Harga Gabah Bikin Petani Kaya, Tapi Pengusaha Penggilingan Padi Melarat

Achmad Fauzi, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:36 WIB
Harga Gabah Bikin Petani Kaya, Tapi Pengusaha Penggilingan Padi Melarat
Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Hermanto Siregar dan Dirut Bulog Rizal menyoroti harga gabah yang tinggi memang memberikan keuntungan petani, tetapi tidak bagi penggilingan padi. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut].
baca 10 detik
  • Guru Besar IPB Hermanto Siregar menyatakan harga gabah tinggi menguntungkan petani tetapi menurunkan margin penggilingan kecil.
  • Hermanto menyampaikan hal tersebut dalam diskusi tentang kemandirian pangan di Jakarta pada Kamis tanggal 8 Oktober 2026.
  • Bulog merancang strategi efisiensi biaya dan pembayaran kontan untuk membantu operasional usaha penggilingan padi skala kecil.

Suara.com - Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Hermanto Siregar, menyoroti tantangan struktural dalam sektor pertanian terkait disparitas harga gabah antara petani dan pengusaha penggilingan kecil. 

Hermanto menjelaskan bahwa kenaikan harga gabah memang membawa angin segar bagi kesejahteraan petani, namun di sisi lain menciptakan beban berat bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pengolahan pangan serta penggilingan skala kecil akibat penurunan margin keuntungan. 

Menurutnya, kondisi ini memunculkan paradoks kompleks yang membutuhkan intervensi kebijakan yang tepat agar tekanan tidak sekadar berpindah dari satu rantai nilai ke rantai nilai berikutnya.

"Misalnya harga gabah yang tinggi sangat menyenangkan bagi petani, tapi bagi usaha pengolah -pengolah pangan yang pada umumnya adalah usaha mikro dan kecil maupun katakanlah usaha penggilingan kecil itu berat, karena begitu harga itu tinggi marginnya akan turun," ujar Hermanto dalam sebuah agenda diskusi 'Kemandirian Pangan Fondasi Kedaluatan Pangan' di Jakarta pada Kamis (8/10/2026). 

Buruh tani berharap upah dari bagi hasil panen dan menjemur gabah. (Suara.com/ Angga Haksoro Ardi).
Buruh tani berharap upah dari bagi hasil panen dan menjemur gabah. (Suara.com/ Angga Haksoro Ardi).

Guna mengurai masalah tersebut, ia mendorong perlunya modernisasi alat dan penerapan teknologi di tingkat penggilingan kecil, serta penyediaan fasilitas pengering (dryer) dan gudang bersama. Langkah-langkah tersebut dinilai krusial agar struktur biaya produksi di tingkat penggilingan dapat ditekan secara berkelanjutan.

"Jadi yang harus dikoreksi ke depan antara lain adalah modernisasi penggilingan kecil itu sendiri, karena kalau dia lebih modern dengan teknologi dengan dukungan teknologi itu akan membuat kos dia akan lebih rendah, maka walaupun biaya bahan baku gabah tinggi berikutnya tidak masalah.  Jadi akan menyejahterakan petani dan juga penggiling padi itu sendiri," tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani sepakat dengan pernyataan Hermanto. Diakuinya harga gabah yang tinggi akan memberatkan pengusaha penggilingan padi, khususnya yang berskala mikro. 

Untuk pihaknya telah merancang sejumlah strategi efisiensi operasional secara menyeluruh. 

Rizal memaparkan bahwa Bulog kini mengubah sistem transaksi pembayaran dengan mitra penggilingan. Jika sebelumnya pembayaran kerap tertunda, kini Bulog menerapkan sistem pembayaran langsung usai gabah selesai digiling. Hal itu bertujuan pengusaha penggilingan kecil terbebas dari jeratan utang bank.

baca juga

"Begitu mereka mampu menyerap, berapa langsung kami bayar kontan.  Sehingga mereka tidak ada lagi hutang bank dan lain sebagainya. Ini yang kami lakukan," kata Rijal. 

Selain itu, Bulog juga berkoordinasi dengan PLN untuk mengubah sistem pembayaran listrik dari abonemen bulanan menjadi sistem token, mengingat aktivitas penggilingan padi hanya berjalan musiman. 

Di samping itu, Bulog turut memberikan dukungan biaya transportasi untuk pengangkutan gabah kering panen dari sawah menuju lokasi penggilingan.

"Sehingga mengurangi cost biaya dari operasional mereka," pungkas Rizal. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Industri Kretek Terancam Aturan Nikotin-TAR, 600 Ribu Pekerja SKT Jadi Taruhan

Industri Kretek Terancam Aturan Nikotin-TAR, 600 Ribu Pekerja SKT Jadi Taruhan

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Prabowo Mau Perberat Sanksi Pelaku Karhutla

Prabowo Mau Perberat Sanksi Pelaku Karhutla

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 10:54 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Terkini

KPK Sentil Nusron Wahid Mangkir Pemeriksaan: Harusnya Bisa Atur Waktu!

KPK Sentil Nusron Wahid Mangkir Pemeriksaan: Harusnya Bisa Atur Waktu!

Video | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:30 WIB

Dikecam usai Jadi Wantimpres, Rocky Gerung Balas Santai: Mantan Masih Mantau

Dikecam usai Jadi Wantimpres, Rocky Gerung Balas Santai: Mantan Masih Mantau

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:29 WIB

4 ABK Kapal Cumi Diduga Disiksa dan Dieksploitasi, Polisi Usut Dugaan TPPO

4 ABK Kapal Cumi Diduga Disiksa dan Dieksploitasi, Polisi Usut Dugaan TPPO

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:27 WIB

Forum Purnawirawan TNI Akan Surati DPR: Desak Pemakzulan Gibran

Forum Purnawirawan TNI Akan Surati DPR: Desak Pemakzulan Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:24 WIB

Fashion Pria Punya Cerita Panjang, Pakar Mode Ichwan Thoha Soroti Pentingnya Memahami Sejarah Busana

Fashion Pria Punya Cerita Panjang, Pakar Mode Ichwan Thoha Soroti Pentingnya Memahami Sejarah Busana

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:23 WIB

79 Persen Pesanan GrabFood Diawali Browsing, Konsumen Makin Suka Eksplor Sebelum Beli

79 Persen Pesanan GrabFood Diawali Browsing, Konsumen Makin Suka Eksplor Sebelum Beli

Tekno | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:20 WIB

Michelle Yeoh Sebut Ingin Bintangi Film Korea dari 3 Sutradara Ternama Ini

Michelle Yeoh Sebut Ingin Bintangi Film Korea dari 3 Sutradara Ternama Ini

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:20 WIB

OJK Cabut Izin Porto Ventura Kapital Setelah Gagal Disehatkan

OJK Cabut Izin Porto Ventura Kapital Setelah Gagal Disehatkan

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:17 WIB

Kenapa Bisa Cegukan? Ini Penjelasan Medis dan Tanda Bahaya yang Wajib Diwaspadai

Kenapa Bisa Cegukan? Ini Penjelasan Medis dan Tanda Bahaya yang Wajib Diwaspadai

Tekno | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:15 WIB

Sinopsis Beneath the Lies, Drama Terbaru Yaya Urassaya dan Kao Noppakao

Sinopsis Beneath the Lies, Drama Terbaru Yaya Urassaya dan Kao Noppakao

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:15 WIB

×