Biaya Logistik dan Jalur Air Lumpuh, Sektor Ekspor Tertatih-tatih Tahan Laju

M Nurhadi, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 30 September 2026 | 20:19 WIB
Biaya Logistik dan Jalur Air Lumpuh, Sektor Ekspor Tertatih-tatih Tahan Laju
Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arif. (ANTARA/HO-Kemenperin)
baca 10 detik
  • Kementerian Perindustrian mengumumkan Indeks Kepercayaan Industri September 2026 berada di level 51,93 dan tetap berada dalam zona ekspansi.
  • Perlambatan indeks disebabkan oleh peningkatan biaya logistik, disrupsi distribusi akibat cuaca, serta sikap kehati-hatian pelaku industri terhadap kebijakan pemerintah.
  • Sebanyak 67,4 persen pelaku usaha menyatakan sikap optimistis dalam menatap prospek bisnis untuk enam bulan ke depan di Jakarta.

Suara.com - Kinerja sektor industri pengolahan nasional masih menunjukkan daya tahan yang baik, meskipun dihadapkan pada sejumlah tekanan struktural. Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada bulan September 2026 tercatat berada di level 51,93.

Angka ini menandakan bahwa sektor industri masih berada kokoh di zona ekspansi (di atas level 50), kendati mengalami perlambatan tipis sebesar 0,37 poin dibandingkan capaian bulan Agustus 2026 yang bertengger di level 52,30.

Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Febri Hendri Antoni Arif, memaparkan bahwa moderasi laju indeks ini utamanya dipicu oleh akumulasi beban biaya logistik yang meningkat, disrupsi jalur distribusi di beberapa daerah, serta sikap kehati-hatian (wait and see) pelaku industri sembari menantikan kepastian sejumlah kebijakan pemerintah.

"Industri pengolahan pada bulan September 2026 masih ekspansi dengan indeks sebesar 51,93. Nilai indeks ini sedikit melambat sebesar 0,37 poin dibandingkan dengan bulan Agustus 2026 yang sebesar 52,30," ungkap Febri dalam konferensi pers perilisan IKI di Kantor Kemenperin, Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Jika ditarik perbandingan secara tahunan (year-on-year) dengan September 2025, IKI bulan ini juga mengalami kontraksi sebesar 1,09 poin dari sebelumnya 53,02.

Dari total 23 subsektor industri pengolahan yang menjadi objek analisis Kemenperin, sebanyak 15 subsektor terpantau masih melaju di fase ekspansi, sementara delapan subsektor lainnya tertahan di zona kontraksi.

Mayoritas subsektor yang mengalami ekspansi tersebut memiliki peranan yang sangat fundamental, dengan menyumbang kontribusi sebesar 84,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) industri pengolahan nonmigas pada triwulan II 2026.

Berdasarkan pembelahan variabel IKI, terjadi sebuah anomali di mana tingkat permintaan sebenarnya masih menunjukkan pergerakan positif.

Nilai IKI untuk variabel pesanan baru (new orders) naik 0,27 poin ke level 53,40. Ironisnya, aktivitas produksi justru mengalami pengereman sebesar 1,32 poin menjadi 53,78. Sementara itu, variabel persediaan produk (inventory) turun 0,57 poin dan masih terperangkap dalam fase kontraksi di level 45,45.

baca juga

Febri mengurai bahwa akar penyebab melambatnya aktivitas produksi di tengah tingginya permintaan adalah pembengkakan beban logistik, yang secara khusus menekan industri berorientasi ekspor akibat lonjakan harga bahan bakar untuk pengapalan internasional.

"Penyebabnya di antaranya meningkatnya biaya logistik, terutama pada industri yang berorientasi ekspor. Hal ini disebabkan karena kenaikan harga BBM pengiriman logistik, sehingga industri cenderung untuk menahan pengiriman barang ekspornya ke luar negeri, meski permintaan ekspornya masih tinggi dan produksi ekspornya juga masih ekspansif," papar Febri.

Hambatan logistik serupa turut memukul jalur distribusi pasar domestik. Kenaikan harga solar nonsubsidi yang menjadi urat nadi transportasi kapal antar-pulau memaksa sebagian industri untuk membatasi volume pengiriman produknya ke berbagai daerah.

Lebih jauh, disrupsi pasokan juga diperparah oleh fenomena iklim El Nino, yang mengakibatkan penyusutan debit air di sejumlah jalur sungai strategis, sehingga melumpuhkan lalu lintas angkutan tongkang dan kapal.

Di samping masalah logistik, ketidakpastian regulasi membuat pelaku industri bersikap wait and see. "Kita tahu bahwa ada berbagai kebijakan yang ditunggu oleh industri, terkait kebijakan dan insentif di beberapa sektor, sehingga industri masih menahan sebagian produknya di gudang meski permintaan domestik masih tetap tinggi dan industri juga sedikit mengurangi produksinya karena masih banyak stok barang di gudang," tuturnya.

Jika dibedah berdasarkan target pemasaran, IKI untuk kelompok perusahaan yang berorientasi ekspor pada September 2026 masih tangguh di level 52,60 (fase ekspansi), meski terkoreksi 0,49 poin dari bulan sebelumnya. Di sisi lain, indeks perusahaan dengan orientasi pasar domestik berada di level 50,94, melambat tipis 0,19 poin dari posisi Agustus.

Meskipun pencapaian bulan September diwarnai oleh perlambatan gerak, proyeksi ke depan justru menampakkan sinyal positif. Menariknya, optimisme pelaku industri dalam menatap prospek bisnis untuk enam bulan ke depan justru mengalami penguatan.

Survei Kemenperin mencatat bahwa sebanyak 67,4 persen pelaku usaha menyatakan sikap optimistis, yang merepresentasikan kenaikan sebesar 0,8 persen dibandingkan tingkat keyakinan pada bulan sebelumnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cengkeraman Iran di Selat Hormuz Runtuh, Minyak Kembali Mengalir

Cengkeraman Iran di Selat Hormuz Runtuh, Minyak Kembali Mengalir

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 14:35 WIB

Arus Peti Kemas IPC TPK Tumbuh 8,37%, Tembus 2,5 Juta TEUs

Arus Peti Kemas IPC TPK Tumbuh 8,37%, Tembus 2,5 Juta TEUs

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 16:28 WIB

Pasar Furnitur RI Hanya Bergantung pada AS

Pasar Furnitur RI Hanya Bergantung pada AS

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 13:31 WIB

Cerdik! Jalur Laut Kaspia Jadi Pilihan Iran Menembus Blokade Selat Hormuz

Cerdik! Jalur Laut Kaspia Jadi Pilihan Iran Menembus Blokade Selat Hormuz

News | Senin, 28 September 2026 | 11:24 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

RI Kuasai 80% Pasokan Rotan Global, Pemerintah Larang Ekspor Mentah lewat Hilirisasi

RI Kuasai 80% Pasokan Rotan Global, Pemerintah Larang Ekspor Mentah lewat Hilirisasi

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 15:20 WIB

Terkini

Bagaimana Cara Menghitung Volume Air dalam Tabung Horizontal yang Terisi Sebagian?

Bagaimana Cara Menghitung Volume Air dalam Tabung Horizontal yang Terisi Sebagian?

Tekno | Rabu, 30 September 2026 | 20:10 WIB

Titi Anggraini dan Bivitri Jadi Ahli di Sidang PHPU Ijazah Gibran

Titi Anggraini dan Bivitri Jadi Ahli di Sidang PHPU Ijazah Gibran

News | Rabu, 30 September 2026 | 20:09 WIB

Gagal Kencan Gegara Wajah Tak Sesuai di MiChat, Pria Pekanbaru Jadi Korban Pemerasan

Gagal Kencan Gegara Wajah Tak Sesuai di MiChat, Pria Pekanbaru Jadi Korban Pemerasan

Riau | Rabu, 30 September 2026 | 20:06 WIB

Two Way Cake Marina Sudah Ada SPF? Ini Kandungan, Pilihan Shade, dan Ulasannya

Two Way Cake Marina Sudah Ada SPF? Ini Kandungan, Pilihan Shade, dan Ulasannya

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 20:05 WIB

Review Novel Resign!: Saat Keluar dari Kantor Jadi Sebuah Taruhan

Review Novel Resign!: Saat Keluar dari Kantor Jadi Sebuah Taruhan

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 20:00 WIB

Tudingan Uang Korupsi Rp480 M ke Muktamar NU, Gus Ipul: Silakan Buktikan atau Kita Proses Hukum!

Tudingan Uang Korupsi Rp480 M ke Muktamar NU, Gus Ipul: Silakan Buktikan atau Kita Proses Hukum!

News | Rabu, 30 September 2026 | 19:57 WIB

Bukan Sekadar Nonton Musik, Soundrenaline Hadirkan Sensasi Festival Garden di Tepi Danau

Bukan Sekadar Nonton Musik, Soundrenaline Hadirkan Sensasi Festival Garden di Tepi Danau

Entertainment | Rabu, 30 September 2026 | 19:56 WIB

Matcha Uji Kyoto Dipadukan dengan Yogurt, Jadi Dessert Baru yang Creamy

Matcha Uji Kyoto Dipadukan dengan Yogurt, Jadi Dessert Baru yang Creamy

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 19:55 WIB

Aparat TNI/Polri Bakal Blusukan ke RT/RW Himpun Data Penerima Bansos 2027

Aparat TNI/Polri Bakal Blusukan ke RT/RW Himpun Data Penerima Bansos 2027

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 19:46 WIB

Profil Nanang Hendarno, Dirut Telkom yang Gantikan Dian Siswarini

Profil Nanang Hendarno, Dirut Telkom yang Gantikan Dian Siswarini

Tekno | Rabu, 30 September 2026 | 19:45 WIB

×