- Indeks Harga Saham Gabungan dibuka menguat ke level 6.535 pada awal perdagangan Jumat, 28 Agustus 2026.
- BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak campuran hingga positif dengan level support 6.360 hingga 6.400.
- Pelaku pasar domestik dan global menantikan pidato Chairman The Fed terkait arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terbang pada awal perdagangan, Jumat, 28 Agustus 2026. IHSG dibuka menguat ke level 6.535.
Berdasarkan data Stockbit, hingga pukul 09.04 WIB, IHSG masih melesat 0,49 persen ke level 6.553.
Pada perdagangan waktu itu sebanyak 2,30 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nila transaksi mencapai Rp1,04 triliun serta frekuensi sebesar 139.720 kali.
Di waktu itu, terdapat 333 saham menghijau, sedangkan, 138 saham merosot. Sisanya, 492 saham masih belum bergerak alias stagnan.
![Ilustrasi pergerakan saham hari ini di IHSG BEI [Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/11/10/93883-ihsg-ilustrasi-saham-bursa-efek-indonesia.jpg)
Adapun, berikut beberpa saham yang Top Gainer dan Loser di waktu itu:
Top Gainer
- BIKE
- HGII
- BAPA
- CBUT
- POLU
Top Loser
- RGAS
- TMPO
- NICK
- SRAJ
- GRIA
Proyeksi IHSG
IHSG diproyeksikan bergerak mixed to positive pada perdagangan hari ini. Pelaku pasar akan mencermati sejumlah sentimen global dan domestik yang berpotensi memengaruhi arah indeks.
Berdasarkan riset BRI Danareksa Sekuritas, IHSG diproyeksikan memiliki level support 6.360-6.400 dan resistance 6.600-6.630.
Proyeksi tersebut muncul setelah IHSG berhasil rebound pada perdagangan Kamis (27/8/2026). IHSG ditutup menguat 1,81 persen ke level 6.521,75, setelah sehari sebelumnya terkoreksi 1,48 persen.
Penguatan IHSG berlangsung hingga penutupan meski indeks sempat menyentuh level terendah 6.376,65.
BRI Danareksa Sekuritas menyebut pasar merespons positif kondisi aksi demonstrasi yang relatif kondusif serta kepastian Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI).
Secara teknikal, IHSG berhasil rebound dari area MA20 di level 6.359 dan kembali ditutup di atas level 6.500.
"Struktur bullish jangka pendek masih terjaga, namun indeks kini kembali mendekati resistance trendline 6.600–6.630, sehingga perlu breakout untuk membuka ruang penguatan lebih lanjut," tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya.
Dengan posisi tersebut, investor akan mencermati apakah IHSG mampu menembus area resistance 6.600-6.630 atau justru kembali mengalami tekanan.
Dari pasar global, sentimen utama yang akan diperhatikan investor berasal dari Amerika Serikat.
Pada perdagangan sebelumnya, bursa Wall Street ditutup menguat. Dow Jones Industrial Average naik 0,20 persen ke level 53.569,44.
Kemudian S&P 500 menguat 0,72 persen ke level 7.730,99, sedangkan Nasdaq Composite melonjak 1,57 persen menjadi 26.541,35.
Perhatian investor selanjutnya tertuju pada pidato Chairman The Fed dalam simposium Jackson Hole pada Jumat (28/8/2026). Pelaku pasar akan mencermati sinyal mengenai arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat.
" Katalis selanjutnya akan tertuju pada pidato Chairman The Fed di Jackson Hole pada Jumat (28/8), terutama terkait arah kebijakan suku bunga AS," tulis BRI Danareksa Sekuritas.
Sementara dari dalam negeri, investor masih akan mencermati perkembangan setelah aksi demonstrasi serta stabilitas pasar setelah IHSG mengalami penguatan signifikan pada perdagangan Kamis.
BRI Danareksa Sekuritas juga mencantumkan tiga saham yang menjadi pilihan untuk dicermati investor, yakni EXCL, INET, dan HRUM.