40 Ribu Penumpang Terlayani, Penerbangan Samarinda Tetap Stabil di Tengah Karhutla

Dythia Novianty

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:10 WIB
40 Ribu Penumpang Terlayani, Penerbangan Samarinda Tetap Stabil di Tengah Karhutla
Ilustrasi penerbangan sipil. (unplash.com/John McArthur)
baca 10 detik
  • Bandara APT Pranoto Samarinda melayani 40.336 penumpang secara stabil tanpa gangguan kabut asap karhutla hingga 21 Agustus 2026.
  • Pengelola bandara menyiapkan penyaring udara, fasilitas kesehatan, serta koordinasi lintas instansi sebagai langkah antisipasi ancaman kabut asap.
  • Masyarakat dilarang membakar lahan sekitar bandara karena dapat dikenai sanksi pidana berdasarkan Undang-Undang Penerbangan.

Suara.com - Aktivitas penerbangan di Bandara APT Pranoto, Samarinda, Kalimantan Timur, masih berjalan stabil meski ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menjadi perhatian di Pulau Kalimantan.

Kondisi ini menjadi penting bagi mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di Samarinda. Hingga 21 Agustus 2026, bandara masih mampu melayani lebih dari 40 ribu penumpang tanpa gangguan akibat kabut asap.

Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas I APT Pranoto, I Kadek Yuli Sastrawan, mengatakan sejauh ini kabut asap belum memengaruhi operasional penerbangan maupun jarak pandang di sekitar bandara.

“Sejauh ini belum ada, dan semoga tidak ada dampak terhadap operasional penerbangan maupun jarak pandang di bandara,” ujar Kadek dari laman Antara, Sabtu (22/8/2026).

Berdasarkan catatan pengelola bandara, sepanjang 1-21 Agustus 2026, APT Pranoto melayani 40.336 pengguna jasa penerbangan. Rinciannya, sebanyak 19.897 penumpang tiba di Samarinda, sementara 20.439 penumpang berangkat dari kota tersebut.

Angka tersebut menunjukkan konektivitas udara Samarinda masih bergerak normal di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap karhutla.

Bandara H. Asat Sampit yang dikepung Asap akibat kebakaran hutan. [Dok Kemenhub].
Bandara H. Asat Sampit yang dikepung Asap akibat kebakaran hutan. [Dok Kemenhub]

Bagi aktivitas ekonomi daerah, kelancaran penerbangan memiliki peran penting. Mobilitas pekerja, pelaku usaha, wisatawan, hingga distribusi kebutuhan melalui jalur udara bergantung pada kondisi operasional bandara yang tetap aman.

Bandara Siapkan Antisipasi Kabut Asap

Meski belum berdampak terhadap penerbangan, pengelola APT Pranoto tidak menunggu hingga kondisi memburuk. Sejumlah langkah antisipasi telah disiapkan untuk menghadapi kemungkinan masuknya kabut asap ke kawasan bandara.

baca juga

Area terminal penumpang telah dilengkapi pendingin udara dan alat penyaring udara. Fasilitas kesehatan melalui Balai Karantina Kesehatan juga disiagakan untuk membantu pengguna jasa apabila kualitas udara menurun.

Jika kondisi asap mulai berdampak terhadap kesehatan, pengguna jasa akan diimbau menggunakan masker.

Otoritas bandara juga berkoordinasi dengan BMKG, AirNav, kepolisian, dan maskapai penerbangan untuk memantau perkembangan cuaca, jarak pandang, serta potensi gangguan terhadap operasional penerbangan.

Langkah tersebut menjadi penting karena kabut asap dapat mengganggu jarak pandang dan pada akhirnya berpengaruh terhadap keselamatan serta kelancaran penerbangan.

Masyarakat yang tinggal di sekitar bandara juga diminta tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan. Aktivitas pembakaran yang mengganggu operasional dan keselamatan penerbangan dapat dikenai sanksi pidana dan denda sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.

Untuk sementara, aktivitas penerbangan Samarinda masih stabil. Namun, perkembangan karhutla tetap menjadi faktor yang perlu dipantau karena gangguan pada konektivitas udara dapat berdampak lebih luas terhadap mobilitas dan aktivitas ekonomi di Kalimantan Timur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Karhutla Riau Makin Meluas, Ratusan Hektare Lahan Terbakar

Karhutla Riau Makin Meluas, Ratusan Hektare Lahan Terbakar

Foto | Kamis, 20 Agustus 2026 | 07:30 WIB

Tak Ada Pembatalan, Penerbangan ke NTT Masih Normal

Tak Ada Pembatalan, Penerbangan ke NTT Masih Normal

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:03 WIB

Miris! Potret Upacara HUT RI di Tengah Kepungan Karhutla Sumsel

Miris! Potret Upacara HUT RI di Tengah Kepungan Karhutla Sumsel

Foto | Senin, 17 Agustus 2026 | 15:50 WIB

Meski Bangunan Retak Pasca Gempa, Layanan Penerbangan Tetap Berjalan di NTT

Meski Bangunan Retak Pasca Gempa, Layanan Penerbangan Tetap Berjalan di NTT

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:31 WIB

Bandara Husein Sastranegara Bandung Kembali Layani Pesawat Jet Komersial

Bandara Husein Sastranegara Bandung Kembali Layani Pesawat Jet Komersial

Foto | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Palembang Sangat Tidak Sehat

Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Palembang Sangat Tidak Sehat

Foto | Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:33 WIB

Terkini

Prabowo Ultimatum Koruptor: Bertobat dan Kembalikan Uang, atau Tunggu Waktunya!

Prabowo Ultimatum Koruptor: Bertobat dan Kembalikan Uang, atau Tunggu Waktunya!

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:54 WIB

25 Ribu Mahasiswa Diterjunkan Tangani Sampah Bandung Raya, Target Kurangi 1.000 Ton per Hari

25 Ribu Mahasiswa Diterjunkan Tangani Sampah Bandung Raya, Target Kurangi 1.000 Ton per Hari

Jabar | Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:54 WIB

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, John Herdman Keluar dari Bayang-bayang STY?

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, John Herdman Keluar dari Bayang-bayang STY?

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:49 WIB

Ratusan Ribu Warga Banten Terpapar Influenza A, Dinkes: Penularan Cepat

Ratusan Ribu Warga Banten Terpapar Influenza A, Dinkes: Penularan Cepat

Banten | Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:49 WIB

Beres-beres Lapas Cibinong, Mungkinkah Penjara RI Bersih dari Pungli?

Beres-beres Lapas Cibinong, Mungkinkah Penjara RI Bersih dari Pungli?

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:46 WIB

Palmex Medan 2026 Bidik Transaksi 100 Juta Dolar AS

Palmex Medan 2026 Bidik Transaksi 100 Juta Dolar AS

Sumut | Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:46 WIB

Media Asing Soroti Nasib Gibran Jelang Putusan MK Malam Ini: Risiko Politik bagi Prabowo

Media Asing Soroti Nasib Gibran Jelang Putusan MK Malam Ini: Risiko Politik bagi Prabowo

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:46 WIB

UU Ketenagakerjaan Disahkan, Pakar Nilai Pembahasan Terburu-buru dan Sarat Kompromi

UU Ketenagakerjaan Disahkan, Pakar Nilai Pembahasan Terburu-buru dan Sarat Kompromi

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:44 WIB

Prabowo Bagikan 160 Becak Listrik Pindad Gratis untuk Tukang Becak Lansia di Kota Bogor

Prabowo Bagikan 160 Becak Listrik Pindad Gratis untuk Tukang Becak Lansia di Kota Bogor

Bogor | Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:42 WIB

TPA Sarimukti Terancam Penuh November 2026, Lebih Cepat dari Perkiraan

TPA Sarimukti Terancam Penuh November 2026, Lebih Cepat dari Perkiraan

Jabar | Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:38 WIB

×