- IHSG ditutup menguat 1,81% di level 6.521,75 pada Kamis, 27 Agustus 2026, meskipun terjadi demonstrasi di DPR RI.
- Penguatan IHSG dipicu respons positif pelaku pasar terhadap target pengesahan Undang-Undang Perampasan Aset oleh DPR RI di Jakarta.
- Bursa saham global turut menguat karena kinerja impresif saham teknologi Amerika Serikat yang dipimpin oleh perusahaan Nvidia.
Suara.com - Pasar saham Indonesia menutup perdagangan Kamis (27/8/2026) dengan torehan positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan sebesar 1,81% hingga bertengger di level 6.521,75. Penguatan ini terjadi di tengah berlangsungnya aksi demonstrasi di kawasan Gedung DPR RI, Jakarta.
Melonjaknya IHSG dipicu oleh respons positif para pelaku pasar terhadap sinyal dan target pengesahan Undang-Undang Perampasan Aset oleh DPR RI. Regulasi ini dinilai menjadi angin segar bagi kepastian hukum serta transparansi tata kelola di tanah air.
Seluruh sektor saham kompak parkir di zona hijau. Sektor industri memimpin penguatan dengan lonjakan 3,95%, disusul sektor barang konsumen non-primer sebesar 3,79%, dan sektor kesehatan naik 3,76%.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar (big caps) seperti PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turut menjadi penopang utama laju indeks.
Meskipun menguat tajam, perdagangan kemarin diwarnai aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing senilai sekitar Rp113 miliar. Beberapa saham yang paling banyak dilepas asing antara lain PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT Astra International Tbk (ASII).
Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memproyeksikan IHSG berpotensi bergerak sideways pada perdagangan hari ini. Area support indeks diperkirakan berada di rentang 6.440–6.500, sementara area resistance berada pada level 6.550–6.580.
Rebound Wall Street dan Bursa Asia
Pasar saham global juga kompak menguat ditopang oleh kinerja impresif raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Nvidia. Proyeksi pendapatan Nvidia yang sangat kuat memicu rally saham teknologi dan meredakan kekhawatiran pasar.
Di Wall Street, indeks S&P 500 menguat 0,72%, Nasdaq Composite melonjak 1,57%, dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,20%. Saham Nvidia melesat 8,7%, disusul kenaikan signifikan pada saham perangkat lunak seperti Salesforce yang melonjak 22,6% dan CrowdStrike naik 20,5%. Di pasar komoditas, harga minyak mentah bursa Brent naik lebih dari US$2 per barel di tengah eskalasi isu geopolitik AS-Iran.
- Momen Massa Bakar Ban di Depan DPR
Baca Juga
Bursa saham Asia diperdagangkan bervariasi (mixed). Penguatan signifikan terjadi pada pasar saham Korea Selatan di mana indeks Kospi melesat 1,53% dan Kosdaq naik 1,3%, terdongkrak lonjakan saham emiten semikonduktor seperti Samsung Electronics (+1,72%) dan SK Hynix (+2,49%).
Penopang tambahan datang dari Bank of Korea (BoK) yang menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Korsel tahun 2026 dari 2,6% menjadi 3,3%. Di Jepang, indeks Nikkei 225 terkoreksi tipis 0,2%, sedangkan indeks Topix menguat 0,15%.
Rekomendasi Saham Pilihan (Trading Idea)
BNI Sekuritas merekomendasikan enam saham yang dapat dicermati pelaku pasar untuk perdagangan hari ini:
DMAS (PT Puradelta Lestari Tbk)
Strategic Choice: Speculative Buy
Area Beli: 177 – 179
Target Harga Dekat: 182 – 186
Cutloss: Di bawah 175