Purbaya Siapkan Teknologi Canggih Baru Deteksi Cukai Rokok, Libatkan Perusahaan Asing

Dicky Prastya

Senin, 31 Agustus 2026 | 20:47 WIB
Purbaya Siapkan Teknologi Canggih Baru Deteksi Cukai Rokok, Libatkan Perusahaan Asing
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Dok. Kemenkeu]
baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta menyiapkan teknologi Track and Trace untuk memantau produksi rokok pabrik.
  • Teknologi baru hasil kerja sama Perum Peruri dan perusahaan asing ini bertujuan mempersempit pemalsuan pita cukai rokok.
  • Mesin pemantau produksi rokok tersebut saat ini sedang diuji coba secara terbatas di wilayah Jawa Tengah.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan teknologi baru untuk memantau produksi rokok secara langsung dari pabrik. Alat ini diklaim mempersempit pemalsuan dan penyalahgunaan pita cukai rokok.

Menkeu Purbaya menyatakan kalau teknologi ini dikembangkan oleh perusahaan asing yang bekerja sama dengan BUMN pencetak pita cukai, Perum Peruri.

"Jadi gini, kita sedang akan menerapkan teknologi baru. Namanya Track and Trace dari satu perusahaan. Kerja sama dengan Peruri. Nanti di situ cukainya enggak bisa dipalsu. Beda lagi Cukainya. Ada amart digital-nya," kata Purbaya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, dikutip Senin (31/8/2026).

Bendahara Negara mengklaim kalau alat ini bekerja dengan pemindai (scan) tapi lebih canggih dari barcode. Ia bahkan menyebut kalau teknologi ini hanya ada satu di dunia karena hanya perusahaan asing tersebut yang bisa membuatnya.

"Dan itu kita akan pakai. Di mana di rokoknya itu bisa, kalau bisa di cek pakai handphone. Dari mana asalnya dan segala macam. Nanti kalau itu kita akan tahu," lanjutnya.

Tak hanya itu, Purbaya juga menambahkan mesin khusus yang akan diletakkan di pabrik-pabrik rokok besar. Dengan demikian mesin itu bisa memantau berapa batang rokok yang diproduksi.

Bahkan data dari mesin itu juga akan tersambung ke kantor pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kemenkeu. Paduan teknologi ini diharapkan bisa mengurangi penyalahgunaan pita cukai rokok.

Kendati begitu Purbaya tak menampik kalau kecurangan dari cukai rokok ini bisa dihilangkan. Ia hanya berharap itu bisa meminimalisir kebocoran penerimaan negara.

"Jadi ke depan permainan seperti itu kita harapkan akan berkurang. Kalau bisa sih dihilangin semuanya. Tapi orang Indonesia kan pintar suka ngakal-ngkalain ya. Jadi kita akan pastikan itu enggak terjadi lagi," beber dia.

baca juga

Sedangkan untuk kasus penyalahgunaan pita cukai rokok yang sudah terjadi sebelumnya, Purbaya mengakui kalau itu susah dilacak. Tapi jika teknologinya memadai untuk melihat data yang sebelumnya ada, tak menutup kemungkinan akan diproses hukum.

"Kalau nge-trace ke belakang saya pusing. Saya main ke depan aja deh, yang ke depan dengan alat itu, akan kelihatan kan ini siapa, akan kita hajar betul, dan seterusnya. Kalau yang ke belakang juga kelihatan ini, akhirnya kita akan kejar. Cuma kan saya enggak bisa membentuk tim khusus yang ngelihat beberapa tahun ke belakang. Capek," paparnya.

"Ke depannya kita beresin. Harusnya dengan tools itu, kecurangan-kecurangan tadi akan bisa dihilangkan dengan relatif lebih mudah lah," tegas Purbaya.

Terkait hukuman, Purbaya mengatakan kalau pihak yang terbukti menjual pita cukai rokok palsu tergantung institusi. Apabila mereka adalah pegawai Bea Cukai, maka Purbaya bisa pecat langsung.

"Kalau di Bea Cukai ya kita pecat. Dihukum sesuai aturan yang ada. Kalau di luar saya enggak tahu, tergantung hukumannya mungkin. Kejaksaan kali masuk," imbuhnya.

Libatkan perusahaan asing

Purbaya lebih lanjut menyebutkan kalau perusahaan yang terlibat dalam teknologi baru cukai rokok itu berasal dari luar negeri. Namun ia enggan menyebut rinci nama perusahaan tersebut.

Terkait anggaran, Purbaya mengatakan dananya akan diambil dari pemasukan yang didapatkan mesin tersebut. Teknologi ini akan diimplementasikan dalam lima tahun ke depan.

"Additional income ya? Kita akan coba lima tahun ke depan, kalau enggak ada tambahan income, saya berhentiin. Sebelum gue diganti, gue berhentiin lah. Sistemnya dia invest, kita bayar intinya fee setiap dengan presentasi tertentu nanti," papar dia.

Saat ini Purbaya mengklaim sudah menggunakan mesin tersebut di Jawa Tengah. Uji coba ini masih terbatas lantaran mesinnya perlu kustomisasi khusus.

Ke depannya, Purbaya menyebut kalau Kemenkeu bakal menggunakan mesin itu dalam jumlah ratusan.

"Kita berapa puluh dulu, itu kan mesinnya juga itu kan betul-betul custom. Harus dibuat sendiri. Itu perlu waktu. Sekarang sudah dicoba di Jawa Tengah ada satu ya? Jawa Tengah ada satu. Nanti dalam waktu dekat diperluas, karena kita dalam enam bulan kalau enggak sala. Dapat berapa? 100 mesin, sembilan bulan itu 240 mesin," jelas Purbaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Segini Hitungan Pertumbuhan Ekonomi ala Purbaya Demi Hapus Angka Pengangguran di Indonesia

Segini Hitungan Pertumbuhan Ekonomi ala Purbaya Demi Hapus Angka Pengangguran di Indonesia

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 18:17 WIB

Tunggu 2 Tahun, Mulai 2028 Purbaya Sebut Anggaran MBG Terpisah dari Dana Pendidikan

Tunggu 2 Tahun, Mulai 2028 Purbaya Sebut Anggaran MBG Terpisah dari Dana Pendidikan

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 18:11 WIB

Purbaya Pastikan Insentif Motor Listrik Rp 3 Juta per Unit, Turun dari Rp 6 Juta

Purbaya Pastikan Insentif Motor Listrik Rp 3 Juta per Unit, Turun dari Rp 6 Juta

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 15:28 WIB

Purbaya Kantongi 40 Perusahaan Baja Pengemplang Pajak, Kebocoran Tembus Rp 5 Triliun

Purbaya Kantongi 40 Perusahaan Baja Pengemplang Pajak, Kebocoran Tembus Rp 5 Triliun

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 15:04 WIB

Disrupsi Aviasi Global: Kecerdasan Buatan Mulai Latih Staf Bandara Hadapi Lonjakan Turis Asing

Disrupsi Aviasi Global: Kecerdasan Buatan Mulai Latih Staf Bandara Hadapi Lonjakan Turis Asing

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 14:00 WIB

Purbaya: Sebagian Masyarakat Suka Program MBG, Banyak Sekolah Minta Kebagian

Purbaya: Sebagian Masyarakat Suka Program MBG, Banyak Sekolah Minta Kebagian

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 13:49 WIB

Terkini

Mau Liburan Lebih Hemat? Coba Ubah Poin yang Terkumpul Jadi Tiket Pesawat

Mau Liburan Lebih Hemat? Coba Ubah Poin yang Terkumpul Jadi Tiket Pesawat

Lifestyle | Sabtu, 12 September 2026 | 18:30 WIB

Lika-liku Menjadi Tukang Ojek Online: Catatan Harian Bang Ojol

Lika-liku Menjadi Tukang Ojek Online: Catatan Harian Bang Ojol

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 18:30 WIB

Antrean BBM Subsidi Mengular di Makassar, Pertamina Tambah Selang Nozzle di SPBU

Antrean BBM Subsidi Mengular di Makassar, Pertamina Tambah Selang Nozzle di SPBU

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 18:27 WIB

Daftar Harga HP Xiaomi September 2026 Resmi, Lengkap POCO dan Redmi

Daftar Harga HP Xiaomi September 2026 Resmi, Lengkap POCO dan Redmi

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 18:16 WIB

Gen Z Impact Fest 2026 Edukasi Tips Keamanan Digital Gen Z di UGM

Gen Z Impact Fest 2026 Edukasi Tips Keamanan Digital Gen Z di UGM

News | Sabtu, 12 September 2026 | 18:16 WIB

6 Alasan Posisi Setir Mobil Wajib Lurus Saat Parkir, Ketahui Dampaknya!

6 Alasan Posisi Setir Mobil Wajib Lurus Saat Parkir, Ketahui Dampaknya!

Otomotif | Sabtu, 12 September 2026 | 18:04 WIB

Firasat Tak Biasa Rekan Profesi Sebelum Jurnalis Antara Hilang di Krakatau: Sampai Ucap Kata Pamit

Firasat Tak Biasa Rekan Profesi Sebelum Jurnalis Antara Hilang di Krakatau: Sampai Ucap Kata Pamit

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 18:02 WIB

Bye Pori Tersumbat! 4 Cleanser Volcanic untuk Kulit Mulus Bebas Komedo

Bye Pori Tersumbat! 4 Cleanser Volcanic untuk Kulit Mulus Bebas Komedo

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 18:00 WIB

Komdigi Libatkan 3 Operator Seluler Lacak Sinyal HP Korban Kapal Arupadhatu 1 di Selat Sunda

Komdigi Libatkan 3 Operator Seluler Lacak Sinyal HP Korban Kapal Arupadhatu 1 di Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 17:52 WIB

Titik Terang Pencarian: Sinyal Terakhir 5 Jurnalis Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi

Titik Terang Pencarian: Sinyal Terakhir 5 Jurnalis Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi

News | Sabtu, 12 September 2026 | 17:39 WIB

×