- Analis BNI Sekuritas memprediksi IHSG berpeluang rebound pada Rabu, 26 Agustus 2026, setelah bertahan di atas area support 6.500.
- Peluang pembalikan arah IHSG didorong oleh sentimen positif dari penguatan bursa saham Wall Street dan mayoritas kawasan Asia Pasifik.
- Sebelumnya pada perdagangan lalu, IHSG melemah 0,37 persen akibat aksi jual bersih investor asing mencapai Rp556 miliar.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan memiliki peluang besar untuk keluar dari zona merah dan mengalami pembalikan arah (rebound) pada perdagangan hari ini.
Sentimen positif dari pasar global dan regional, khususnya penguatan bursa saham Amerika Serikat (Wall Street) serta mayoritas indeks di kawasan Asia Pasifik, diprediksi menjadi penopang utama pergerakan indeks domestik.
Pada penutupan perdagangan sebelumnya, IHSG tercatat melemah 0,37 persen. Koreksi tersebut diwarnai oleh aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing yang mencapai sekitar Rp556 miliar.
Beberapa saham kapitalisasi besar yang menjadi sasaran utama pelepasan portofolio asing antara lain PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Indosat Tbk (ISAT), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).
Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman, CFP®, menjelaskan bahwa IHSG saat ini berada dalam posisi teknikal yang cukup solid setelah berhasil bertahan di atas area support kuatnya.
"IHSG berpotensi rebound hari ini, setelah tertahan di area support kuat di level 6.500," ujar Fanny dalam riset harian BNI Sekuritas, dikutip pada Rabu (26/8/2026).
Untuk pergerakan hari ini, BNI Sekuritas memproyeksikan area support IHSG berada pada rentang 6.400–6.500, sementara level resistance diperkirakan menguji rentang 6.550–6.600.
Wall Street dan Bursa Asia Kompak Menguat
Dorongan sentimen global datang dari penguatan tiga indeks utama Wall Street pada perdagangan Selasa (25/8). Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 0,30%, S&P 500 naik 0,32%, dan Nasdaq Composite memimpin dengan kenaikan 0,66%. Penguatan pasar saham AS didorong oleh aksi rebound saham-saham sektor teknologi menjelang rilis laporan kinerja keuangan raksasa chip kecerdasan buatan (AI), Nvidia.
Saham Nvidia tercatat menguat 2,2%, Meta naik hampir 2%, Micron bertambah 2,5%, serta Advanced Micro Devices (AMD) melonjak 4,9% usai Raymond James menaikkan peringkat sahamnya. Di sektor lain, saham perusahaan bioteknologi Moderna melesat 14% seiring kenaikan target harga oleh Barclays.
Para pelaku pasar global saat ini menantikan rilis data Pengeluaran Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE) yang diharapkan memberikan gambaran jelas terkait laju inflasi. Selain itu, pidato Ketua The Fed Kevin Warsh pada simposium tahunan di Jackson Hole, Wyoming, juga menjadi fokus perhatian investor untuk membaca arah kebijakan moneter bank sentral AS ke depan.
Seirama dengan Wall Street, mayoritas bursa Asia Pasifik juga ditutup menguat pada perdagangan Selasa (25/8). Indeks Nikkei 225 Jepang dan Topix kompak naik 0,5%, disokong penguatan saham Tokyo Electron (0,47%) dan Kioxia (0,65%).
Indeks KOSPI Korea Selatan terangkat 0,68% ditopang kenaikan SK Hynix sebesar 0,42%, sementara indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,68% dan S&P/NZX 50 Selandia Baru menguat 0,8%.
Ide Trading Saham Pilihan Hari Ini
Mencermati dinamika pasar tersebut, BNI Sekuritas membagikan beberapa ide perdagangan (trading ideas) harian yang dapat dicermati oleh para investor:
PT Indika Energy Tbk (INDY): Direkomendasikan Speculative Buy pada area beli Rp2.680–Rp2.720. Batasi risiko (cutloss) jika menembus di bawah Rp2.680, dengan target harga terdekat pada rentang Rp2.760–Rp2.810.
PT Akasha Wira International Tbk (PADA): Direkomendasikan Speculative Buy pada area beli Rp226–Rp230. Cutloss jika berada di bawah Rp226, dengan target harga terdekat di Rp236–Rp242.
PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR): Direkomendasikan Speculative Buy pada area beli Rp1.675–Rp1.680. Batasi risiko cutloss di bawah Rp1.665, dengan target kenaikan terdekat Rp1.700–Rp1.740.
PT Bukit Sentul Tbk (BKSL): Direkomendasikan Buy on Weakness pada area beli Rp74–Rp76. Batasi risiko cutloss di bawah level Rp72, dengan target harga terdekat pada rentang Rp78–Rp82.
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO): Direkomendasikan Buy if Break pada level Rp1.070, dengan target harga terdekat pada rentang Rp1.100–Rp1.120. Batasi risiko cutloss di bawah Rp1.050.
PT BW Plantation Tbk (BWPT): Direkomendasikan Speculative Buy pada area beli Rp106–Rp107. Cutloss jika berada di bawah Rp104, dengan target kenaikan terdekat di rentang Rp109–Rp111.
Selain saham-saham di atas, Redaksi Suara.com juga memperhatikan sejumlah saham, seperti BUMI, ARKO, JARR, dan INET.
Disclaimer: Artikel ini menyajikan analisis teknikal dan rangkuman informasi pasar saham untuk tujuan edukasi dan informasi semata, bukan merupakan ajakan atau rekomendasi mutlak untuk membeli atau menjual instrumen investasi tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor dengan mempertimbangkan risiko keuangan pribadi.