Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.501,585
LQ45 638,736
Srikehati 310,420
JII 390,270
USD/IDR 17.774

Kemasan Rokok Polos Mau Diterapkan, Pengusaha Minta Dampak Ekonomi Dihitung

Achmad Fauzi

Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:35 WIB
Kemasan Rokok Polos Mau Diterapkan, Pengusaha Minta Dampak Ekonomi Dihitung
Ilustrasi kemasan rokok.
baca 10 detik
  • Ketua Bidang Kebijakan Publik APINDO Sutrisno Iwantono meminta pemerintah mempertimbangkan dampak ekonomi kemasan rokok polos pada Jumat (21/8/2026).
  • Kebijakan tersebut berpotensi merugikan seluruh ekosistem industri tembakau mulai dari petani, buruh, distributor, hingga pedagang kecil di berbagai daerah.
  • P3I juga menilai aturan ini mempersempit ruang promosi dan menghilangkan identitas merek serta karakteristik produk tembakau.

Suara.com - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apind) meminta pemerintah mempertimbangkan dampak ekonomi secara menyeluruh sebelum menerapkan aturan kemasan rokok polos atau plain packaging.

Ketua Bidang Kebijakan Publik APINDO Sutrisno Iwantono mengatakan, dunia usaha memahami tujuan pemerintah dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Namun, kebijakan tersebut juga perlu memperhitungkan dampaknya terhadap ekonomi, tenaga kerja, hingga penerimaan negara.

"Namun demikian pada saat yang sama tentu kita juga punya hitung-hitungan ya pertimbangan secara ekonomi, tenaga kerja, dan penerimaan negara itu perlu dilihat secara komprehensif sehingga kemudian menghasilkan value yang bermanfaat tinggi bagi masyarakat dan negara," ujarnya seperti dikutip, Jumat (21/8/2026).

Menurut Sutrisno, penerapan plain packaging akan memberikan dampak terhadap ekosistem industri hasil tembakau (IHT) dari sektor hulu hingga hilir.

Asosiasi Petani Cengkeh Indonesia (APCI) menolak rencana pemerintah menerapkan penyeragaman kemasan rokok karena dinilai berpotensi menekan industri hasil tembakau (IHT) dan berdampak langsung terhadap perekonomian sekitar 1,5 juta petani cengkeh di Indonesia. Foto Suara.com
ilustrasi kemasan rokok polos. Foto Suara.com

Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh produsen produk tembakau, tetapi juga kelompok masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari mata rantai industri tersebut.

Mulai dari petani tembakau, buruh linting di pabrik, distributor, hingga jutaan pedagang kecil di berbagai daerah berpotensi terdampak. Sektor industri periklanan juga tidak terlepas dari dampak kebijakan tersebut.

Karena itu, Apindo meminta pemerintah melihat kebijakan plain packaging secara komprehensif. Menurut Sutrisno, tujuan peningkatan kesehatan masyarakat perlu berjalan beriringan dengan pertimbangan terhadap kondisi ekonomi nasional.

Sebelumnya, Ketua Badan Pengawas Periklanan Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) Susilo Dwihatmanto juga menyoroti dampak plain packaging terhadap industri periklanan.

Ia mengatakan kontribusi belanja iklan dari produk tembakau dan rokok elektrik sebenarnya telah mengalami penurunan cukup signifikan dalam 10 tahun terakhir. Saat ini, porsi anggaran iklan dari sektor tembakau berada di bawah 10 persen.

baca juga

Meski demikian, rencana penerapan plain packaging tetap menjadi perhatian karena dinilai semakin mempersempit ruang promosi produk tembakau, khususnya produk tembakau elektrik yang banyak melakukan promosi.

Susilo menilai industri hasil tembakau di Indonesia sudah menghadapi berbagai pembatasan, baik melalui regulasi nonfiskal maupun fiskal. Pembatasan tersebut antara lain mencakup jam tayang iklan di televisi, larangan pemasangan papan reklame di sejumlah lokasi, hingga kenaikan cukai.

Ia juga menilai kemasan memiliki fungsi penting bagi sebuah produk karena menjadi sarana komunikasi dan identitas merek.

“Desain packaging itu untuk memberikan identitas pada suatu produk atau brand, jadi kemasan rokok itu kalau bahasa kerennya silent salesman: alat komunikasi yang bekerja tanpa kata. Jadi ketika kita melihat packaging sudah menerangkan ini rokok elektrik atau rokok biasa, filter atau yang non-filter, itu ‘kan termasuk warnanya, logo, tipografi, desain kemasan itu untuk membangun identitas merek,” paparnya.

Susilo khawatir hilangnya elemen visual pada kemasan akan membuat seluruh produk terlihat seragam. Padahal, setiap produk memiliki karakteristik bahan baku, kualitas, serta segmentasi harga yang berbeda.

Rencana plain packaging tersebut saat ini masuk dalam Rancangan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes). Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperketat pengaturan produk tembakau, namun mendapat perhatian dari pelaku usaha karena potensi dampaknya terhadap ekosistem ekonomi yang lebih luas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemasan Rokok Polos Bikin Efek Domino, Industri Kreatif Bisa Sepi Job

Kemasan Rokok Polos Bikin Efek Domino, Industri Kreatif Bisa Sepi Job

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 09:39 WIB

Ekonomi RI Tumbuh 5,29%, Tapi Mengapa Dunia Usaha Masih Tertekan?

Ekonomi RI Tumbuh 5,29%, Tapi Mengapa Dunia Usaha Masih Tertekan?

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Rokok Ilegal Diprediksi Naik 42 Persen Jika Aturan Kemasan Polos Dijalankan

Rokok Ilegal Diprediksi Naik 42 Persen Jika Aturan Kemasan Polos Dijalankan

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 16:57 WIB

Terkini

BRI Hadirkan Qlola New Skin, Perkuat Solusi Digital untuk Nasabah Bisnis

BRI Hadirkan Qlola New Skin, Perkuat Solusi Digital untuk Nasabah Bisnis

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:31 WIB

Rice Cooker Cosmos Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan Terbaik yang Murah dan Laris Manis

Rice Cooker Cosmos Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan Terbaik yang Murah dan Laris Manis

Lifestyle | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:30 WIB

BRI Perkuat Ekosistem Emas Nasional dengan Kelolaan Mencapai 153 Ton

BRI Perkuat Ekosistem Emas Nasional dengan Kelolaan Mencapai 153 Ton

Banten | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:29 WIB

Kejar Program B50, Bantuan Peremajaan Sawit Naik Jadi Rp60 Juta/Hektare

Kejar Program B50, Bantuan Peremajaan Sawit Naik Jadi Rp60 Juta/Hektare

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:25 WIB

Misteri Hilangnya Fitra di Samudera Hindia: Lenyap dari Kamar Kapal

Misteri Hilangnya Fitra di Samudera Hindia: Lenyap dari Kamar Kapal

Jatim | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:25 WIB

BRI Dukung Arahan Presiden Optimalkan Potensi Emas Indonesia

BRI Dukung Arahan Presiden Optimalkan Potensi Emas Indonesia

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:23 WIB

Paus Leo XIV Dorong Pimpinan Gereja Sedunia Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Paus Leo XIV Dorong Pimpinan Gereja Sedunia Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:20 WIB

IHSG Masih Nyaman di Level 6.500 Pagi Ini, COIN dan PACK Meroket

IHSG Masih Nyaman di Level 6.500 Pagi Ini, COIN dan PACK Meroket

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:13 WIB

Penangguhan Tahanan Nyumarno Cs Ditolak Hakim, Kuasa Hukum Korban Soroti Alasan Permohonan

Penangguhan Tahanan Nyumarno Cs Ditolak Hakim, Kuasa Hukum Korban Soroti Alasan Permohonan

Jabar | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:12 WIB

Surut Saat Kemarau, Waduk Gajah Mungkur Disulap Jadi Ladang Padi

Surut Saat Kemarau, Waduk Gajah Mungkur Disulap Jadi Ladang Padi

Foto | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:00 WIB

×