Trump Tolak Damai dengan Iran, Ancaman Perang Kembali Memanas

M Nurhadi

Senin, 28 September 2026 | 15:20 WIB
Trump Tolak Damai dengan Iran, Ancaman Perang Kembali Memanas
Pidato Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Sidang Umum PBB ke-81 kembali menjadi sorotan setelah sejumlah pernyataannya mengenai persenjataan, minyak, narkoba, lapangan kerja hingga investasi dinilai tidak sesuai dengan data. [Istimewa]
baca 10 detik
  • Harga minyak mentah global menguat lebih dari satu persen pada hari Senin akibat penolakan Donald Trump terhadap proposal damai Iran.
  • Pasar khawatir terhadap kerentanan pasokan global setelah pasukan koalisi Arab Saudi mencegat serangan rudal dan drone kelompok Houthi.
  • Volume ekspor minyak Timur Tengah melonjak mencapai 12,8 juta barel per hari pada bulan September menurut data Kpler.

Suara.com - Pergerakan harga komoditas minyak mentah di pasar global kembali mencatatkan penguatan (rebound) lebih dari 1 persen pada perdagangan Senin. Dorongan kenaikan harga ini dipicu oleh sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang secara tegas menolak kesepakatan damai dari Iran. Penolakan terhadap proposal yang bertujuan menyelesaikan konflik dan membuka kembali jalur pelayaran Selat Hormuz tersebut secara otomatis membuat eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah tetap berada pada level yang tinggi.

Berdasarkan data perdagangan pada pukul 00.36 GMT, kontrak berjangka minyak mentah jenis Brent mengalami lonjakan sebesar US1,32atausekitar1,27persen,membawanyabertenggerdilevelUS105,64 per barel.

Tren positif yang sama juga dicatatkan oleh patokan minyak mentah Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI), yang menguat 70 sen atau 0,76 persen menuju level US$93,11 per barel.

Pihak Teheran mengklaim bahwa usulan tersebut telah disalurkan kepada pihak Amerika Serikat melalui perantara (mediator) dari Qatar. Namun, pada hari Sabtu, Trump menegaskan penolakannya terhadap kerangka rencana tersebut.

Menariknya, dalam sebuah wawancara telepon dengan Axios pada hari Minggu, Trump mengisyaratkan bahwa negosiator AS kemungkinan masih akan terlibat dalam pembicaraan lebih lanjut pada pekan ini.

"Risiko geopolitik tetap tinggi seiring berlanjutnya serangan Houthi dan Iran terhadap Arab Saudi, yang membuat arus pasokan di kawasan tersebut menjadi rentan," ungkap analis ANZ dalam catatan risetnya.

Kekhawatiran pasar terhadap kerentanan pasokan tidak lepas dari realitas di lapangan yang masih diwarnai aksi militer. Pada Sabtu pagi, pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman melaporkan telah berhasil mencegat dua rudal balistik dan dua pesawat tak berawak (drone).

Berdasarkan laporan koalisi, proyektil mematikan tersebut diluncurkan oleh kelompok Houthi yang mendapat dukungan penuh dari Iran, dengan target wilayah kerajaan Saudi.

Melihat kembali kinerja pekan lalu, pergerakan kedua acuan harga minyak dunia ini mencatatkan hasil yang cukup kontras. Saat minyak Brent mampu merangkak naik tipis 0,4 persen, minyak WTI justru terpuruk hingga 7,9 persen.

baca juga

Anjloknya WTI didorong oleh spekulasi pasar yang khawatir bahwa pemerintah AS mungkin akan memberlakukan pelarangan ekspor solar demi menekan rekor harga di dalam negeri, sebuah langkah kebijakan yang berpotensi memangkas laju produksi penyulingan minyak AS.

"Produk minyak olahan tetap menjadi titik tekanan, di mana rekor harga diesel AS memperparah risiko inflasi dan memicu kembali perdebatan mengenai potensi pembatasan ekspor," ungkap analis ANZ.

Tim analis tersebut juga menambahkan bahwa setiap bentuk pembatasan atau restriksi terhadap ekspor solar AS akan secara langsung memperketat ketersediaan pasokan di luar pasar domestik AS. Pasar Eropa diproyeksikan akan menjadi pihak yang paling cepat bereaksi terhadap prospek penyusutan pasokan dari Negeri Paman Sam tersebut.

Sementara itu, di tengah memanasnya tensi geopolitik, arus ekspor minyak mentah dari negara-negara produsen utama di Timur Tengah justru mulai memperlihatkan pemulihan yang signifikan.

Berdasarkan data awal yang dirilis oleh perusahaan analitik Kpler pada hari Senin, volume ekspor minyak dari kawasan tersebut melonjak mencapai 12,8 juta barel per hari pada bulan September. Angka tersebut menjadi rekor tertinggi sejak meletusnya perang pada bulan Februari, yang utamanya ditopang oleh agresivitas peningkatan ekspor dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA).

Pemulihan arus komoditas energi ini berjalan beriringan dengan normalisasi pengiriman armada kapal tanker melalui Selat Hormuz, yang diproyeksikan akan menyentuh angka 7,4 juta barel per hari pada bulan ini.

Peningkatan aktivitas logistik di selat tersebut tidak terlepas dari langkah strategis Arab Saudi yang terpaksa mengalihkan rute ekspornya dari pelabuhan Yanbu di Laut Merah menuju pelabuhan Ras Tanura di wilayah timur, menyusul serangkaian serangan yang sempat melumpuhkan fasilitas pipa minyak East-West milik perusahaan energi negara tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cerdik! Jalur Laut Kaspia Jadi Pilihan Iran Menembus Blokade Selat Hormuz

Cerdik! Jalur Laut Kaspia Jadi Pilihan Iran Menembus Blokade Selat Hormuz

News | Senin, 28 September 2026 | 11:24 WIB

Dunia Gemetar, Harga Minyak Terus Mendidih saat Perdamaian AS - Iran Makin Tak Jelas

Dunia Gemetar, Harga Minyak Terus Mendidih saat Perdamaian AS - Iran Makin Tak Jelas

News | Senin, 28 September 2026 | 10:48 WIB

Apa Itu Diplomasi Panda Xi Jinping dan Donald Trump?

Apa Itu Diplomasi Panda Xi Jinping dan Donald Trump?

News | Senin, 28 September 2026 | 09:44 WIB

Iran Menutup Pintu Negosiasi Baru dengan Amerika Serikat di Sidang Umum PBB

Iran Menutup Pintu Negosiasi Baru dengan Amerika Serikat di Sidang Umum PBB

News | Senin, 28 September 2026 | 09:27 WIB

Serbu Promo Gantung Alfamart! Minyak Goreng dan Telur Turun Harga Besar-besaran

Serbu Promo Gantung Alfamart! Minyak Goreng dan Telur Turun Harga Besar-besaran

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 15:41 WIB

Harga Minyak Dunia Kembali Naik, WFH Bakal Diterapkan Lagi?

Harga Minyak Dunia Kembali Naik, WFH Bakal Diterapkan Lagi?

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 15:52 WIB

Terkini

Dapur Warmindo di Sleman Meledak, Tiga Pegawai Terpental Keluar Warung

Dapur Warmindo di Sleman Meledak, Tiga Pegawai Terpental Keluar Warung

Jogja | Senin, 28 September 2026 | 15:19 WIB

BRI Peduli Wujudkan Impian Murid Asal Semarang Ini Agar Punya Sepeda untuk Sekolah

BRI Peduli Wujudkan Impian Murid Asal Semarang Ini Agar Punya Sepeda untuk Sekolah

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 15:19 WIB

5 Cara Mengatasi Tali Strap Smartwatch Silikon yang Bikin Kulit Gatal dan Iritasi

5 Cara Mengatasi Tali Strap Smartwatch Silikon yang Bikin Kulit Gatal dan Iritasi

Tekno | Senin, 28 September 2026 | 15:15 WIB

9 Rekomendasi Tinted Sunscreen Lokal Pengganti Foundation

9 Rekomendasi Tinted Sunscreen Lokal Pengganti Foundation

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 15:15 WIB

Navigasi Quarter-Life Crisis: Menemukan Ketenangan di Tengah Ketidakpastian

Navigasi Quarter-Life Crisis: Menemukan Ketenangan di Tengah Ketidakpastian

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 15:11 WIB

Guru SD di Sleman Disabet Parang Wali Murid, Polisi Ungkap Pemicu Kejadian

Guru SD di Sleman Disabet Parang Wali Murid, Polisi Ungkap Pemicu Kejadian

Jogja | Senin, 28 September 2026 | 15:11 WIB

Pengangkatan Soeharto Jadi Pahlawan Dinilai Tak Sejalan dengan Semangat Antikorupsi

Pengangkatan Soeharto Jadi Pahlawan Dinilai Tak Sejalan dengan Semangat Antikorupsi

News | Senin, 28 September 2026 | 15:09 WIB

Hotspot Sumsel Turun 63 Persen, Mengapa Asap Palembang Masih Pekat?

Hotspot Sumsel Turun 63 Persen, Mengapa Asap Palembang Masih Pekat?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 15:09 WIB

Panggil Menteri dan Wamen ke Istana, Prabowo Bahas Biaya Perjalanan Haji

Panggil Menteri dan Wamen ke Istana, Prabowo Bahas Biaya Perjalanan Haji

News | Senin, 28 September 2026 | 15:09 WIB

Efek Perimenopause pada Kulit, Kenali 4 Tanda dan Cara Mengatasinya

Efek Perimenopause pada Kulit, Kenali 4 Tanda dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 15:07 WIB

×