- Prabowo ancam cabut izin korporasi yang terbukti bakar hutan.
- Polisi, jaksa, dan intelijen diminta menyelidiki perusahaan.
- Prabowo tegaskan pemerintah tak main-main soal karhutla.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto memberikan peringatan keras kepada korporasi yang terlibat dalam pembakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemerintah bahkan siap mencabut seluruh izin perusahaan apabila ditemukan bukti keterlibatan dalam aksi pembakaran hutan.
Peringatan tersebut disampaikan Prabowo dalam Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla di Pekanbaru, Riau, Senin (24/8/2026). Ia meminta kepolisian, kejaksaan, hingga intelijen untuk menyelidiki perusahaan yang diduga terlibat dalam praktik pembakaran hutan untuk membuka lahan.
Prabowo menegaskan, pemerintah tidak akan memberikan toleransi apabila penyelidikan menemukan indikasi kuat dan bukti keterlibatan korporasi.
"Kalau ada korporasi yang menyuruh itu (membuka lahan dengan pembakaran hutan) saya minta polisi, kejaksaan selidiki, intelijen selidiki," tegas Prabowo dalam rapat yang disiarkan secara virtual, Senin (24/8/2026).
Menurutnya, apabila ditemukan bukti yang jelas, pemerintah tidak akan segan mencabut izin perusahaan tersebut.
"Kalau ada indikasi segera laporan kita segera cabut siapapun korporasi apapun, ada sedikit indikasi mereka ikut menyuruh membakar-bakar kita cabut izinnya," lanjutnya.
Prabowo bahkan menekankan bahwa ancaman pencabutan izin tersebut berlaku terhadap seluruh korporasi yang terbukti terlibat.
"Seluruh izin korporasi itu kita cabut. Saya tidak main-main ya, tolong," tegasnya.
Prabowo juga menyoroti pentingnya peran aparat penegak hukum dalam mencegah dan menindak praktik pembakaran hutan. Ia meminta kepolisian menjalankan fungsi penegakan hukum secara maksimal dan tidak lengah dalam mengawasi potensi karhutla.
"Kepolisian saya kira di sini main peran yang sangat penting," kata Prabowo.