Bitcoin Dijual Massal Investor, JPMorgan Ungkap Titik Kritis

M Nurhadi

Jum'at, 25 September 2026 | 08:50 WIB
Bitcoin Dijual Massal Investor,  JPMorgan Ungkap Titik Kritis
Ilustrasi Bitcoin. (Unsplash)
baca 10 detik
  • Harga Bitcoin melemah tipis ke level US$ 84.402 per koin pada Jumat pagi, 25 September 2026.
  • Sejumlah perusahaan seperti Sequans Communications dan Satsuma Technology melikuidasi seluruh kepemilikan Bitcoin untuk melunasi utang dan menyehatkan keuangan.
  • JPMorgan mencatat harga Bitcoin berada di bawah biaya produksi penambang sebesar US$ 85.000, memicu tekanan jual di pasar.

Suara.com - Harga Bitcoin (BTC) terpantau masih berada dalam fase konsolidasi dan goyah pada perdagangan Jumat (25/9/2026) pagi. Tekanan pasar yang berkepanjangan ini memicu pergeseran strategi di kalangan institusi, di mana sejumlah korporasi tercatat mulai mengurangi porsi kepemilikan hingga sepenuhnya meninggalkan strategi penempatan Bitcoin sebagai aset cadangan (treasury).

Berdasarkan data dari CoinMarketCap pada pukul 06.45 WIB, nilai Bitcoin mengalami pelemahan tipis sebesar 0,04% menjadi US$ 84.402 per koin. Angka tersebut setara dengan Rp 1,51 miliar dengan asumsi nilai tukar Rp 17.962 per dolar AS.

Meski aset kripto nomor wahid tersebut terkoreksi, kapitalisasi pasar kripto global secara keseluruhan masih mencatatkan kenaikan 0,45% dalam 24 jam terakhir ke level US$ 2,88 triliun.

Indeks CoinDesk 20 yang mengukur performa 20 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar juga menghijau dengan penguatan 0,24%. Sementara itu, altcoin utama seperti Ethereum (ETH) naik 0,29% menjadi US$ 2.689, dan Binance Coin (BNB) memimpin dengan lonjakan 1,44% ke posisi US$ 776.

Tren likuidasi cadangan korporasi salah satunya dipelopori oleh Sequans Communications. Mengutip laporan CoinTelegraph, perusahaan semikonduktor asal Prancis tersebut secara resmi telah mengakhiri strategi Bitcoin treasury mereka setelah menjual seluruh sisa aset sebanyak 314 BTC.

Keputusan ini menjadi titik balik bagi Sequans yang sebelumnya agresif mengakumulasi lebih dari 3.200 BTC. Manajemen perseroan menegaskan bahwa langkah pelepasan aset kripto ini diambil pasca-penebusan utang konversi pada Mei 2026. Dana hasil penjualan memungkinkan perusahaan untuk kembali fokus pada pengembangan bisnis inti di sektor cellular internet-of-things (IoT) dan software-defined radio.

CEO Sequans Communications Georges Karam menyatakan bahwa pencairan Bitcoin tersebut dialokasikan secara spesifik untuk melunasi kewajiban utang konversi sekaligus menyehatkan neraca keuangan perseroan.

Melalui transaksi pembersihan aset tersebut, Sequans kini beroperasi tanpa kepemilikan kripto dan terbebas dari beban utang, menyisakan kewajiban riset dan pengembangan yang murni didanai oleh pemerintah.

Sejarah mencatat, Sequans pertama kali merilis strategi Bitcoin treasury pada Juni 2025 dengan dukungan dana segar senilai US$384 juta dari penjualan surat berharga ekuitas dan utang konversi. Sayangnya, strategi ambisius ini dipangkas kurang dari enam bulan kemudian.

baca juga

Pada November 2025, perusahaan terpaksa melego 970 BTC untuk menutupi separuh dari utang konversinya, sebelum akhirnya menyatakan penghentian total strategi treasury secara bertahap sejak Mei 2026.

Eksodus korporasi dari aset kripto ini bukan kasus tunggal. Head of Digital Assets Research VanEck, Matthew Sigel, memaparkan data yang mengidentifikasi setidaknya sembilan entitas bisnis telah melikuidasi penuh atau mencabut strategi kripto treasury mereka sepanjang tahun 2026.

Satsuma Technology menjadi salah satu entitas yang melakukan putar balik strategi secara drastis. Perusahaan yang terdaftar di bursa Inggris ini sempat mengumpulkan dana sebesar 100 juta pound sterling (sekitar US$135 juta) melalui instrumen utang konversi pada Juli 2025 khusus untuk membangun treasury Bitcoin.

Setahun berselang, para pemegang saham justru menyepakati pengembalian sebagian besar modal, penghapusan pencatatan saham (delisting), dan penghentian operasional perdagangan yang diikuti dengan likuidasi seluruh 669 BTC milik perusahaan. Perusahaan lain seperti Bitdeer, Genius Group, dan Prenetics juga dilaporkan menempuh langkah serupa dengan melepas penuh portofolio Bitcoin mereka tahun ini.

Dinamika aksi jual korporasi ini beririsan langsung dengan analisis teknikal dari JPMorgan. Institusi perbankan raksasa tersebut menyoroti bahwa level US$ 85.000 merupakan titik krusial yang merepresentasikan biaya produksi rata-rata bagi para penambang Bitcoin.

Menurut catatan JPMorgan, Bitcoin telah menghabiskan waktu selama 280 hari di bawah garis batas tersebut. Kondisi ini memberikan tekanan finansial yang masif kepada para penambang, memaksa mereka untuk terus menjual cadangan koin guna menutupi biaya operasional.

Meski harga sempat menyentuh area di atas US$ 85.000 untuk memberikan sedikit ruang napas bagi ekonomi penambangan, Bitcoin gagal mempertahankan posisi dan kembali terperosok ke bawah ambang batas psikologis tersebut. 

The Fed menegaskan, stabilitas harga di atas level kritis tersebut adalah syarat mutlak agar sektor penambangan dapat beroperasi secara menguntungkan. Terlepas dari tekanan jangka pendek, JPMorgan masih memproyeksikan target harga jangka panjang Bitcoin di kisaran US$ 170.000 hingga US$ 266.000 dengan menggunakan acuan komparasi terhadap emas.

Situasi di pasar domestik juga merefleksikan dinamika yang sama. Berdasarkan pantauan platform Pluang per 25 September 2026 pukul 04.21 WIB, harga Bitcoin diperdagangkan di level Rp1.510.513.687, hanya mencatatkan kenaikan tipis 0,51% dalam 24 jam terakhir. Valuasi ini masih berjuang di bawah patokan biaya produksi US$ 85.000 yang disyaratkan JPMorgan.

Di platform yang sama, kapitalisasi pasar Bitcoin menembus Rp30.389,11 triliun dengan rasio aktivitas beli menyentuh angka 55%, yang mengindikasikan bahwa sebagian investor masih mempertahankan optimisme hati-hati di tengah fluktuasi harga yang belum menembus resistensi utama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usut Sindikat Scam Kripto Malaysia-Vietnam, Polisi Telusuri Transaksi Fantastis Rp3,19 Triliun

Usut Sindikat Scam Kripto Malaysia-Vietnam, Polisi Telusuri Transaksi Fantastis Rp3,19 Triliun

News | Kamis, 24 September 2026 | 19:30 WIB

Keamanan Industri Kripto Terancam Komputer Kuantum, Apa Itu?

Keamanan Industri Kripto Terancam Komputer Kuantum, Apa Itu?

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 12:27 WIB

Skenario Harga Bitcoin Menuju US$ 95.000, Tembus Basis Momentum Ini

Skenario Harga Bitcoin Menuju US$ 95.000, Tembus Basis Momentum Ini

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 11:55 WIB

Terkini

Kebakaran Gudang HT di Setiabudi: Hampir 100 Damkar Dikerahkan, Kerugian Capai Rp1 Miliar!

Kebakaran Gudang HT di Setiabudi: Hampir 100 Damkar Dikerahkan, Kerugian Capai Rp1 Miliar!

News | Jum'at, 25 September 2026 | 08:35 WIB

Dua Hari Hilang Tanpa Alas Kaki, Nenek 62 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Tegalan Sumenep

Dua Hari Hilang Tanpa Alas Kaki, Nenek 62 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Tegalan Sumenep

Jatim | Jum'at, 25 September 2026 | 08:34 WIB

Stok Pangan Ada, Harga Masih Tinggi: DPR Soroti Cabai Tembus Rp95 Ribu

Stok Pangan Ada, Harga Masih Tinggi: DPR Soroti Cabai Tembus Rp95 Ribu

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 08:30 WIB

Tanaman Hias Indoor Pembawa Hoki di Rumah Sesuai Shio, Dipercaya Bawa Kemakmuran

Tanaman Hias Indoor Pembawa Hoki di Rumah Sesuai Shio, Dipercaya Bawa Kemakmuran

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 08:30 WIB

Bukan Bikin Rileks, Ini 3 Dampak Mematikan Etomidate pada Paru-paru dan Otak

Bukan Bikin Rileks, Ini 3 Dampak Mematikan Etomidate pada Paru-paru dan Otak

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 08:25 WIB

Pembayaran Digital Makin Tinggi, Anak Muda Minta Uang THR Lewat QRIS

Pembayaran Digital Makin Tinggi, Anak Muda Minta Uang THR Lewat QRIS

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 08:21 WIB

Detik-Detik Brigadir WHS Tewas dalam Tugas: Motor Masuk Kolong Truk saat Antar Berkas Perkara

Detik-Detik Brigadir WHS Tewas dalam Tugas: Motor Masuk Kolong Truk saat Antar Berkas Perkara

News | Jum'at, 25 September 2026 | 08:16 WIB

Sosok Wisnu Hani Putranto, Kalapas Cibinong yang Disorot Akibat Adanya Fasilitas Mewah di Lapas

Sosok Wisnu Hani Putranto, Kalapas Cibinong yang Disorot Akibat Adanya Fasilitas Mewah di Lapas

News | Jum'at, 25 September 2026 | 08:10 WIB

Jenazah ABK Arupadhatu 1 Dimakamkan, 7 Korban Masih Hilang

Jenazah ABK Arupadhatu 1 Dimakamkan, 7 Korban Masih Hilang

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 08:00 WIB

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Cerah Berawan hingga Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Cerah Berawan hingga Hujan Ringan

News | Jum'at, 25 September 2026 | 07:59 WIB

×