Harga Minyak Dunia Menguat Dua Hari Beruntun, Inflasi Ancam Ekonomi AS

M Nurhadi

Selasa, 29 September 2026 | 09:36 WIB
Harga Minyak Dunia Menguat Dua Hari Beruntun, Inflasi Ancam Ekonomi AS
Lonjakan harga energi dunia akibat memanasnya dinamika geopolitik global mulai memberikan tekanan serius terhadap sektor industri di berbagai negara, termasuk Indonesia. Foto ist.
baca 10 detik
  • Harga minyak Brent dan WTI naik pada Selasa (29/9/2026) akibat kekhawatiran gangguan pasokan Timur Tengah.
  • Ekspor minyak Timur Tengah mencapai 12,8 juta barel per hari pada September meski terkendala distribusi alternatif.
  • Pemerintah Amerika Serikat dan Iran sedang melakukan pembicaraan terpisah untuk mengakhiri konflik yang berlangsung selama tujuh bulan.

Suara.com - Harga minyak mentah di pasar global kembali mencatatkan reli positif untuk dua sesi berturut-turut pada awal perdagangan Selasa (29/9/2026). Penguatan harga komoditas energi ini secara langsung dipicu oleh kecemasan pelaku pasar yang masih tersisa mengenai potensi gangguan pasokan berskala besar dari kawasan Timur Tengah.

Kekhawatiran panjang akibat konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran terbukti memberikan sentimen pendorong yang lebih kuat dibandingkan dengan munculnya tanda-tanda awal pemulihan arus ekspor minyak mentah dari kawasan tersebut.

Berdasarkan data perdagangan bursa komoditas berjangka, yang dikutip dari Reuters pada pukul 09.15 WIB, harga minyak mentah acuan global jenis Brent terpantau merangkak naik sebesar 63 sen.

Kenaikan yang setara dengan 0,6 persen tersebut mengantarkan harga Brent bertengger di level US$105,91 per barel. Sejalan dengan pergerakan tersebut, patokan harga minyak mentah Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI), turut mengalami penguatan sebesar 72 sen atau 0,8 persen, sehingga menetap di posisi US$93,32 per barel.

Peningkatan ekspor minyak dari Timur Tengah belakangan ini memang sedang terjadi, namun metode distribusinya masih menemui berbagai kendala teknis akibat tingginya risiko keamanan di jalur maritim.

Kepala Analis KCM Trade, Tim Waterer, memberikan pandangannya terkait kondisi rantai pasokan logistik energi di kawasan Teluk yang saat ini terus mencari celah di tengah ketegangan.

"Gambaran yang lebih jelas mulai terlihat mengenai peningkatan volume ekspor minyak dari kawasan Teluk, namun sebagian besar kenaikan tersebut masih bergantung pada cara-cara alternatif seperti transfer muatan antar-kapal. Metode-metode ini kurang efisien dan lebih memakan biaya dibandingkan operasi normal, itulah sebabnya harga minyak mentah tetap tinggi," jelas Tim Waterer.

Data awal yang dirilis pada hari Senin oleh penyedia data analitik Kpler memperlihatkan bahwa volume ekspor minyak mentah dari negara-negara produsen utama di Timur Tengah berhasil merangkak naik hingga menyentuh angka 12,8 juta barel per hari pada bulan September. Angka ini tercatat sebagai rekor pengiriman tertinggi sejak bulan Februari.

Pencapaian logistik ini banyak didorong oleh akselerasi pengiriman kargo minyak dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) yang berusaha merespons tingginya permintaan global.

baca juga

Di arena diplomasi, upaya untuk meredakan ketegangan di kawasan terus diupayakan dengan sangat berhati-hati. Pejabat dari Amerika Serikat dan Iran dilaporkan telah melakukan pembicaraan secara terpisah dengan pihak mediator dalam sebuah dorongan baru untuk mengakhiri perang yang telah berkecamuk selama tujuh bulan terakhir.

Pejabat dari kedua negara tersebut mengonfirmasi bahwa negosiasi lanjutan secara luas diperkirakan akan berpusat pada versi amandemen dari proposal perdamaian tujuh hari yang sebelumnya diajukan oleh Iran di sela-sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada pekan lalu.

Waterer juga menambahkan bahwa ada banyak kekuatan fundamental yang saling bersaing di pasar komoditas saat ini. Hal tersebut memaksa para pedagang untuk berupaya keras memisahkan sinyal pergerakan nyata dari sekadar kebisingan informasi di tengah eskalasi konflik.

Perang yang dipicu oleh serangkaian serangan dari kubu AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu ini telah berhasil memusatkan perhatian dunia pada Selat Hormuz.

Perairan tersebut merupakan jalur pelayaran yang teramat krusial bagi lalu lintas pasokan minyak dan gas global. Segala bentuk potensi gangguan di selat sempit tersebut secara otomatis akan menjungkirbalikkan stabilitas pasar energi dan mengancam laju inflasi dunia.

Sementara itu, guna meredam dampak lonjakan harga energi terhadap inflasi domestik di dalam negerinya, pemerintah Amerika Serikat tengah mempertimbangkan langkah relaksasi regulasi bahan bakar.

Menurut penuturan sumber yang mengetahui diskusi tersebut kepada Reuters, Washington sedang mengkaji pelonggaran aturan untuk mengizinkan penjualan solar pewarna merah (red-dyed diesel) secara lebih luas kepada masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Kembali Sentuh Rp18.000 per Dolar AS

Rupiah Kembali Sentuh Rp18.000 per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 09:31 WIB

Dana Asing Kabur dari Indonesia, Rupiah Melemah

Dana Asing Kabur dari Indonesia, Rupiah Melemah

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 16:07 WIB

Trump Tolak Damai dengan Iran, Ancaman Perang Kembali Memanas

Trump Tolak Damai dengan Iran, Ancaman Perang Kembali Memanas

News | Senin, 28 September 2026 | 15:20 WIB

Cerdik! Jalur Laut Kaspia Jadi Pilihan Iran Menembus Blokade Selat Hormuz

Cerdik! Jalur Laut Kaspia Jadi Pilihan Iran Menembus Blokade Selat Hormuz

News | Senin, 28 September 2026 | 11:24 WIB

Tensura Season 4 Cour 3 Lanjut Juli, Spin-off Clayman's Revenge Jadi Anime

Tensura Season 4 Cour 3 Lanjut Juli, Spin-off Clayman's Revenge Jadi Anime

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 10:48 WIB

Dunia Gemetar, Harga Minyak Terus Mendidih saat Perdamaian AS - Iran Makin Tak Jelas

Dunia Gemetar, Harga Minyak Terus Mendidih saat Perdamaian AS - Iran Makin Tak Jelas

News | Senin, 28 September 2026 | 10:48 WIB

Terkini

Harga Minyak Dunia Menguat Dua Hari Beruntun, Inflasi Ancam Ekonomi AS

Harga Minyak Dunia Menguat Dua Hari Beruntun, Inflasi Ancam Ekonomi AS

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 09:36 WIB

Rupiah Kembali Sentuh Rp18.000 per Dolar AS

Rupiah Kembali Sentuh Rp18.000 per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 09:31 WIB

Lipatan iPhone Duo Nyaris Tak Terlihat, Apple Ungkap Rahasianya

Lipatan iPhone Duo Nyaris Tak Terlihat, Apple Ungkap Rahasianya

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 09:27 WIB

Apa Saja Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong yang Sedang Viral?

Apa Saja Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong yang Sedang Viral?

News | Selasa, 29 September 2026 | 09:20 WIB

IHSG Dibuka Makin Merosot ke Level 6.100, Pantau MEDC

IHSG Dibuka Makin Merosot ke Level 6.100, Pantau MEDC

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 09:19 WIB

Harman Hapus 500 Ribu Tautan Produk Ilegal, 300 Ribu di Antaranya Barang Palsu JBL

Harman Hapus 500 Ribu Tautan Produk Ilegal, 300 Ribu di Antaranya Barang Palsu JBL

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 09:16 WIB

LRT Jabodebek Terganggu Saat Jam Sibuk, Rem Mendadak hingga Penumpang Menumpuk di Cawang

LRT Jabodebek Terganggu Saat Jam Sibuk, Rem Mendadak hingga Penumpang Menumpuk di Cawang

News | Selasa, 29 September 2026 | 09:11 WIB

Calon Komisaris-Direksi BRK Syariah Ditetapkan, Plt Gubri: Tunggu Hasil OJK

Calon Komisaris-Direksi BRK Syariah Ditetapkan, Plt Gubri: Tunggu Hasil OJK

Riau | Selasa, 29 September 2026 | 09:08 WIB

Sinyal 5G Makin Diperluas, Pemerintah Kini Kejar Kualitas dan Harga Murah

Sinyal 5G Makin Diperluas, Pemerintah Kini Kejar Kualitas dan Harga Murah

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 09:02 WIB

Kementerian PU Operasikan Tiga Pompa Atasi Kekeringan Sawah di Bekasi

Kementerian PU Operasikan Tiga Pompa Atasi Kekeringan Sawah di Bekasi

Bekaci | Selasa, 29 September 2026 | 08:59 WIB

×