- IHSG di Bursa Efek Indonesia ditutup turun 1,33 persen ke level 6.589 pada perdagangan Kamis, 10 September 2026.
- Pelemahan IHSG dipicu oleh kenaikan harga minyak mentah dunia akibat konflik AS-Iran serta pelemahan nilai tukar rupiah.
- Nilai transaksi perdagangan saham nasional mencapai Rp21,05 triliun dengan volume perdagangan sebesar 46,69 miliar saham.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjungkal pada perdagangan, Kamis, 10 September 2026. IHSG ditutup turun 88,86 poin atau 1,33 persen ke level 6.589.
Berdasarkan data Phintraco Sekuritas, IHSG tertekan kenaikan harga minyak mentah dunia di tengah memanasnya konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran serta pelemahan nilai tukar rupiah.
Padahal, pada awal perdagangan IHSG sempat menguat hingga menyentuh level 6.712. Indeks kemudian berbalik arah dan menyentuh level terendah di 6.585.
Tekanan terhadap IHSG sejalan dengan pelemahan mayoritas bursa Asia. Kenaikan harga minyak Brent hingga di atas 102 dolar AS per barel menjadi salah satu sentimen negatif utama karena memicu kekhawatiran terhadap inflasi dan kondisi fiskal.
![Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/04/08/92563-ihsg-indeks-harga-saham-gabungan-bursa-efek-ilustrasi-bursa-ilustrasi-ihsg.jpg)
Investor juga mencermati perkembangan konflik AS-Iran yang berpotensi mengganggu pasokan minyak global.
Selain itu, pasar menanti hasil pertemuan European Central Bank (ECB) yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga serta rilis data inflasi Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat.
Di dalam negeri, pelemahan rupiah turut menjadi perhatian investor. Rupiah di pasar spot disebut ditutup melemah sekitar 0,2 persen ke level Rp17.547 per dolar AS. Kondisi tersebut dipengaruhi kekhawatiran terhadap potensi pelebaran defisit APBN seiring kenaikan harga minyak.
Secara teknikal, tekanan IHSG juga semakin terlihat. IHSG ditutup di bawah MA5 dan MA10, sementara indikator MACD dan Stochastic RSI membentuk Death Cross.
Phintraco Sekuritas memperkirakan kondisi tersebut membuka peluang IHSG untuk menguji level MA20 di 6.525.
Jika level tersebut ditembus ke bawah, IHSG berpeluang melanjutkan pelemahan menuju area support berikutnya di 6.460-6.500.
Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia berlangsung cukup ramai. Berdasarkan data Phintraco Sekuritas, nilai transaksi mencapai Rp21,05 triliun, dengan volume perdagangan 46,69 miliar saham. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 2.510.008 kali.
Pergerakan Saham
Top Value
- DSSA: Rp1.110, turun 50 poin atau 5,13 persen
- BBCA: Rp6.425, turun 100 poin atau 1,53 persen
- CUAN: Rp985, naik 45 poin atau 4,79 persen
Top Volume
- KPIG: Rp85, naik 19 poin atau 28,79 persen
- BUMI: Rp212, turun 10 poin atau 4,50 persen
- BNBR: Rp95, turun 3 poin atau 3,06 persen
Top Gainers LQ45
- CUAN: Rp985, naik 45 poin atau 4,79 persen
- ANTM: Rp3.270, naik 70 poin atau 2,19 persen
- UNTR: Rp26.375, naik 375 poin atau 1,44 persen
Top Losers LQ45
- INDY: Rp2.880, turun 240 poin atau 7,69 persen
- NCKL: Rp955, turun 50 poin atau 4,98 persen
- BUMI: Rp212, turun 10 poin atau 4,50 persen
Top Gainers JII
- ANTM: Rp3.270, naik 70 poin atau 2,19 persen
- UNTR: Rp26.375, naik 375 poin atau 1,44 persen
- CPIN: Rp3.280, naik 20 poin atau 0,61 persen
Top Losers JII
- BUMI: Rp212, turun 10 poin atau 4,50 persen
- MBMA: Rp530, turun 20 poin atau 3,64 persen
- DEWA: Rp426, turun 16 poin atau 3,62 persen