Pasar Kripto Indonesia Sudah Matang, Ditopang Adospi Ritel

Liberty Jemadu

Rabu, 09 September 2026 | 11:33 WIB
Pasar Kripto Indonesia Sudah Matang, Ditopang Adospi Ritel
Indonesia menempati peringkat ketujuh global dalam adopsi kripto berbasis masyarakat dengan 22,93 juta konsumen per Juli 2026. [Suara.com]
baca 10 detik
  • CEO Tokocrypto Calvin Kizana menyatakan bahwa pasar kripto Indonesia bergeser menuju utilitas keuangan, tokenisasi, dan investor institusional.
  • Berdasarkan Chainalysis 2025, Indonesia menempati peringkat ketujuh global dalam adopsi kripto berbasis masyarakat dengan 22,93 juta konsumen per Juli 2026.
  • Calvin menegaskan pelaku industri global harus memahami karakteristik lokal Indonesia karena regulasi serta perilaku pengguna berbeda dari negara Asia lainnya.

Suara.com - Pasar aset kripto di Indonesia mulai memasuki fase yang lebih matang dan diproyeksikan bergeser menuju penguatan utilitas aset digital, partisipasi investor institusional, hingga tokenisasi.

CEO Tokocrypto Calvin Kizana mengatakan perkembangan industri kripto Indonesia yang ditopang oleh pertumbuhan adopsi ritel dalam beberapa tahun terakhir masih menjadi salah satu pasar kripto dengan potensi besar namun belum sepenuhnya mendapat perhatian pelaku industri global.

“Kripto di Indonesia bukan lagi sebuah eksperimen. Kita tidak sedang memulai adopsi, tapi adopsi itu sudah terjadi,” kata Calvin dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Menurut dia, perkembangan pasar kripto Indonesia tidak lagi dapat dilihat semata-mata dari jumlah pengguna. Adopsi aset digital, kata dia, sudah terbentuk sehingga tantangan berikutnya adalah memperdalam ekosistem.

Bagi industri kripto Indonesia kini tantangannya adalah mendorong pemanfaatan aset digital yang lebih luas melalui integrasi dengan sektor keuangan, peningkatan partisipasi institusional, serta pengembangan tokenisasi.

“Peluangnya sekarang adalah bergerak dari sekadar adopsi ritel menuju utilitas keuangan yang teregulasi, partisipasi institusional, dan tokenisasi,” ujarnya.

Optimisme terhadap perkembangan pasar kripto Indonesia juga tercermin dari tingginya tingkat adopsi aset digital. Dalam Chainalysis Global Crypto Adoption Index 2025, Indonesia menempati peringkat ketujuh dari 151 negara dalam tingkat adopsi kripto berbasis masyarakat atau grassroots adoption.

Posisi tersebut bahkan berada di atas sejumlah negara yang selama ini dikenal sebagai pusat industri kripto di kawasan Asia.

Sementara itu, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan jumlah konsumen perdagangan aset keuangan digital di Indonesia mencapai 22,93 juta pada Juli 2026. Pada periode yang sama, nilai transaksi aset kripto tercatat sebesar Rp20,52 triliun.

baca juga

Besarnya basis pengguna tersebut menunjukkan bahwa Indonesia telah berkembang menjadi salah satu pasar aset digital utama di kawasan. Namun, Calvin menilai karakter pasar Indonesia tidak dapat disamakan dengan negara Asia lainnya.

Menurut dia, salah satu kesalahan yang kerap dilakukan pelaku industri global adalah menggunakan strategi yang seragam untuk seluruh pasar Asia Tenggara.

“Indonesia sangat berbeda dari Singapura, Vietnam, Thailand, bahkan India. Regulasinya berbeda, perilaku pengguna dan pembayarannya berbeda, budayanya berbeda, ekspektasi konsumennya pun berbeda,” katanya.

Calvin mengatakan pemahaman terhadap karakteristik lokal menjadi semakin penting seiring meningkatnya kematangan pasar. Strategi ekspansi yang hanya mengandalkan kekuatan modal maupun kampanye pemasaran agresif dinilai tidak cukup untuk membangun keberlanjutan bisnis.

“Uang bisa membeli awareness, bisa membeli download, bahkan bisa membeli volume sementara. Tapi uang tidak bisa membeli kepercayaan karena kepercayaan tidak bisa dipotong jalan pintas,” ujarnya.

Karena itu, menurut Calvin, penguatan tata kelola, keamanan, dan kepatuhan terhadap regulasi akan menjadi bagian penting dalam perkembangan industri kripto Indonesia.

Ia menilai pelaku industri yang ingin berkembang di Indonesia perlu membangun strategi berdasarkan karakteristik pasar lokal, bukan sekadar menyalin pendekatan yang berhasil diterapkan di negara lain.

Calvin mengatakan ke depan, pasar kripto Indonesia diperkirakan tidak hanya akan ditentukan oleh naik-turunnya harga aset seperti Bitcoin. Dengan basis pengguna yang besar dan tingkat adopsi yang terus berkembang, arah industri mulai mengarah pada penguatan ekosistem dan pemanfaatan aset digital dalam sistem keuangan yang lebih luas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Bitcoin Anjlok, Investor Institusi Justru Nyerok USD 3,8 Miliar

Harga Bitcoin Anjlok, Investor Institusi Justru Nyerok USD 3,8 Miliar

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 19:51 WIB

Bitcoin cs Turun, Indeks CFX10 Meloyo 0,12 Persen

Bitcoin cs Turun, Indeks CFX10 Meloyo 0,12 Persen

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 13:50 WIB

Indeks CFX10 Melambung Tinggi, Bitcoin Cs Lagi Hijau

Indeks CFX10 Melambung Tinggi, Bitcoin Cs Lagi Hijau

Bisnis | Jum'at, 04 September 2026 | 09:59 WIB

OKX Catat Cadangan Kripto Miliknya Tembus Rp366 Triliun per Agustus 2026

OKX Catat Cadangan Kripto Miliknya Tembus Rp366 Triliun per Agustus 2026

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 11:51 WIB

Kegiatan Izin YWWSDC dan RTHAE Dicabut, Diduga Tawarkan Investasi Kripto Ilegal

Kegiatan Izin YWWSDC dan RTHAE Dicabut, Diduga Tawarkan Investasi Kripto Ilegal

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 08:18 WIB

Terkini

Label Ompreng MBG: Pencegahan Keracunan atau Strategi Cuci Tangan?

Label Ompreng MBG: Pencegahan Keracunan atau Strategi Cuci Tangan?

Your Say | Rabu, 09 September 2026 | 11:32 WIB

Rudal Iran Rusak Hangar Jet Tempur AS di Pangkalan Yordania

Rudal Iran Rusak Hangar Jet Tempur AS di Pangkalan Yordania

News | Rabu, 09 September 2026 | 11:32 WIB

7 Jurnalis Hilang Saat Meliput Gunung Anak Krakatau, Tim SAR Perluas Pencarian

7 Jurnalis Hilang Saat Meliput Gunung Anak Krakatau, Tim SAR Perluas Pencarian

Banten | Rabu, 09 September 2026 | 11:31 WIB

Jadwal MotoGP Misano 2026: Ajang Adu Gengsi Aprilia dan Ducati

Jadwal MotoGP Misano 2026: Ajang Adu Gengsi Aprilia dan Ducati

Your Say | Rabu, 09 September 2026 | 11:28 WIB

Calvin Verdonk Cetak Sejarah, Meski Batal Debut di Liga Champions

Calvin Verdonk Cetak Sejarah, Meski Batal Debut di Liga Champions

Bola | Rabu, 09 September 2026 | 11:19 WIB

Armada Ditpolairud Polda Lampung Diterjunkan Lacak 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

Armada Ditpolairud Polda Lampung Diterjunkan Lacak 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

Lampung | Rabu, 09 September 2026 | 11:19 WIB

8 Orang Hilang di Selat Sunda, Termasuk 5 Jurnalis: Basarnas Lampung Kerahkan 2 Unit RIB

8 Orang Hilang di Selat Sunda, Termasuk 5 Jurnalis: Basarnas Lampung Kerahkan 2 Unit RIB

News | Rabu, 09 September 2026 | 11:19 WIB

1000Hz Native Tanpa Turunkan Resolusi, Pre-order LG UltraGear 25G590B Dibuka Bidik Gamer Kompetitif

1000Hz Native Tanpa Turunkan Resolusi, Pre-order LG UltraGear 25G590B Dibuka Bidik Gamer Kompetitif

Tekno | Rabu, 09 September 2026 | 11:16 WIB

Mengenal Perbedaan Simetri Lipat dan Simetri Putar, Lengkap dengan Contohnya

Mengenal Perbedaan Simetri Lipat dan Simetri Putar, Lengkap dengan Contohnya

Tekno | Rabu, 09 September 2026 | 11:15 WIB

Beras SPHP: Menjaga Stabilitas atau Memelihara Ketergantungan?

Beras SPHP: Menjaga Stabilitas atau Memelihara Ketergantungan?

Your Say | Rabu, 09 September 2026 | 11:15 WIB

×