- Kemenko PM menggelar program bazar dan workshop di Jakarta pada Senin, 21 September 2026.
- Sebanyak 55 UMKM mengikuti bazar dan 100 pelaku usaha mendapatkan pelatihan media sosial.
- Pemerintah menyatakan program ini bertujuan memperluas akses pasar agar ekonomi UMKM meningkat.
Suara.com - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah terus didorong untuk tidak hanya mampu berproduksi, tetapi juga memiliki akses pasar yang lebih luas.
Pasalnya, pengembangan usaha lokal tidak cukup berhenti pada pelatihan dan pendampingan. Pelaku UMKM juga membutuhkan akses kepada konsumen agar produk yang dihasilkan bisa terjual, usaha berkembang, dan pendapatan meningkat.
Hal tersebut menjadi fokus Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) melalui program 1001 Pasar Rakyat dan Workshop Optimalisasi Media Sosial untuk Perluasan Pasar.
Sebanyak 55 pelaku UMKM terkurasi mengikuti bazar, sementara 100 pelaku UMKM mendapatkan penguatan kapasitas melalui workshop.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar mengatakan, sinergi pemerintah dan media diarahkan untuk mempertemukan produk masyarakat dengan pasar.
"Kita ingin panggung yang sudah dimiliki media menjadi ruang bertemunya produk masyarakat dengan pasar. Jadi bukan hanya ramai acaranya, tetapi ada manfaat ekonomi yang dirasakan pelaku usaha," ujarnya di Jakarta, Senin (21/9/2026).
Muhaimin menilai kegiatan bazar tidak seharusnya hanya menjadi acara seremonial. Bazar harus menjadi bagian dari rangkaian pemberdayaan yang menghubungkan pelatihan, pendampingan, produksi hingga akses pasar.

"Bazar itu muara dari pemberdayaan. Setelah masyarakat dilatih dan didampingi, kita harus memastikan produknya punya pasar. Di situlah pemberdayaan menghasilkan kemandirian ekonomi," imbuhnya.
Dengan pendekatan tersebut, pemerintah ingin memastikan pelaku usaha lokal tidak berhenti setelah mendapatkan pelatihan atau mengikuti kegiatan promosi.
Akses pasar menjadi bagian penting agar produk yang telah dibuat pelaku UMKM dapat terus berkembang dan menjangkau konsumen yang lebih luas.
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM Leontinus Alpha Edison mengatakan, kurasi menjadi bagian penting dalam program 1001 Pasar Rakyat.
Menurutnya, pelaku usaha yang dilibatkan tidak sekadar ditempatkan dalam kegiatan bazar. Mereka dipilih dan didampingi agar lebih siap memperluas pasar.
"Yang kami bawa adalah isinya: pelaku usaha yang sudah dikurasi dan didampingi. Jadi kita tidak sekadar membuat bazar, tetapi menjahit ekosistem agar pelaku usaha punya akses pasar," jelasnya.
Untuk mendukung perluasan pasar, Kemenko PM juga menghadirkan workshop optimalisasi media sosial yang diikuti 100 pelaku UMKM.
Workshop tersebut menghadirkan narasumber dari Kementerian UMKM, pelatih bersertifikat platform digital, dan pelaku usaha lokal.
Leontinus mengatakan akses pasar perlu dibangun secara berkelanjutan agar pelaku usaha dapat naik kelas.
"Pemberdayaan bukan sekadar memberikan bantuan. Pelaku usaha membutuhkan akses untuk berkembang. Tugas pemerintah adalah memastikan akses itu tersedia, terus dibuka, dan bisa dijangkau masyarakat di daerah," pungkasnya.