- Permata Bank Syariah dan DT Peduli salurkan Rp660 juta untuk 8 huntap.
- Bantuan diprioritaskan bagi penyintas bencana di Bireuen, Aceh.
- Pembangunan huntap ditargetkan pulihkan kehidupan sosial dan ekonomi warga.
Suara.com - Permata Bank Syariah bersama lembaga amil zakat DT Peduli merealisasikan bantuan kemanusiaan senilai Rp660 juta untuk pembangunan delapan unit hunian tetap (huntap) bagi penyintas bencana di Bireuen, Aceh.
Penyaluran dana tersebut secara resmi dilakukan pada Senin (10/8/2026), bertepatan dengan agenda kajian publik yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Prosesi penyerahan dokumen bantuan turut disaksikan tokoh agama KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym di hadapan ribuan jemaah.
Program tersebut diarahkan untuk mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana, khususnya dalam mendapatkan tempat tinggal yang aman dan layak. Pembangunan huntap juga diharapkan dapat menjadi pijakan bagi warga untuk kembali menjalankan aktivitas sosial dan ekonomi secara normal.
Group Head Sharia Business Unit Permata Bank Muhammed Pinto mengatakan pembangunan delapan unit rumah tersebut merupakan bentuk intervensi langsung untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat pascabencana.
“Kami menargetkan delapan unit rumah ini dapat berfungsi sebagai fondasi awal bagi warga Bireuen untuk kembali beraktivitas secara normal. Program ini sejalan dengan komitmen kami untuk mendistribusikan manfaat sosial secara tepat sasaran, dengan prioritas utama pada wilayah-wilayah yang paling membutuhkan,” ujar Pinto.
Sementara itu, Ketua UPZDK Permata Bank Syariah Awaludin Gumbira menegaskan pentingnya pengawasan dalam penyaluran dana sosial. Menurutnya, akuntabilitas menjadi bagian penting agar bantuan yang dihimpun dapat diterima masyarakat yang memang membutuhkan.
“Setiap aliran dana sosial diawasi dengan sistem internal yang terukur, sehingga distribusinya akurat sesuai daftar penerima manfaat. Transparansi menjadi prinsip utama yang kami pegang dalam setiap tahapan penyaluran,” kata Awaludin.
Dari sisi pelaksanaan, DT Peduli akan mengawal pembangunan huntap secara langsung di wilayah Bireuen. Direktur Utama DT Peduli Jajang Nurjaman memastikan pembangunan akan dilakukan sesuai tenggat waktu dan memperhatikan standar kelayakan bangunan untuk kawasan terdampak bencana.
“Kami akan memastikan kelancaran pembangunan fisik huntap di Bireuen berjalan sesuai tenggat waktu serta memenuhi standar kelayakan struktur bangunan kebencanaan,” tegas Jajang.