- Erupsi Gunung Anak Krakatau pada September 2026 menyebabkan penundaan jadwal penerbangan tiga pelancong asal Jakarta dari Lombok.
- Dita gagal menghadiri acara Anugerah Jurnalistik MH Thamrin di Jakarta dan harus mengirim perwakilan sebagai pengganti.
- Sebanyak 41 penerbangan Pelita Air dengan 5.337 penumpang terdampak oleh pembatalan akibat erupsi tersebut.
Suara.com - Liburan tiga pelancong asal Jakarta di Lombok yang seharusnya berakhir pada Minggu (6/9/2026) justru berujung pada penundaan kepulangan. Erupsi Gunung Anak Krakatau membuat jadwal penerbangan mereka ditunda hingga dua hari.
Salah satu pelancong tersebut, Dita (30), bahkan harus kehilangan kesempatan menghadiri acara penting di Jakarta. Ia sebelumnya dijadwalkan hadir dalam acara Anugerah Jurnalistik MH Thamrin yang digelar di Balai Kota Jakarta.
Dita telah mendapat kabar dari panitia bahwa dirinya menjadi salah satu nominasi yang berpeluang menjadi pemenang dalam ajang tersebut.
"Awalnya saya memang sudah dijadwalkan pulang tanggal 6 September. Di Jakarta juga ada acara Anugerah Jurnalistik MH Thamrin yang harus saya hadiri karena sebelumnya sudah dikabari menjadi salah satu nominasi," kata Dita kepada Suara.com, Senin (7/8/2026).
Namun, rencana kepulangan Dita bersama dua temannya berubah setelah penerbangan dari Lombok menuju Jakarta mengalami penundaan. Mereka awalnya dijadwalkan terbang menggunakan Pelita Air pada Minggu sore.
Saat itu, Dita dan kedua temannya baru menyelesaikan perjalanan dari Gili Air yang menjadi destinasi terakhir liburan mereka sebelum kembali ke Pulau Lombok.

"Kami sudah menyeberang dari Gili Air ke Lombok dan sedang beli oleh-oleh. Baru kemudian dapat kabar kalau penerbangan kami ditunda sampai tanggal 8 September," ujarnya.
Penundaan penerbangan tersebut membuat Dita dan kedua temannya harus memperpanjang masa menginap di Lombok selama dua hari. Padahal, Dita seharusnya sudah berada di Jakarta untuk menghadiri malam penganugerahan.
Meski tidak bisa hadir langsung, Dita mendapat kelonggaran dari panitia Anugerah Jurnalistik MH Thamrin. Panitia memperbolehkannya mengirimkan perwakilan untuk menggantikannya hadir di acara tersebut.
"Untungnya panitia membolehkan saya mengirim perwakilan untuk menggantikan kalau nanti memang menjadi juara. Walaupun agak kecewa juga karena harusnya saya yang datang," pungkas Dita.
Berdasarkan data sementara, terdapat 41 penerbangan Pelita Air yang terdampak pada 5–6 September 2026, dengan sekitar 5.337 penumpang.
Seluruh penerbangan yang terdampak saat ini berupa pembatalan, sementara penjadwalan kembali dilakukan sesuai perkembangan kondisi bandara dan NOTAM yang berlaku.
Rute yang terdampak terutama penerbangan domestik dari dan menuju Jakarta, serta satu rute internasional Jakarta–Singapura.