- Kelompok Houthi Yaman menyerang fasilitas minyak Arab Saudi pada hari Selasa, menyebabkan tujuh puluh tiga orang terluka.
- Militer Amerika Serikat menghancurkan lima kapal tanker Iran, yang dibalas Tehran dengan serangan rudal ke Yordania.
- Eskalasi konflik Timur Tengah tersebut memicu lonjakan harga minyak mentah Brent dan kekhawatiran gangguan energi global.
Suara.com - Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah kian menghebat pada Selasa. Kelompok Houthi asal Yaman yang didukung Iran meluncurkan serangkaian serangan ke sejumlah kota di Arab Saudi.
Di saat bersamaan, militer Amerika Serikat (AS) menghancurkan lima kapal tanker minyak milik Iran, yang langsung dibalas oleh Tehran dengan menembakkan rudal ke pangkalan militer AS di Yordania.
Memasuki bulan keenam, konflik ini memicu kekhawatiran baru atas potensi gangguan pasokan energi dan minyak global.
Empat Kota Arab Saudi Diperluas Jadi Sasaran Houthi
Kelompok Houthi mengklaim telah mengagendakan operasi militer berskala besar ke wilayah dalam Arab Saudi menggunakan drone dan rudal. Serangan tersebut menghantam pangkalan udara di Khamis Mushait serta aset milik perusahaan minyak negara Saudi Aramco di Abha, Najran, dan Jazan.
Laporan otoritas setempat mencatat sedikitnya 73 orang mengalami luka-luka, termasuk wanita dan anak-anak, serta memicu kebakaran hebat di fasilitas minyak. Citra satelit NASA memperlihatkan asap hitam tebal membumbung di atas kilang minyak Jazan dan pusat distribusi di Abha.
Serangan ini menjadi salah satu eskalasi terbesar yang dialami Riyadh sejak AS dan Israel memulai konfrontasi militer terhadap Iran pada Februari lalu.
AS Lumpuhkan 5 Tanker Iran, Tehran Balas Serang Yordania
Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa pasukan AS telah melumpuhkan lima kapal tanker minyak mentah Iran di Teluk Oman dan dekat pusat energi Pulau Kharg. Langkah ini diambil usai Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran meluncurkan rudal balistik ke arah kapal perang Angkatan Laut AS.
"Iran terus mencoba menyerang kapal-kapal angkatan laut AS, dan setiap kali mereka mencoba melakukannya, mereka akan kehilangan kapal tanker," tegas Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio saat berkunjung ke Kolombia.
Membalas penyerangan tanker tersebut, media pemerintah Iran melaporkan bahwa IRGC meluncurkan rudal balistik yang menargetkan pangkalan militer AS di dekat kota Al Azraq, Yordania Timur.
Dampak Sanksi dan Pasar Minyak Global
Dilansir dari Reuters, kembalinya kontak senjata intensif ini mendorong harga minyak mentah acuan Brent ke level tertinggi sejak akhir Juli. Meski demikian, harga minyak dunia terpantau masih berada di bawah level USD 100 per barel.
Di tengah memanasnya jalur perdagangan strategis seperti Selat Hormuz dan Laut Merah, Departemen Keuangan AS juga mengumumkan sanksi baru di sektor penerbangan yang bertujuan untuk menghentikan operasional maskapai penerbangan Iran.
Langkah ini mempertegas strategi blokade ekonomi AS untuk memutus pendanaan eksportasi minyak Iran dan jaringan kelompok sekutunya di kawasan regional.