- Platform kripto Bybit resmi membuka operasional di Indonesia pada tahun 2026 melalui akuisisi PT Enkripsi Teknologi Handal.
- Ekspansi ini didorong oleh pertumbuhan jumlah investor dalam negeri yang mencapai 22,93 juta akun per Juli 2026.
- Bybit berkomitmen berkolaborasi dengan regulator lokal untuk membangun platform keuangan digital yang mengutamakan perlindungan pengguna.
Suara.com - Bybit, platform perdagangan kripto, akhirnya membuka operasional di Indonesia. Hal ini untuk mengokomodir hasrat investor dalam negeri untuk berinvestasi di aset kripto,
CEO Bybit Indonesia Lawrence Samantha mengatakan, Indonesia memiliki potensi pasar yang besar bagi industri kripto. Salah satu indikatornya adalah pertumbuhan jumlah pengguna aset kripto yang terus meningkat.
"Pasti Indonesia punya market yang menarik buat mereka, pastinya. Kalau kita menarik, apa yang masuk kan? Indonesia sendiri kan kita ketahui juga top 5 juga growth di dunia," ujarnya saat berbincang dengan Suara.com, Rabu (2/9/2026).
Berdasarkan data OJK, jumlah investor kripto mencapai 22,93 akun orang pada Juli 2026. Pada periode yang sama, nilai transaksi aset kripto mencapai Rp20,52 triliun.
![Konferensi pers Bybit Indonesia yang digelar di Jakarta pada Selasa (11/8/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/12/86528-konferensi-pers-bybit-indonesia.jpg)
Menurut Lawrence, jumlah investor tersebut terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir, bahkan bisa meningkat hampir 50 persen dibandingkan pada kuartal II-2025.
“Dan kalau kita tarik mundur ke tahun lalu, kuartal-II tahun lalu kita masih 15 juta . Jadi dari setahun kita growthnya berapa? 50 persen Dari 16 ke 23, 24, hampir 50 persen," ucapnya.
Bukan Sekadar Bitcoin dan Ethereum
Menurut Lawrence, perkembangan industri kripto di Indonesia juga tidak lagi sebatas perdagangan Bitcoin maupun Ethereum. Aset kripto kini mulai berkembang menjadi bagian dari ekosistem aset keuangan digital yang lebih luas.
Ia menilai industri kripto kini mulai memasuki fase yang lebih matang dengan munculnya berbagai pemanfaatan baru. Salah satunya adalah stablecoin seperti USDT dan USDC.
"Bukan aset-asetnya bisa dibilang aset-aset ajaiblah. Yang digital banyak. Tapi itu mungkin dulu ya, sekarang ini kripto sudah mulai makin mature. Jadi mulai memanfaatkan kegunaan-kegunaannya, yang sekarang paling disorot dan di regulasi internet itu stablecoin, USDT, USDC, dan macam-macam sekarang katanya," bebernya.
Selain stablecoin, Lawrence menyoroti perkembangan tokenisasi aset. Menurutnya, aset seperti emas, obligasi, maupun saham mulai dapat direpresentasikan dalam bentuk token digital.
"Lalu juga mulai muncul narasi Real World Assets (RWA). RWA itu adalah yang token belakangnya emas, token belakangnya obligasi, belakangnya saham, belakangnya macam-macam gitu, dan dimana semua cross-border," katanya.
Perkembangan tersebut membuat batas antara aset kripto dan instrumen keuangan lainnya semakin beririsan. Kondisi itu pula yang menurut Lawrence mendorong Bybit mengembangkan diri tidak sekadar sebagai bursa aset kripto.
"Jadi makanya sekarang motonya untuk Bybit itu the next financial platform. Karena pelahan-lahan mungkin mulai bayas antara kripto dan non-kripto bisa mulai tipis. Kenapa? Karena definisi kriptonya sendiri juga meluas. Kalau tadinya mungkin kripto itu ya kripto, saham itu dunia sendiri," imbuhnya.
Bybit Masuk Lewat Entitas Lokal
![Cara Menyimpan Kripto Aman. [Pexels]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/03/22/36312-cara-menyimpan-kripto-aman.jpg)
Bybit Indonesia sendiri merupakan bagian dari Bybit Group. Platform kripyo ini juga baru mulai tahun 2026 setelah mengakuisisi entitas lokal, PT Enkripsi Teknologi Handal, operator platform perdagangan aset kripto NOBI.
Lawrence menjelaskan, keberadaan entitas lokal menjadi bagian dari strategi Bybit untuk menggarap pasar Indonesia. Secara global, Bybit juga telah beroperasi di berbagai kawasan, termasuk Eropa, Turki, Kazakhstan, Georgia, dan Afrika.
"Bybit di Indonesia sendiri bagian dari Bybit Group ya, di mana kalau di dunia itu mungkin bisa dibilang top 3 lah exchange, crypto exchange terbesar di dunia," bebernya.
Dengan pasar pengguna yang terus bertumbuh dan perkembangan aset kripto yang semakin beragam, Bybit melihat Indonesia bukan hanya sebagai pasar untuk perdagangan kripto, tetapi sebagai salah satu basis pengembangan layanan keuangan digital ke depan.
Sebelumnya, Sementara itu Co-founder dan CEO Bybit, Ben Zhou mengatakan kalau Indonesia merepresentasikan peluang yang signifikan bagi industri aset digital. Mamun pertumbuhan yang berkelanjutan hanya dapat terwujud melalui penyelarasan regulasi dan operasional yang bertanggung jawab.
"Bybit Indonesia mencerminkan komitmen kami untuk berkolaborasi secara konstruktif dengan otoritas lokal, menghormati kerangka regulasi nasional, serta membangun platform yang mengutamakan perlindungan pengguna, transparansi, dan integritas pasar dalam jangka panjang," beber dia.