SSIA Bidik Pendapatan Tumbuh 60% di 2026, Subang Smartpolitan Jadi Andalan

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 07 September 2026 | 16:07 WIB
SSIA Bidik Pendapatan Tumbuh 60% di 2026, Subang Smartpolitan Jadi Andalan
Masterplan Subang Industrial Park, proyek Surya Semesta Internusa (Dok. Istimewa)
baca 10 detik
  • SSIA bidik pertumbuhan pendapatan sekitar 60% pada 2026.
  • Pendapatan semester I 2026 melonjak 58,4% menjadi Rp3,35 triliun.
  • Subang Smartpolitan dan perhotelan jadi penopang utama pertumbuhan SSIA.

Suara.com - PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) optimistis mampu membukukan pertumbuhan pendapatan sekitar 60% secara tahunan (year on year/YoY) pada 2026. Target tersebut ditopang oleh kuatnya penjualan dan pengakuan pendapatan lahan di kawasan industri Subang Smartpolitan serta pemulihan bisnis perhotelan.

Optimisme tersebut disampaikan manajemen SSIA dalam Public Expose secara live yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-49 Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam agenda tersebut, perseroan memaparkan perkembangan kinerja, strategi bisnis, hingga prospek pertumbuhan perusahaan hingga akhir 2026.

Presiden Direktur SSIA Johannes Suriadjaja mengatakan minat investor terhadap kawasan industri Subang Smartpolitan masih menunjukkan perkembangan positif di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global.

"Di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global, kami bersyukur SSIA masih mendapatkan kepercayaan dari investor global sebagai salah satu tujuan investasi mereka," kata Johannes dalam paparan Public Expose Live, Senin (7/9/2026).

Menurutnya, SSIA terus mempersiapkan infrastruktur yang dibutuhkan agar Subang Smartpolitan tidak hanya menjadi kawasan industri manufaktur, tetapi juga berkembang sebagai pusat industri bernilai tambah tinggi, inovasi, serta kegiatan penelitian dan pengembangan di Indonesia.

Kinerja kuat Subang Smartpolitan menjadi salah satu penopang utama kinerja SSIA sepanjang 2026. Hal tersebut telah tercermin pada kinerja semester I 2026, ketika perseroan membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp3,353 triliun.

Pendapatan tersebut melonjak 58,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan terutama berasal dari pengakuan penjualan yang signifikan pada segmen properti.

Seiring dengan kenaikan pendapatan, laba bruto SSIA meningkat menjadi Rp1,086 triliun. EBITDA tercatat sebesar Rp692,5 miliar dengan margin EBITDA mencapai 20,7%.

Perseroan juga membukukan laba bersih sebesar Rp262,6 miliar pada semester I 2026. Capaian tersebut menunjukkan strategi SSIA dalam mengoptimalkan pertumbuhan dari seluruh lini bisnis mulai memberikan hasil.

baca juga

Selain properti, pemulihan bisnis perhotelan turut menjadi perhatian perseroan. Paradisus by Meliá Bali kini telah beroperasi penuh setelah kembali dibuka pada Februari 2026.

Seiring membaiknya kinerja operasional, SSIA menargetkan kontribusi segmen all-inclusive dapat mencapai sekitar 50% dari total inventori kamar yang tersedia hingga akhir 2026.

Sementara itu, UMANA Bali, LXR Hotels & Resorts juga mencatat peningkatan kinerja yang signifikan, baik dari sisi tingkat hunian maupun rata-rata tarif kamar.

Perbaikan tersebut menjadi sinyal pemulihan bisnis perhotelan SSIA sekaligus memberikan kontribusi positif terhadap kinerja konsolidasian perseroan. Segmen perhotelan bahkan berhasil membukukan EBITDA positif pada semester I 2026, berbalik dari EBITDA negatif pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sektor konstruksi, melalui anak usahanya PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA), SSIA juga masih optimistis mencapai target pendapatan dan kontrak baru pada 2026.

Namun, NRCA menghadapi tantangan berupa persaingan yang semakin ketat serta tingginya harga material utama. Untuk menjaga margin dan profitabilitas proyek, perseroan menjalankan sejumlah langkah efisiensi operasional.

Salah satunya dilakukan melalui strategi pengadaan material yang lebih terencana dan optimal sehingga biaya dapat dikendalikan tanpa mengganggu pelaksanaan proyek.

Dengan kombinasi pertumbuhan bisnis kawasan industri, pemulihan perhotelan, dan kinerja konstruksi, SSIA menilai prospek pertumbuhan hingga akhir tahun masih terbuka.

"Dengan dukungan pertumbuhan Subang Smartpolitan, pemulihan bisnis perhotelan, serta kinerja konstruksi yang tetap solid, SSIA optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan dan mencapai target kinerja yang telah ditetapkan untuk 2026," ujar Johannes.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saham Sektor Kesehatan Meroket Usai Erupsi Anak Krakatau, MEDS Mentok ARA!

Saham Sektor Kesehatan Meroket Usai Erupsi Anak Krakatau, MEDS Mentok ARA!

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 10:14 WIB

IHSG Masih Bertahan di Level 6.600 Pagi Ini, Pantau CUAN

IHSG Masih Bertahan di Level 6.600 Pagi Ini, Pantau CUAN

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 09:21 WIB

IHSG Diprediksi Melemah Terbatas, Saham Ini Dinilai Bisa Cuan

IHSG Diprediksi Melemah Terbatas, Saham Ini Dinilai Bisa Cuan

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 07:30 WIB

Terkini

Indonesia Siap Kuasai Pasar Rumput Laut Global, Jajaki Pasar Bioplastik dan Perdagangan Karbon

Indonesia Siap Kuasai Pasar Rumput Laut Global, Jajaki Pasar Bioplastik dan Perdagangan Karbon

Sulsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:42 WIB

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Bogor | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:28 WIB

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:05 WIB

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:58 WIB

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:38 WIB

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:46 WIB

×