- Indeks Harga Saham Gabungan anjlok 1,69 persen ke level 6.277 akibat pelemahan sektor energi dan industrial.
- Nilai tukar rupiah ikut melemah 0,14 persen ke posisi Rp17.850 per dolar Amerika Serikat.
- Investor menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia mengenai suku bunga acuan pada Rabu.
Suara.com - Pasar saham Indonesia masih melandai. Hal ini, setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 107,68 poin atau 1,69 persen ke level 6.277.
Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, pelemahan terjadi meskipun harga minyak dunia masih melanjutkan koreksi. Sektor energi dan industrial menjadi sektor dengan pelemahan terbesar, sementara sektor cyclical menjadi satu-satunya sektor yang mencatat penguatan.
Investor juga masih menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada Rabu (23/9/2026). BI diperkirakan masih mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,75 persen.
Di pasar komoditas, harga minyak kembali melemah dan berada di bawah level US$100 per barel. Kondisi ini dipengaruhi harapan terhadap upaya diplomatik baru yang dapat mengakhiri konflik AS-Iran sehingga distribusi minyak dari kawasan Timur Tengah dapat kembali pulih.

Namun, Menteri Keuangan Amerika Serikat menyatakan seluruh maskapai penerbangan Iran akan dihentikan operasinya mulai 23 September 2026.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump dijadwalkan berpidato di hadapan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pada 22 September 2026.
Tekanan juga terlihat pada nilai tukar rupiah. Berdasarkan data Phintraco Sekuritas, rupiah ditutup melemah 0,14 persen ke level Rp17.850 per dolar AS.
Di sisi teknikal, Phintraco Sekuritas mencatat posisi IHSG telah ditutup di bawah level MA100 dan MA60.
Kondisi tersebut membuat IHSG diperkirakan berpotensi menguji level psikologis 6.200.
Selain itu, terdapat gap pada level 6.186 yang menjadi perhatian dalam pergerakan indeks berikutnya.
Data Perdagangan IHSG
- IHSG: 6.277, turun 107,68 poin, -1,69 persen
- Nilai transaksi: Rp14,10 triliun
- Volume transaksi: 31,40 miliar saham
- Frekuensi: 2.109.909 kali
Top Value
- BBRI: Rp3.180, turun 120 poin atau 3,64 persen
- BUMI: Rp184, turun 8 poin atau 4,17 persen
- BBCA: Rp6.200, turun 25 poin atau 0,40 persen
Top Volume
- BUMI: Rp184, turun 8 poin atau 4,17 persen
- TRUE: Rp79, turun 11 poin atau 12,22 persen
- SRSN: Rp129, naik 5 poin atau 4,03 persen
Top Gainers LQ45
- ISAT: Rp2.410, naik 100 poin atau 4,33 persen
- CUAN: Rp950, naik 20 poin atau 2,15 persen
- HRTA: Rp2.170, naik 40 poin atau 1,88 persen
Top Losers LQ45
- INDY: Rp2.590, turun 140 poin atau 5,13 persen
- WIFI: Rp1.800, turun 90 poin atau 4,76 persen
- DEWA: Rp348, turun 16 poin atau 4,40 persen
Top Gainers Jakarta Islamic Index (JII)
- CPIN: Rp3.140, naik 30 poin atau 0,96 persen
- BRIS: Rp1.590, naik 10 poin atau 0,63 persen
Top Losers Jakarta Islamic Index (JII)
- BKSL: Rp64, turun 4 poin atau 5,88 persen
- WIFI: Rp1.800, turun 90 poin atau 4,76 persen
- DEWA: Rp348, turun 16 poin atau 4,40 persen
Pergerakan Sektor
- IDX Cyclicals: naik 0,33 persen
- IDX Energy: turun 2,76 persen
- IDX Industrials: turun 2,31 persen
- IDX Properties: turun 2,01 persen