Nvidia Siapkan Rp80,5 Triliun Beli Lahan di Batam, Buru Bisnis Data Center AI

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 24 September 2026 | 11:37 WIB
Nvidia Siapkan Rp80,5 Triliun Beli Lahan di Batam, Buru Bisnis Data Center AI
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam acara FEKDI dan IFSE 2026 di Jakarta, Kamis (24/9/2026). [Suara.com/Fakhri]
baca 10 detik
  • Nvidia siapkan investasi US$4,5 miliar di Batam.
  • Dana tersebut untuk pengembangan infrastruktur data center AI.
  • Batam dinilai punya lahan dan air untuk server AI.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap rencana investasi Nvidia sekitar US$4,5 miliar atau setara Rp80,55 triliun di Batam, Kepulauan Riau. Investasi tersebut diarahkan untuk pengembangan infrastruktur data center yang menopang kebutuhan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Airlangga mengatakan kebutuhan data center di Indonesia terus meningkat seiring semakin luasnya penggunaan AI. Batam menjadi salah satu wilayah yang didorong untuk menjadi lokasi pengembangan infrastruktur komputasi tersebut.

Menurut dia, Batam memiliki sejumlah kebutuhan utama untuk membangun data center AI, termasuk ketersediaan lahan dan air yang diperlukan untuk sistem pendingin server.

"Tentu kita juga mendorong national computing daripada data, data center yang terus didorong, di mana demand untuk data center kita meningkat. Termasuk di sini Nvidia juga sudah merencanakan investasi di Batam dan rencana di tempat-tempat lain," kata Airlangga dalam acara FEKDI dan IFSE 2026 di Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Investasi Nvidia tersebut datang ketika kebutuhan kapasitas komputasi Indonesia meningkat seiring penetrasi AI ke berbagai sektor ekonomi. Pemerintah melihat penguatan data center sebagai salah satu infrastruktur kunci agar pemanfaatan AI tidak berhenti pada sisi aplikasi, tetapi ditopang kapasitas komputasi di dalam negeri.

Airlangga mengatakan AI dapat dimanfaatkan pada berbagai sektor, mulai dari manufaktur, logistik, kesehatan, pemerintahan hingga pertambangan.

"Dan dengan data center yang kuat, tentu aplikasi di sektor manufacturing, logistics, healthcare, government, dan mining, ini juga bisa menggunakan AI ke depan," ujarnya.

Masuknya investasi Nvidia juga memperlihatkan besarnya kebutuhan infrastruktur di balik perkembangan AI. Teknologi AI membutuhkan pusat data dengan kapasitas komputasi besar sekaligus dukungan listrik, air dan sistem pendingin yang memadai.

Pemerintah pun menempatkan pengembangan AI dan ekonomi digital sebagai salah satu pengungkit pertumbuhan ekonomi. Airlangga menilai aktivitas ekonomi berbasis digital memiliki karakter berbeda dengan perdagangan barang yang sangat bergantung pada jalur distribusi fisik.

baca juga

"Dan Indonesia diharapkan bisa mendorong dan menggunakan AI ini sebagai pendorong fasilitator pembangunan ke depan. Karena menggunakan AI dan digital itu mendorong ekonomi tanpa lewat Selat Hormuz ataupun Red Sea. Jadi ini adalah salah satu pengungkit daripada perekonomian Indonesia ke depan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Balik Kemewahan AI Indonesia: Ada Bumi yang Kian Gerah

Di Balik Kemewahan AI Indonesia: Ada Bumi yang Kian Gerah

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 07:50 WIB

Manufaktur Kembali Jadi Motor Ekonomi, Tapi Pengusaha Masih Tahan Investasi

Manufaktur Kembali Jadi Motor Ekonomi, Tapi Pengusaha Masih Tahan Investasi

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:00 WIB

BUMN Dana Pensiun Mulai Investasi SDM dari Anak Peserta

BUMN Dana Pensiun Mulai Investasi SDM dari Anak Peserta

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 18:22 WIB

Terkini

Review You Will Die in 6 Hours: Saat Kematian Mengajarkan Kita Cara Menjalani Hidup

Review You Will Die in 6 Hours: Saat Kematian Mengajarkan Kita Cara Menjalani Hidup

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 11:35 WIB

276 Korban MBG Dirawat, Pemkab Batang Minta SPPG Bertanggung Jawab

276 Korban MBG Dirawat, Pemkab Batang Minta SPPG Bertanggung Jawab

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 11:34 WIB

Tiga Produk Khas Dataran Tinggi Dieng Masuk Pelindungan Indikasi Geografis di Indonesia

Tiga Produk Khas Dataran Tinggi Dieng Masuk Pelindungan Indikasi Geografis di Indonesia

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 11:31 WIB

Nikmati Ekstra 27.000 GarudaMiles, Benefit Eksklusif bagi Nasabah BRI Prioritas

Nikmati Ekstra 27.000 GarudaMiles, Benefit Eksklusif bagi Nasabah BRI Prioritas

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 11:31 WIB

Cuaca Panas Sebaiknya AC Pakai Mode Apa? Ini Tips agar Tidak Boros Listrik

Cuaca Panas Sebaiknya AC Pakai Mode Apa? Ini Tips agar Tidak Boros Listrik

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 11:31 WIB

How to Be a Friend: Memahami Arti Persahabatan Sejati

How to Be a Friend: Memahami Arti Persahabatan Sejati

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 11:30 WIB

Sinopsis Ray Gunn, Detektif Swasta Bongkar Konspirasi Besar Kota Futuristik

Sinopsis Ray Gunn, Detektif Swasta Bongkar Konspirasi Besar Kota Futuristik

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 11:30 WIB

Terbang Makin Nyaman, Nasabah BRI Prioritas Dapat Ekstra 27.000 GarudaMiles

Terbang Makin Nyaman, Nasabah BRI Prioritas Dapat Ekstra 27.000 GarudaMiles

Sumbar | Kamis, 24 September 2026 | 11:28 WIB

Jaksa Tuntut Fadia Arafiq 5 Tahun, Diduga Atur Proyek Outsourcing untuk Perusahaannya

Jaksa Tuntut Fadia Arafiq 5 Tahun, Diduga Atur Proyek Outsourcing untuk Perusahaannya

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 11:27 WIB

Gerai Berdiri Belum Tentu Siap Operasi, KSP Soroti Hambatan Kopdes Merah Putih Meski Ada Perpres

Gerai Berdiri Belum Tentu Siap Operasi, KSP Soroti Hambatan Kopdes Merah Putih Meski Ada Perpres

News | Kamis, 24 September 2026 | 11:23 WIB

×