- Pengamat Ibrahim Assuaibi memprediksi harga emas bergerak fluktuatif antara Rp2,42 juta hingga Rp2,68 juta per gram pekan depan.
- Pergerakan harga logam mulia tersebut dipengaruhi oleh faktor fundamental seperti kondisi geopolitik dan pembelian oleh bank sentral global.
- Harga emas dunia juga diproyeksikan berfluktuasi dengan kisaran support US$4.033 dan resistance mencapai US$4.255 per troy ons.
Suara.com - Pengamat Pasar Uang Ibrahim Assuaibi menyebut harga logam mulia berpotensi bergerak fluktuatif pada perdagangan besok.
Ia memprediksi harga emas berada dalam rentang Rp2,42 juta hingga Rp2,68 juta per gram.
Ibrahim mengatakan harga logam mulia ditutup di level Rp2.574.000 per gram pada Sabtu pagi.
Jika mengalami koreksi, level support pertama berada di Rp2.554.000 per gram.
"Kalau seandainya terkoreksi, support pertama itu di Rp2.554.000, jadi ada penurunan Rp20.000," kata Ibrahim kepada wartawan, Minggu (4/10/2026).
Harga emas juga berpotensi turun lebih dalam hingga level Rp2.420.000 per gram.
Dengan begitu, harga logam mulia berpeluang kembali berada di bawah Rp2,5 juta per gram.

"Kemudian support kedua itu di Rp2.420.000, jadi ada kemungkinan besar harga logam mulia itu akan di bawah 2,5, yaitu tepatnya di Rp2.420.000-an," ucapnya.
Sebaliknya, jika harga emas menguat, Ibrahim memperkirakan resistance pertama berada di Rp2.594.000 per gram. Level berikutnya berada di Rp2.680.000 per gram.
"Kemudian kalau naik, resisten kedua itu di Rp2.680.000 per gram," kata Ibrahim.
Dengan proyeksi tersebut, harga logam mulia diperkirakan bergerak dalam rentang Rp2.420.000 hingga Rp2.680.000 per gram pada pekan depan.
Ibrahim menilai rentang tersebut menunjukkan fluktuasi harga yang cukup tajam.
"Jadi harga logam mulia ini kemungkinan besar ditransaksikan dalam minggu depan itu range-nya itu di Rp2.420.000 sampai di Rp2.680.000 per gram. Jadi ini pun juga fluktuasinya cukup tajam juga," jelasnya.
Ibrahim mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati menghadapi pergerakan harga emas.
Ia menyarankan masyarakat untuk wait and see jika ingin membeli logam mulia.
"Ya, ingat di Rp2.420.000 sampai di Rp2.680.000. Ini cukup tajam, harus berhati-hati bagi masyarakat, ya wait and see. Kalau seandainya menginginkan membeli logam mulia, ya saat yang tepat untuk melakukan pembelian," kata Ibrahim.
Sementara itu, harga emas dunia ditutup di level US$4.139 per troy ons pada Sabtu pagi.
Ibrahim memperkirakan emas dunia juga akan bergerak cukup fluktuatif pada pekan depan.
Jika terkoreksi, support pertama emas dunia berada di US$4.087 per troy ons dan support kedua US$4.033 per troy ons. Sementara jika menguat, resistance pertama berada di US$4.197 dan resistance kedua US$4.255 per troy ons.
"Jadi dalam pekan depan emas ini kemungkinan besar akan ditransaksikan di support-nya di 4.033, resistennya itu di 4.255," ungkapnya.
Menurut Ibrahim, pergerakan harga emas masih dipengaruhi sejumlah faktor fundamental, salah satunya kondisi geopolitik. Ketegangan di Timur Tengah dinilai masih menjadi perhatian pasar.
Di sisi lain, bank sentral global, termasuk China, terus melakukan pembelian logam mulia. Ibrahim menilai pembelian tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat menopang permintaan emas.
"Bank sentral global terutama Tiongkok juga terus melakukan pembelian ya terhadap logam mulia karena murahnya harga logam mulia ini, sehingga bank sentral global kembali melakukan pembelian, ya terhadap logam mulia sebagai alternatif untuk investasi," pungkas Ibrahim.