Perokok Tak Juga Berkurang, Dunia Mulai Cari Jalan Keluar dari Rokok

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 03 September 2026 | 07:08 WIB
Perokok Tak Juga Berkurang, Dunia Mulai Cari Jalan Keluar dari Rokok
Upaya mengakhiri epidemi merokok di dunia dinilai membutuhkan strategi baru. Foto ist.
baca 10 detik
  • THR didorong sebagai pelengkap strategi pengendalian tembakau.
  • Produk nikotin tanpa asap dinilai berisiko lebih rendah dari rokok.
  • Indonesia berpeluang memimpin transformasi pengendalian tembakau ASEAN.

Pasalnya, jika alternatif legal semakin terbatas, konsumen berpotensi tetap bertahan pada rokok konvensional atau berpindah ke produk ilegal.

"Pelarangan terhadap produk alternatif yang memiliki risiko lebih rendah dibandingkan rokok berisiko membuat rokok tetap menjadi produk nikotin legal yang dominan atau mendorong permintaan beralih ke pasar ilegal," jelas mereka.

Mantan Direktur WHO Tikki Pangestu juga menilai pendekatan THR layak dipertimbangkan sebagai bagian dari strategi pengendalian tembakau.

Menurut Tikki, pemerintah selama ini telah menggunakan berbagai instrumen, mulai dari peringatan kesehatan, kawasan tanpa rokok hingga layanan berhenti merokok.

Namun, terdapat kelompok perokok dewasa yang belum berhasil berhenti melalui pendekatan tersebut.

Di kelompok inilah produk alternatif dengan profil risiko lebih rendah dinilai dapat menjadi salah satu opsi.

"Meskipun pemerintah telah menerapkan berbagai kebijakan untuk mengendalikan permintaan dan pasokan, seperti peringatan kesehatan serta program berhenti merokok, salah satu pendekatan yang masih belum dimanfaatkan secara optimal adalah Tobacco Harm Reduction," kata Tikki.

Ia mencontohkan pengalaman sejumlah negara.

Di Inggris, penggunaan rokok elektronik diperkirakan berkaitan dengan sekitar 20 ribu-30 ribu perokok dewasa yang berhasil berhenti merokok setiap tahun.

baca juga

Sementara di Jepang, penjualan rokok konvensional disebut turun hingga 52% setelah produk tembakau yang dipanaskan diperkenalkan.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan munculnya pandangan bahwa kebijakan pengendalian tembakau tidak harus berhenti pada strategi larangan dan pembatasan, tetapi juga dapat mempertimbangkan pergeseran konsumsi dari produk berisiko lebih tinggi menuju alternatif dengan risiko lebih rendah.

Pendekatan tersebut dinilai memiliki relevansi khusus bagi Indonesia.

Tikki menilai Indonesia memiliki peluang untuk menjadi salah satu pemimpin transformasi kebijakan pengendalian tembakau di kawasan ASEAN.

Posisi tersebut didukung oleh besarnya jumlah perokok dewasa Indonesia serta berkembangnya ekosistem riset di dalam negeri.

Sejumlah perguruan tinggi di Indonesia juga telah melakukan penelitian mengenai produk tembakau alternatif. Salah satu temuan yang dikemukakan adalah produk seperti rokok elektronik menghasilkan emisi zat berbahaya dan berpotensi berbahaya dalam jumlah lebih rendah dibandingkan rokok yang melalui proses pembakaran.

Namun, penerapan THR tetap membutuhkan regulasi yang ketat, berbasis bukti ilmiah dan membedakan antara perokok dewasa dengan kelompok yang belum menggunakan produk nikotin.

Hal tersebut penting agar strategi pengurangan risiko tidak justru menciptakan konsumen baru di kalangan non-perokok, terutama anak dan remaja.

Peluang Indonesia semakin besar mengingat ASEAN merupakan salah satu kawasan dengan konsumsi tembakau terbesar di dunia. Sekitar 25% pengguna tembakau global disebut berada di kawasan ASEAN.

"Indonesia memiliki posisi strategis untuk menjadi rujukan dalam pengembangan kebijakan THR yang proporsional dan berbasis bukti," ujar Tikki.

Menurutnya, jika strategi tersebut dapat menjadi bagian dari agenda Visi Indonesia 2045, kebijakan pengendalian tembakau tidak hanya berpotensi memberikan dampak terhadap kesehatan masyarakat, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam merumuskan kebijakan tembakau di tingkat regional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Korsleting Listrik dan Puntung Rokok Picu Ratusan Kebakaran di Jakarta Selama El Nino!

Korsleting Listrik dan Puntung Rokok Picu Ratusan Kebakaran di Jakarta Selama El Nino!

News | Rabu, 02 September 2026 | 15:28 WIB

Purbaya Siapkan Teknologi Canggih Baru Deteksi Cukai Rokok, Libatkan Perusahaan Asing

Purbaya Siapkan Teknologi Canggih Baru Deteksi Cukai Rokok, Libatkan Perusahaan Asing

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 20:47 WIB

Bahaya Rokok dan Produk Tembakau Alternatif

Bahaya Rokok dan Produk Tembakau Alternatif

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Terkini

Konsumsi Ayam dan Telur RI Masih Terendah di ASEAN, Ini Penyebab Utama Peternak Menjerit

Konsumsi Ayam dan Telur RI Masih Terendah di ASEAN, Ini Penyebab Utama Peternak Menjerit

Jogja | Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:52 WIB

Promo Diskon AZKO untuk Kebutuhan Rumah Tangga, Khusus Nasabah BRI

Promo Diskon AZKO untuk Kebutuhan Rumah Tangga, Khusus Nasabah BRI

Bri | Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:21 WIB

Cuma 25 Orang Pertama! Amankan Cashback Rp1 Juta untuk Pengajuan BRI Multiguna

Cuma 25 Orang Pertama! Amankan Cashback Rp1 Juta untuk Pengajuan BRI Multiguna

Bri | Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:11 WIB

Mau Ekspansi Bisnis Tanpa Ribet? Manfaatkan Program KI Solusi BRI 2026

Mau Ekspansi Bisnis Tanpa Ribet? Manfaatkan Program KI Solusi BRI 2026

Bisnis | Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Kampus ke Jalanan, Flamingo Revolution di Albania Makan Korban 272 Orang

Dari Kampus ke Jalanan, Flamingo Revolution di Albania Makan Korban 272 Orang

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Transaksi BRIVA Tanpa Beban, Nikmati Cashback 10 Persen Setiap Hari Lewat BRImo

Transaksi BRIVA Tanpa Beban, Nikmati Cashback 10 Persen Setiap Hari Lewat BRImo

Bri | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Rasakan Kebersamaan di Ajang Wilio Run 2026, Dapatkan Tiketnya via BRImo

Rasakan Kebersamaan di Ajang Wilio Run 2026, Dapatkan Tiketnya via BRImo

Bri | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:12 WIB

Persija Jakarta Women dan FC Bekasi City Women Berbagi Angka 1-1

Persija Jakarta Women dan FC Bekasi City Women Berbagi Angka 1-1

Banten | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kerusuhan Prancis Picu Kerugian Ratusan Juta Euro, 1.500 Toko Dijarah Perusuh

Kerusuhan Prancis Picu Kerugian Ratusan Juta Euro, 1.500 Toko Dijarah Perusuh

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Kabut Asap Karhutla Ganggu Ribuan Penerbangan, Pembatalan Tembus 1.324

Kabut Asap Karhutla Ganggu Ribuan Penerbangan, Pembatalan Tembus 1.324

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:00 WIB

×