Dana Asing Kabur dari Indonesia, Rupiah Melemah

Liberty Jemadu, Rina Anggraeni

Senin, 28 September 2026 | 16:07 WIB
Dana Asing Kabur dari Indonesia, Rupiah Melemah
Nilai tukar rupiah ditutup melemah ke level Rp17.978 per dolar AS pada perdagangan Senin sore, 28 September 2026. [Antara]
baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah ditutup melemah ke level Rp17.978 per dolar AS pada perdagangan Senin sore, 28 September 2026.
  • Pelemahan rupiah di Jakarta tersebut disebabkan oleh derasnya aliran dana asing keluar serta meningkatnya permintaan dolar dari importir.
  • Dampak pelemahan juga dirasakan mayoritas mata uang di Asia, sementara harga minyak dunia naik akibat situasi geopolitik Timur Tengah.

Suara.com - Nilai tukar rupiah melemah pada Senin sore (28/9/2026) setelah dana asing mengalir keluar dari Indonesia.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah pada Senin sore ditutup ke level Rp17.978  per dolar AS, melemah 75 poin atau turun 0,42 persen dibandingkan pekan  sebelumnya yang ada di Rp17.903 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures, Lukman mengatakan pelemahan rupiah disebabkan oleh derasnya dana asing yang keluar.

"Rupiah ditutup melemah ke level 17.978 per dolar karena tertekan oleh kombinasi meningkatnya permintaan dolar dari importir, arus keluar dana asing, serta penguatan indeks dolar AS," katanya saat dihubungi Suara.com di Jakarta.

Dia menambahkan sentimen negatif di  pasar secara keseluruhan membuat tekanan pada rupiah. Salah satunya perkembangan geopolitik di Timur Tengah yang kembali memanas setelah Iran menolak proposal damai dari Amerika Serikat.

Akibatnya harga minyak dunia kembali naik di sekitar 106 dolar per barel.

"Sepanjang pekan ini, investor masih akan cenderung berhati-hati menjelang rilis serangkaian data ekonomi penting, baik dari dalam maupun luar negeri," jelasnya.

Sementara itu, mayoritas mata uang di Asia melemah. Baht Thailand menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,57 persen.

Selanjutnya ada won Korea Selatan yang ambles 0,44 persen dan ringgit Malaysia tertekan 0,26 persen.

baca juga

Rupee India juga terkoreksi 0,13 persen, peso Filipina ditutup terdepresiasi 0,11 persen, dolar Taiwan ditutup turun 0,08 persen, dolar Singapura tergelincir 0,07 persen, yuan China turun 0,01 persen dan dolar Hong Kong melemah tipis 0,005 persen terhadap the greenback.

Sedangkan, yen Jepang menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah naik 0,04 persen di hari ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Semakin Anjlok Pagi Hari Ini ke Level Rp17.964

Rupiah Semakin Anjlok Pagi Hari Ini ke Level Rp17.964

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 09:44 WIB

Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Naik ke Level Rp17.903

Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Naik ke Level Rp17.903

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 16:11 WIB

Rupiah Melemah Mendekati Rp18.000, Airlangga: Fluktuasi Itu Biasa

Rupiah Melemah Mendekati Rp18.000, Airlangga: Fluktuasi Itu Biasa

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 13:22 WIB

Rupiah Melemah Lawan Dolar AS, Mayoritas Mata Uang Asia Menguat

Rupiah Melemah Lawan Dolar AS, Mayoritas Mata Uang Asia Menguat

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 09:50 WIB

Alasan Nilai Tukar Rupiah Nyaris Rp18.000 Pada Hari Ini

Alasan Nilai Tukar Rupiah Nyaris Rp18.000 Pada Hari Ini

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 18:35 WIB

Terkini

Jelang Timnas Indonesia vs Malaysia, Erick Thohir Kirim Pesan Penting untuk Skuad Garuda

Jelang Timnas Indonesia vs Malaysia, Erick Thohir Kirim Pesan Penting untuk Skuad Garuda

Bola | Senin, 28 September 2026 | 16:25 WIB

Geledah BPN Jatim, KPK Temukan Sejumlah Rekening Tempat Penampungan Uang Setoran

Geledah BPN Jatim, KPK Temukan Sejumlah Rekening Tempat Penampungan Uang Setoran

News | Senin, 28 September 2026 | 16:23 WIB

Indonesia Geser China, Kini Jadi Produsen Nikel Olahan Terbesar Dunia

Indonesia Geser China, Kini Jadi Produsen Nikel Olahan Terbesar Dunia

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 16:23 WIB

5 Sneakers Empuk Terbaik untuk Aktivitas Sehari-hari: Merek Lokal hingga Internasional

5 Sneakers Empuk Terbaik untuk Aktivitas Sehari-hari: Merek Lokal hingga Internasional

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 16:20 WIB

Di Tanah Lada: Apakah Mati Jadi Jalan Keluar Terbaik untuk Ava?

Di Tanah Lada: Apakah Mati Jadi Jalan Keluar Terbaik untuk Ava?

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 16:20 WIB

Profesi Unik 'Ghostwriter' Aplikasi Kencan: Dibayar Mahal Cuma Buat Balas Chat Cari Jodoh!

Profesi Unik 'Ghostwriter' Aplikasi Kencan: Dibayar Mahal Cuma Buat Balas Chat Cari Jodoh!

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 16:18 WIB

PETI Kembali Marak di Sangihe, TMS Masih Tunggu Izin Operasi dari ESDM

PETI Kembali Marak di Sangihe, TMS Masih Tunggu Izin Operasi dari ESDM

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 16:16 WIB

Siswa Keracunan Makan Bergizi Gratis di Batang, Wali Murid Beri Pesan Tegas ke Gibran

Siswa Keracunan Makan Bergizi Gratis di Batang, Wali Murid Beri Pesan Tegas ke Gibran

Jawa Tengah | Senin, 28 September 2026 | 16:16 WIB

Soroti RUU Perampasan Aset, Pakar Ingatkan Kerugian Bisnis Belum Tentu Pidana

Soroti RUU Perampasan Aset, Pakar Ingatkan Kerugian Bisnis Belum Tentu Pidana

News | Senin, 28 September 2026 | 16:15 WIB

Negara Miskin Jadi yang Terakhir Rasakan Manfaat Net Zero: Kenapa?

Negara Miskin Jadi yang Terakhir Rasakan Manfaat Net Zero: Kenapa?

News | Senin, 28 September 2026 | 16:14 WIB

×