Suara.com - Sejumlah pelajar berangkat sekolah menggunakan perahu tradisional melewati kawasan yang diselimuti kabut asap di Sungai Ogan, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (13/8/2026).
Kabut asap tersebut merupakan dampak dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di berbagai Kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan.
Berdasarkan citra satelit Himawari-9 yang dipantau Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Kamis (13/8) pukul 10:00 WIB, terdeteksi sebaran asap di Sumsel, Kalbar, Kalteng dan Kalsel. Kualitas udara Palembang masuk kategori sangat tidak sehat.
BPBD Sumsel mencatat 7.050 titik panas terdeteksi sejak 1 Januari hingga 10 Agustus 2026. Pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi meluasnya karhutla selama puncak musim kemarau.
Kabut asap juga berdampak pada jarak pandang di sejumlah wilayah. BMKG sebelumnya melaporkan asap karhutla di Ogan Ilir bahkan nyaris menyelimuti ruas Tol Palembang-Indralaya, sehingga pengguna jalan diminta meningkatkan kewaspadaan. [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/YU]