- Indeks Harga Saham Gabungan dibuka menguat ke level 6.297 pada awal perdagangan Rabu, 23 September 2026.
- CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan IHSG bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah akibat sentimen negatif global dan domestik.
- Investor saat ini turut mencermati keputusan Bank Indonesia yang diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75 persen.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bangkit menguat pada awal perdagangan, Rabu, 23 September 2026. IHSG dibuka ke levek 6.297.
Berdasarkan data Stockbit, hingga pukul 09.08 WIB, IHSG masih tetap menghijau dengan naik 0,05 persen ke level 6.280.
Pada perdagangan waktu itu sebanyak 2,12 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nila transaksi mencapai Rp755,61 miliar serta frekuensi sebesar 146.590 kali.
Di waktu itu, terdapat 284 saham menghijau, sedangkan, 240 saham merosot. Sisanya, 439 saham masih belum bergerak alias stagnan.
![Pengunjung melintas dibawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/03/18/26445-ihsg-ihsg-anjlok-bursa-efek-indeks-harga-saham-ilustrasi-bursa-ilustrasi-ihsg.jpg)
Adapun, berikut beberpa saham yang Top Gainer dan Loser di waktu itu:
Top Gainer
- FORU
- NASI
- UNSP
- ZATA
- SAPX
Top Loser
- AGAR
- BPTR
- DYAN
- ESTA
- SHID
Proyeksi IHSG
IHSG diproyeksikan bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Rabu hari ini. CGS International Sekuritas Indonesia dalam risetnya menyebut sejumlah sentimen negatif berpotensi membayangi pergerakan IHSG.
Sentimen tersebut antara lain melemahnya mayoritas indeks di bursa Wall Street, peluang berlanjutnya tekanan jual investor terhadap saham berkapitalisasi besar seperti BYAN, aksi jual investor asing, serta pelemahan nilai tukar rupiah.
Di sisi lain, terdapat sejumlah sentimen positif yang berpotensi menopang IHSG, terutama dari pergerakan harga komoditas.
"IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 6.215/6.150 dan resist 6.340/6.400," tulis CGS International Sekuritas Indonesia.
Selain sentimen global, investor juga akan mencermati keputusan Bank Indonesia terkait suku bunga acuan atau BI Rate. CGS International Sekuritas Indonesia menyebut konsensus memperkirakan BI Rate akan dipertahankan di level 5,75 persen.
Keputusan tersebut menjadi salah satu faktor yang akan dicermati investor dalam menentukan arah perdagangan IHSG.
CGS International Sekuritas Indonesia menyebut komoditas yang menguat antara lain nikel, timah, emas, tembaga, serta batu bara. Penguatan harga komoditas tersebut berpeluang memberikan sentimen positif terhadap IHSG.
Namun, sentimen tersebut masih berhadapan dengan tekanan dari aksi jual investor asing dan pelemahan rupiah.
CGS International Sekuritas Indonesia juga mencantumkan enam saham dengan rekomendasi Buy untuk perdagangan hari ini diantaranya, CUAN, AMMN, PGEO, HRTA, MAPI, ISAT.