- PT PLN EPI meluncurkan inovasi Biomassa dari Desa di Cilacap guna memasok kebutuhan PLTU.
- Program ini melibatkan petani dan BUMDes untuk memanfaatkan lahan marjinal serta meningkatkan pendapatan warga.
- PLN EPI menargetkan pasokan 15.000 ton biomassa per tahun melalui ekspansi ke berbagai wilayah Indonesia.
PLN EPI juga mengembangkan sistem rantai pasok berbasis spoke-hub. Melalui model ini, biomassa dari berbagai sumber di desa dikumpulkan dan dikonsolidasikan di titik pengumpulan sebelum disalurkan ke pembangkit.
![Biodes dari PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI). [Antara/HO-PT PLN EPI]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/03/37961-biodes-dari-pt-pln-energi-primer-indonesia-pln-epi.jpg)
Pengelolaan tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi logistik sekaligus menjaga kualitas, kuantitas, dan kontinuitas pasokan. Digitalisasi melalui platform marketplace juga menjadi bagian dari pendekatan yang dikembangkan untuk mengintegrasikan rantai pasok biomassa.
Pasokan Biomassa Masih Menghadapi Kesenjangan
Pengembangan Biodes juga berkaitan dengan kebutuhan biomassa untuk mendukung program cofiring di pembangkit listrik.
Mengacu pada data Kementerian ESDM tahun 2022 yang digunakan dalam pengembangan program, potensi biomassa berbasis limbah siap pakai diperkirakan mencapai titik jenuh sekitar 2,4 juta ton. Sementara itu, masih terdapat kesenjangan pasokan sekitar 7,6 juta ton untuk memenuhi target cofiring dalam RUPTL 2025–2034.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan PLN EPI mengembangkan sumber biomassa tambahan, termasuk melalui budidaya tanaman energi di lahan kering atau marjinal.
Perusahaan menyiapkan enam pendekatan utama dalam Biodes, yaitu optimalisasi potensi biomassa desa, penanaman tanaman energi dengan pola tumpang sari, pengembangan rantai pasok spoke-hub, peningkatan kualitas dan kuantitas biomassa, digitalisasi berbasis marketplace, serta integrasi desa dengan industri.
Dari sisi lingkungan, program ini diproyeksikan berkontribusi terhadap penurunan emisi gas rumah kaca sekitar 6.750 ton CO2e.
Ekspansi ke Jawa hingga Luar Pulau Jawa
Setelah implementasi awal di Cilacap, PLN EPI berencana memperluas Biodes ke sejumlah desa di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Pengembangan berikutnya akan dilakukan bersama mitra pemasok di luar Pulau Jawa serta diperluas ke berbagai lokasi PLTU yang menerapkan cofiring.
Ekspansi tersebut akan menentukan sejauh mana model yang diterapkan di Cilacap dapat direplikasi di wilayah lain dengan kondisi lahan, sumber biomassa, dan rantai distribusi yang berbeda.

Bagi PLN EPI, pengembangan biomassa berbasis desa tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan energi. Program ini juga diarahkan untuk membuka peluang bisnis baru melalui pemanfaatan sumber daya lokal.