- Nikotin menyebabkan adiksi, bukan pemicu utama kanker.
- Pembakaran rokok menghasilkan ribuan senyawa berbahaya.
- Kebijakan produk nikotin perlu berbasis data dan kajian ilmiah.
"Produk tembakau alternatif memiliki karakteristik yang berbeda dari rokok, maka menyamakannya justru tidak proporsional. Jadi perbedaan yang dilihat itu ada atau tidaknya proses pembakaran, misalnya. Kemudian jenis emisi atau aerosol yang dihasilkan, kandungan produk, pola konsumsi, potensi paparan terhadap orang lain, kemudian pola konsumsi di masyarakat. Ini semua basisnya sains," katanya.
Menurut Ariyo, semakin banyak penelitian yang tersedia akan membantu memberikan gambaran lebih komprehensif mengenai karakteristik produk, profil paparan dan potensi risikonya.
Hal tersebut juga dinilai penting dari sisi kebijakan. Regulasi produk berbasis nikotin membutuhkan data yang cukup agar dapat membedakan karakteristik masing-masing produk sekaligus memperhitungkan potensi risiko terhadap masyarakat.
"Kebijakan harus bertumpu pada data, kajian ilmiah, dan evaluasi berkala," tutup Ariyo.