- Tenaga penjualan berperan penting dalam mengedukasi masyarakat soal asuransi.
- BRI Life memiliki 1.693 agen berlisensi hingga semester I 2026.
- BRI Life meraih enam penghargaan TADEA AAJI 2026.
Suara.com - Pertumbuhan industri asuransi jiwa tidak cukup hanya ditopang oleh produk perlindungan yang semakin beragam. Di tengah kebutuhan masyarakat terhadap proteksi keuangan yang terus berkembang, kualitas tenaga penjualan menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan manfaat asuransi dapat dipahami dan diterima dengan tepat.
Direktur Keuangan PT Asuransi BRI Life, Lim Chet Ming, mengatakan tenaga penjualan memiliki peran strategis karena berada di garis depan dalam memberikan edukasi sekaligus menawarkan solusi perlindungan kepada masyarakat.
Menurut dia, masyarakat membutuhkan pemahaman yang jelas mengenai manfaat, kebutuhan, serta pentingnya memiliki perlindungan asuransi. Karena itu, peningkatan kompetensi dan profesionalisme tenaga penjualan menjadi bagian penting dalam membangun industri asuransi jiwa yang sehat dan berkelanjutan.
“Industri asuransi jiwa tidak hanya membutuhkan produk yang relevan, tetapi juga tenaga penjualan yang mampu memberikan pemahaman secara tepat kepada masyarakat mengenai pentingnya perlindungan asuransi,” ujar Chet Ming.
Ia menilai, tenaga penjualan yang memiliki kompetensi dan profesionalisme dapat membantu masyarakat menentukan solusi perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Hal ini sekaligus menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan kualitas layanan dan kepercayaan nasabah.
Hingga semester I 2026, BRI Life tercatat memiliki 1.693 tenaga penjualan atau agen berlisensi yang tersebar di berbagai jalur distribusi.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.428 orang merupakan Bancassurance Financial Advisor (BFA), 65 orang Personal Business Specialist (PBS), dan 200 orang berasal dari jalur Agency. Kinerja tenaga penjualan tersebut juga didukung oleh 29 jaringan kantor layanan BRI Life yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Chet Ming mengatakan pengembangan sumber daya manusia menjadi salah satu fokus perusahaan untuk menjaga kualitas layanan sekaligus memperkuat kemampuan tenaga penjualan dalam menghadapi kebutuhan masyarakat yang semakin beragam.
“Keberhasilan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mendorong pengembangan talenta, memperkuat kapabilitas tenaga penjualan, serta meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah,” katanya.
Upaya memperkuat kualitas tenaga penjualan tersebut turut mendapat pengakuan dalam ajang Top Agent & Distribution Excellence Awards (TADEA) 2026 yang diselenggarakan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) di Surabaya.
BRI Life berhasil membawa pulang enam penghargaan dalam ajang yang memberikan apresiasi kepada tenaga penjualan dan kanal distribusi industri asuransi jiwa tersebut.
Penghargaan BRI Life berasal dari sejumlah kategori, yakni Rookie, Leader, Top Agent, dan Top Agent Bancassurance.
Pada kategori Rookie, Muhammad Reza Sinaga (FA) dari Agency Win Streak meraih Rank 1 sebagai Top Leader by Recruit 2025.
Sementara pada kategori Leader, Candra Do’an (AM) dari Agency Win Streak meraih posisi pertama Top Leader by Recruit 2025 dengan 8.510 poin. Ia juga menempati peringkat keempat Top Leader by Premium 2025 dengan 3.164 poin.
Untuk kategori Top Agent, Ari Prabowo (FA) dari Agency Amazing berhasil menduduki Rank 10 Top Agent by Premium 2025.
Adapun pada kategori Top Agent Bancassurance, Tri Zahrotul Kholida berhasil meraih Rank 1 Top Agent Bancassurance by Policy 2025.
Chet Ming mengatakan penghargaan tersebut bukan hanya menjadi pencapaian individu, tetapi juga menjadi bentuk apresiasi terhadap dedikasi dan kerja keras seluruh insan BRI Life, terutama tenaga penjualan yang berhadapan langsung dengan masyarakat.
“Kami mengapresiasi pencapaian para tenaga penjualan BRI Life yang berhasil meraih penghargaan dalam TADEA 2026 AAJI. Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi individu yang menerima penghargaan, tetapi juga mencerminkan semangat BRI Life untuk terus meningkatkan kualitas, produktivitas, dan profesionalisme tenaga penjualan dalam menghadirkan solusi perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Chet Ming.