Kilang Minyak Arab Saudi Terbakar Akibat Hantaman Rudal Houthi Yaman

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 08 September 2026 | 15:52 WIB
Kilang Minyak Arab Saudi Terbakar Akibat Hantaman Rudal Houthi Yaman
Ilustrasi Rudal (Istimewa)
baca 10 detik
  • Serangan Houthi membakar fasilitas energi Arab Saudi dan menghentikan sementara operasional vitalnya.

  • Sebanyak 73 warga sipil terluka akibat gempuran yang menyasar empat kota di selatan Saudi.

  • Eskalasi ini mengancam stabilitas kawasan dan merusak periode tenang yang terbangun sejak 2022.

Suara.com - Kelompok Houthi dari Yaman melancarkan hantaman fasilitas energi di wilayah selatan Arab Saudi hingga memicu kebakaran hebat serta menghentikan sementara operasional vital. Insiden yang melukai puluhan warga sipil ini mengancam merusak periode gencatan senjata relatif yang telah berlangsung sejak April 2022.

Pihak otoritas langsung menerjunkan unit darurat untuk melokalisasi kobaran api di beberapa area terdampak. Langkah penghentian sementara kegiatan produksi dilakukan guna mencegah risiko kerugian yang lebih besar pada jaringan pasokan energi regional.

Ancaman ini tidak hanya menyasar sektor infrastruktur minyak, tetapi juga mengganggu stabilitas kawasan Laut Merah tempat jalur pelayaran internasional berada. Eskalasi militer yang mendadak ini membuyarkan harapan perdamaian jangka panjang di semenanjung Arab.

Selat Bab-el-Mandeb di Laut Merah, jalur perdagangan strategis dunia yang kini tidak aman gara-gara ancaman milisi Houthi asal Yaman. [Suara.com/Google Maps]
Selat Bab-el-Mandeb di Laut Merah, jalur perdagangan strategis dunia yang kini tidak aman gara-gara ancaman milisi Houthi asal Yaman. [Suara.com/Google Maps]

Kementerian Energi Arab Saudi mengonfirmasi dampak serius dari gempuran tersebut terhadap infrastruktur mereka. “Tim khusus telah mulai menangani kebakaran dan mengamankan lokasi yang terdampak,” demikian pernyataan resmi kementerian pada Selasa.

Gempuran rudal dan drone tersebut menyasar empat wilayah utama di bagian selatan kerajaan, yakni Kota Abha, Khamis Mushait, Jazan, serta Najran. Rentetan tembakan menyasar kawasan sipil dan pusat kegiatan ekonomi lokal secara mendadak pada Selasa dini hari waktu setempat.

Hantaman proyektil di permukiman dan fasilitas publik mengakibatkan dampak fatal bagi penduduk setempat. Jatuhnya puluhan korban jiwa dan luka meluas hingga ke kelompok rentan di wilayah perbatasan tersebut.

Sedikitnya 73 warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, dilaporkan terluka dalam serangan tersebut. Para korban langsung mendapatkan perawatan medis darurat di rumah sakit terdekat.

Langkah balasan langsung disiapkan oleh pihak militer kerajaan untuk merespons gempuran yang dinilai sudah melewati batas toleransi ini. Koalisi pimpinan Arab Saudi menyebut serangan itu sebagai eskalasi berbahaya dan berjanji mengambil langkah-langkah operasional yang diperlukan untuk menetralisir sumber ancaman.

Gempuran anyar ini menandai babak baru memanasnya hubungan kedua belah pihak di tengah jeda konflik yang sempat terbangun. Situasi di lapangan kini kembali tegang mengingat kedua kubu saling menyiagakan kekuatan tempur penuh.

baca juga

Pertempuran baru-baru ini memicu kekhawatiran akan kembalinya konflik berskala penuh, yang dapat mengakhiri periode relatif tenang sejak April 2022. Risiko kembalinya perang terbuka kini membayangi kawasan perbatasan Yaman dan Arab Saudi.

Krisis ini berakar dari krisis politik panjang di Yaman yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade. Kelompok Houthi yang mendapat sokongan Iran terus memperluas pengaruh kekuasaannya sejak berhasil menguasai pusat pemerintahan Yaman.

Yaman telah mengalami hampir 12 tahun perang sejak kelompok Houthi yang didukung Iran merebut ibu kota Sanaa pada 2014. Konflik internal tersebut kemudian berubah menjadi perang regional yang melibatkan koalisi negara tetangga.

Tidak hanya melancarkan aksi di darat, militer Houthi juga memperluas jangkauan gempuran mereka ke jalur perairan internasional. Kelompok Houthi juga meningkatkan ketegangan regional dengan menargetkan kapal-kapal komersial di Laut Merah.

Aksi pembajakan dan penembakan kapal dagang tersebut mengganggu arus logistik global serta menaikkan risiko keamanan pelayaran. Langkah tegas diambil oleh pemerintah Arab Saudi untuk mengamankan lalu lintas perdagangan perairan dari gangguan milisi tersebut.

Kondisi tersebut mendorong Arab Saudi, sebagai aktor eksternal utama yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, mengumumkan misi pada Juli untuk membentuk aliansi maritim internasional. Pembentukan aliansi ini diharapkan mampu memulihkan keamanan navigasi pelayaran dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jaga Hutan dari Kearifan Lokal, Mengapa Masyarakat Adat Perlu Dilibatkan dalam Pencegahan Karhutla?

Jaga Hutan dari Kearifan Lokal, Mengapa Masyarakat Adat Perlu Dilibatkan dalam Pencegahan Karhutla?

News | Selasa, 08 September 2026 | 15:49 WIB

Kapal Induk Bekas Italia Akan Dipakai untuk Padamkan Api Kebakaran Hutan di Indonesia

Kapal Induk Bekas Italia Akan Dipakai untuk Padamkan Api Kebakaran Hutan di Indonesia

News | Selasa, 08 September 2026 | 13:52 WIB

Asap Kebakatan Hutan Kalimantan Memburuk, Anwar Ibrahim Desak Evaluasi Mekanisme ASEAN

Asap Kebakatan Hutan Kalimantan Memburuk, Anwar Ibrahim Desak Evaluasi Mekanisme ASEAN

News | Selasa, 08 September 2026 | 12:58 WIB

Terkini

Rupiah Babak Belur! Tembus Level Rp17.624 per Dolar AS Pagi Ini

Rupiah Babak Belur! Tembus Level Rp17.624 per Dolar AS Pagi Ini

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:39 WIB

Serba Salah Jadi Multifandom: Niat Cari Hiburan, Malah Terjebak Perang Antar-Fandom

Serba Salah Jadi Multifandom: Niat Cari Hiburan, Malah Terjebak Perang Antar-Fandom

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 10:38 WIB

Pasar Valas Dibayangi Gejolak, September Jadi Bulan Penuh Risiko

Pasar Valas Dibayangi Gejolak, September Jadi Bulan Penuh Risiko

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:35 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi Capai 5,2% pada 2026

Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi Capai 5,2% pada 2026

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:33 WIB

6 Serum Tranexamic Acid untuk Melasma dan PIH, Mulai Rp34 Ribuan

6 Serum Tranexamic Acid untuk Melasma dan PIH, Mulai Rp34 Ribuan

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 10:30 WIB

Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil

Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil

News | Senin, 14 September 2026 | 10:30 WIB

3 Orang Ditembak Mati Jelang Pemilu Perdana di Bangsamoro Filipina

3 Orang Ditembak Mati Jelang Pemilu Perdana di Bangsamoro Filipina

News | Senin, 14 September 2026 | 10:28 WIB

8 Lip Balm Berwarna untuk Bibir Hitam, Murah Bikin Tampak Segar Natural

8 Lip Balm Berwarna untuk Bibir Hitam, Murah Bikin Tampak Segar Natural

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 10:25 WIB

18 Kapal dan 1 Helikopter Dikerahkan Cari Jurnalis Hilang di Selat Sunda

18 Kapal dan 1 Helikopter Dikerahkan Cari Jurnalis Hilang di Selat Sunda

News | Senin, 14 September 2026 | 10:24 WIB

Wacana Wajib Rekening Bank untuk Warga, Ekonom Ingatkan Ancaman dan Beban APBN

Wacana Wajib Rekening Bank untuk Warga, Ekonom Ingatkan Ancaman dan Beban APBN

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:17 WIB

×