- Harga kedelai naik Rp2.000/kg, pengusaha tempe terjepit.
- Tak berani naikkan harga, ukuran tempe jadi pilihan.
- Rupiah melemah, biaya produksi home industry ikut tertekan.
Gakoptindo pada 10 September juga menyebut harga jual tahu dan tempe hingga kini belum mengalami kenaikan.
Untuk menutup selisih biaya produksi, Hamdan mengatakan dirinya tidak memilih berutang. Ia menggunakan tabungan usaha untuk menjaga operasional tetap berjalan.
"Kalau tempe ya nggak ngutang, kita punya celengan buat menutupin," ujarnya.
Usaha tersebut masih menghasilkan keuntungan sekitar Rp200 ribu per hari. Namun, saat penjualan sedang sepi, keuntungan bisa turun menjadi sekitar Rp170 ribu.
"Ada kenaikan, cuma nggak berpengaruh banget," katanya.
Hamdan juga tidak tertarik beralih ke kedelai yang lebih murah. Menurutnya, memang ada kedelai yang dijual Rp500 ribu-Rp550 ribu per karung, tetapi kualitas hasil produksinya berbeda.
Ia mengatakan kedelai yang lebih murah membuat tempe cenderung panas dan kering sehingga kualitas produk ikut menurun.
"Ada harga, ada rupa," ujarnya.
Reporter : Esther Nadya