Riset Ungkap Dampak Produk Tembakau Dipanaskan ke Kualitas Udara

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 08 September 2026 | 08:21 WIB
Riset Ungkap Dampak Produk Tembakau Dipanaskan ke Kualitas Udara
Industri tembakau. [Unsplash]
baca 10 detik
  • Riset Jepang menguji 56 parameter kualitas udara dari penggunaan HTP.
  • Hanya 6-9 parameter meningkat dalam kondisi restoran dan hunian.
  • Parameter yang meningkat masih di bawah ambang batas paparan publik.

Suara.com - Penelitian terbaru dari Jepang mengungkap temuan terkait penggunaan produk tembakau yang dipanaskan atau heated tobacco product (HTP) terhadap kualitas udara di dalam ruangan. Riset tersebut menemukan bahwa penggunaan HTP hanya memengaruhi sebagian kecil parameter kualitas udara yang diuji.

Temuan itu tertuang dalam penelitian berjudul Effect of the Use of a Heated Tobacco Product on Indoor Air Quality in Environmentally-Controlled Chamber yang dipublikasikan dalam jurnal Aerosol and Air Quality Research pada 9 April 2026.

Dalam penelitian tersebut, Katsunari Fujisawa bersama tim mengevaluasi perubahan kualitas udara di dalam ruangan ketika produk tembakau yang dipanaskan digunakan pada suhu maksimum 320 derajat Celcius dan menghasilkan aerosol.

Peneliti mengukur sebanyak 56 parameter kualitas udara dalam ruang uji yang dibuat menyerupai kondisi restoran dan hunian. Parameter yang diamati antara lain karbon monoksida, karbon dioksida, senyawa organik volatil, partikulat, logam, amonia, propilen glikol, gliserol, serta berbagai senyawa lainnya.

Hasilnya, penggunaan HTP meningkatkan enam parameter dari 56 parameter yang diuji pada kondisi yang menyerupai restoran. Sementara pada kondisi yang menyerupai hunian, terdapat sembilan parameter yang mengalami peningkatan.

"Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan produk tembakau yang dipanaskan hanya menyebabkan peningkatan pada sebagian kecil parameter kualitas udara," tulis peneliti dalam studi tersebut, dikutip Senin (7/9/2026).

Peneliti kemudian membandingkan konsentrasi parameter yang mengalami peningkatan dengan batas paparan yang ditetapkan sejumlah lembaga kesehatan, keselamatan kerja, dan lingkungan di Jepang serta Amerika Serikat.

Hasil perbandingan menunjukkan konsentrasi parameter yang mengalami peningkatan masih berada di bawah ambang batas paparan yang ditetapkan oleh berbagai otoritas terkait.

"Untuk parameter-paramater yang meningkat secara signifikan, dapat dikonfirmasi bahwa konsentrasinya masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan berbagai lembaga publik," tulis peneliti.

baca juga

Menurut peneliti, riset tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai perubahan kualitas udara dalam ruangan ketika produk tembakau yang dipanaskan digunakan. Data tersebut juga dapat menjadi dasar untuk memahami karakteristik emisi HTP serta upaya menjaga kualitas udara dalam ruangan.

Temuan dari Jepang turut memperkaya penelitian mengenai produk tembakau alternatif yang berkembang seiring dengan kemajuan teknologi dan perubahan preferensi konsumen.

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Anugerah Widianto, menilai perkembangan teknologi di sektor tembakau perlu diikuti dengan penelitian ilmiah yang memadai. Menurutnya, kajian berbasis risiko penting untuk menjadi dasar dalam melihat perkembangan berbagai inovasi produk tembakau.

"Regulasi yang disusun berdasarkan tingkat risiko produk dan didukung oleh kajian ilmiah yang kuat akan menjadi fondasi yang penting dalam pengelolaan industri hasil tembakau di masa depan," ujar Anugerah.

Dia juga menilai dialog antara pemerintah, pelaku industri, akademisi, peneliti, dan masyarakat perlu diperkuat untuk membangun pemahaman yang lebih seimbang mengenai inovasi di sektor tembakau.

Menurut Anugerah, penelitian yang dilakukan secara berkelanjutan akan memperluas basis bukti ilmiah mengenai karakteristik dan profil risiko berbagai produk tembakau alternatif, termasuk produk tembakau yang dipanaskan.

"Makin banyak penelitian yang dilakukan, makin lengkap pula informasi yang tersedia untuk membantu konsumen dan pembuat kebijakan memahami karakteristik serta profil risiko berbagai produk tembakau alternatif, termasuk produk tembakau yang dipanaskan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tren Kulkas Jepang di Dapur Modern, Teknologi hingga Desain Jadi Pertimbangan

Tren Kulkas Jepang di Dapur Modern, Teknologi hingga Desain Jadi Pertimbangan

Lifestyle | Senin, 07 September 2026 | 19:35 WIB

Tiru Jepang, Purbaya Mau Utang Pemerintah dari SBN Dikuasai Investor Domestik

Tiru Jepang, Purbaya Mau Utang Pemerintah dari SBN Dikuasai Investor Domestik

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 14:56 WIB

Sinopsis Ani Imouto, Drama Jepang Dibintangi Nana Eikura dan Eiji Akaso

Sinopsis Ani Imouto, Drama Jepang Dibintangi Nana Eikura dan Eiji Akaso

Your Say | Minggu, 06 September 2026 | 16:20 WIB

Terkini

Tak Semua Harus UMKM, Ketika Para Ahli tak Punya Tempat di Negara Sendiri

Tak Semua Harus UMKM, Ketika Para Ahli tak Punya Tempat di Negara Sendiri

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Danantara Buka Peluang Mitra Strategis, MIND ID Perkuat Hilirisasi Nikel

Danantara Buka Peluang Mitra Strategis, MIND ID Perkuat Hilirisasi Nikel

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:59 WIB

Viral Keributan Pecah di Stasiun Tebet, Awalnya Adu Mulut Penumpang di Gerbong Wanita

Viral Keributan Pecah di Stasiun Tebet, Awalnya Adu Mulut Penumpang di Gerbong Wanita

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:59 WIB

Jerit Hati Orang Tua: Saat Anak Berkebutuhan Khusus Menjadi Korban Perundungan hingga Tewas

Jerit Hati Orang Tua: Saat Anak Berkebutuhan Khusus Menjadi Korban Perundungan hingga Tewas

Jatim | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:59 WIB

Cara Memakai Bedak Padat dengan Spons Basah agar Coverage Ekstra Tinggi

Cara Memakai Bedak Padat dengan Spons Basah agar Coverage Ekstra Tinggi

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:59 WIB

Dasco Mau Bikin Rating Bursa Sendiri, IHSG Malah Anjlok

Dasco Mau Bikin Rating Bursa Sendiri, IHSG Malah Anjlok

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:56 WIB

5 Keseruan Konser Kanye West di Jakarta, dari Globe Raksasa hingga Sing along Tanpa Henti

5 Keseruan Konser Kanye West di Jakarta, dari Globe Raksasa hingga Sing along Tanpa Henti

Entertainment | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:54 WIB

Gubernur Khofifah Kirim Heli Water Bombing untuk Penanganan Kebakaran TPA Supit Urang Malang

Gubernur Khofifah Kirim Heli Water Bombing untuk Penanganan Kebakaran TPA Supit Urang Malang

Jatim | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:54 WIB

Cara Membersihkan Sampah di HP agar Tidak Lemot Tanpa Aplikasi Tambahan

Cara Membersihkan Sampah di HP agar Tidak Lemot Tanpa Aplikasi Tambahan

Tekno | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:51 WIB

Montir Tangerang Ditagih Pajak Mobil McLaren Rp 137,4 Juta: Makan Saja Saya Susah

Montir Tangerang Ditagih Pajak Mobil McLaren Rp 137,4 Juta: Makan Saja Saya Susah

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:48 WIB

×