar Rp1.300 triliun atau hampir 30 persen dari APBN tentunya harus didukung sistem yang mampu memastikan bantuan agar kepaksasaran dan diterima oleh masyarakat yang benar-benar berhak. Jadi betul-betul adil ya, yang berhak menerima harus menerima, yang tidak berhak menerima tidak boleh menerima," tegasnya.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari (dok. BAKOM)
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari (dok. BAKOM)

Mengutip catatan Kementerian Sosial (Kemensos), sekitar 45 persen bansos selama ini masih mengalami inclusion error, yaitu kondisi ketika warga yang tidak berhak justru menerima bansos. Di sisi lain, masalah exclusion error membuat warga yang seharusnya dibantu malah tidak terdata.

Ia pun memperlihatkan uji coba Perlinsos Digital di Kota Surabaya, di mana sistem baru ini mampu membersihkan data penerima secara signifikan.

"Hasil pendataan di Surabaya menunjukkan, di Surabaya ada sekitar 25.000 KK yang tidak lagi memenuhi syarat sebagai penerima bantuan sosial. Nah ini inclusion error ini, inclusion error yang harus dikoreksi. Sementara sekitar 51.000 KK yang sebelumnya belum terdata justru berhak menerima bantuan. Nah ini exclusion error, jadi selama ini exclusion errornya averi 51.000 kakak, besar sekali," beber dia.

baca juga

Dia menambahkan, perbaikan data tersebut langsung memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang sebelumnya terabaikan.

"Bayangkan ada sekitar 51.000 kepala keluarga yang selama ini seharusnya menerima bantuan sosial tetapi belum mendapatkannya. Melalui digitalisasi perlinsos, mereka kini memperoleh haknya. Inilah wujud keadilan dalam penyaluran bantuan sosial," timpal dia.

Lebih lanjut, penataan ulang sistem bansos ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan setiap rupiah uang rakyat digunakan secara tepat dan bertanggung jawab.

"Potensi efisiensi tersebut sejalan dengan visi dan misi kepemimpinan Presiden Prabowo untuk memastikan anggaran negara digunakan secara efektif hingga manfaatnya dapat dirasakan," jelas Qodari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berkat Digitalisasi, Verifikasi Penerima Bansos Kini Cukup 5 Menit dari Sebelumnya 200 Hari

Berkat Digitalisasi, Verifikasi Penerima Bansos Kini Cukup 5 Menit dari Sebelumnya 200 Hari

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:33 WIB

Bakom Pamer Lulusan Sekolah Unggul Garuda Masuk Kampus Top Dunia Naik 177%

Bakom Pamer Lulusan Sekolah Unggul Garuda Masuk Kampus Top Dunia Naik 177%

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:06 WIB

Anggaran Pendidikan Naik Rp50,9 Triliun, SD-SMP Gratis Harus Segera Direalisasikan!

Anggaran Pendidikan Naik Rp50,9 Triliun, SD-SMP Gratis Harus Segera Direalisasikan!

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:35 WIB

Transaksi Judol Rp2,68 Miliar Terdeteksi di Keluarga Penerima Bansos Jawa Barat

Transaksi Judol Rp2,68 Miliar Terdeteksi di Keluarga Penerima Bansos Jawa Barat

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:30 WIB

RAPBN 2027: Pemerintah Siapkan Insentif Pajak Rp 632 Triliun, Tertinggi Sejak 2022

RAPBN 2027: Pemerintah Siapkan Insentif Pajak Rp 632 Triliun, Tertinggi Sejak 2022

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:12 WIB

RAPBN 2027: Daftar 10 Kementerian Lembaga dengan Anggaran Tertinggi, BGN Pertama Tapi Dipangkas

RAPBN 2027: Daftar 10 Kementerian Lembaga dengan Anggaran Tertinggi, BGN Pertama Tapi Dipangkas

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:48 WIB

Terkini

Kipas Angin Berdiri yang Bagus dan Awet Merek Apa? Ini 5 Rekomendasinya

Kipas Angin Berdiri yang Bagus dan Awet Merek Apa? Ini 5 Rekomendasinya

Lifestyle | Minggu, 06 September 2026 | 12:15 WIB

Jok Motor Hingga Jemuran Hitam Pekat, Warga Cileungsi Dikejutkan Debu Abu Vulkanik

Jok Motor Hingga Jemuran Hitam Pekat, Warga Cileungsi Dikejutkan Debu Abu Vulkanik

Jabar | Minggu, 06 September 2026 | 12:12 WIB

BNPB Beberkan Daftar Wilayah di Lampung Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

BNPB Beberkan Daftar Wilayah di Lampung Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Lampung | Minggu, 06 September 2026 | 12:10 WIB

Erupsi Anak Krakatau Diduga Tembus Lapisan Tropopause, Pakar BRIN Ungkap Dampak Iklimnya

Erupsi Anak Krakatau Diduga Tembus Lapisan Tropopause, Pakar BRIN Ungkap Dampak Iklimnya

News | Minggu, 06 September 2026 | 12:05 WIB

5 Pilihan Film Bioskop Pekan Ini, Temukan Tontonan Seru Akhir Pekanmu di Sini!

5 Pilihan Film Bioskop Pekan Ini, Temukan Tontonan Seru Akhir Pekanmu di Sini!

Your Say | Minggu, 06 September 2026 | 12:05 WIB

Waspada ISPA! Pemkot Bandar Lampung Siagakan Layanan Kesehatan Akibat Erupsi GAK

Waspada ISPA! Pemkot Bandar Lampung Siagakan Layanan Kesehatan Akibat Erupsi GAK

Lampung | Minggu, 06 September 2026 | 12:01 WIB

Erupsi Anak Krakatau Landa 15 Kecamatan di Banten-Lampung, Hujan Abu Capai Jakarta

Erupsi Anak Krakatau Landa 15 Kecamatan di Banten-Lampung, Hujan Abu Capai Jakarta

Banten | Minggu, 06 September 2026 | 12:00 WIB

KAI Luncurkan Stamp Rally Passport, Cara Baru Nikmati Perjalanan!

KAI Luncurkan Stamp Rally Passport, Cara Baru Nikmati Perjalanan!

Video | Minggu, 06 September 2026 | 12:00 WIB

Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Ini Kondisi Terkini Kota Lampung

Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Ini Kondisi Terkini Kota Lampung

Video | Minggu, 06 September 2026 | 11:51 WIB

Daftar Bandara Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Layanan Penerbangan Dihentikan

Daftar Bandara Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Layanan Penerbangan Dihentikan

Bisnis | Minggu, 06 September 2026 | 11:50 WIB

×