Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Dythia Novianty

Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB
Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok
Ilustrasi harga cabai melonjak. [ANTARA]
baca 10 detik
  • Kemarau panjang dan masa transisi tanam di Banjarnegara menyebabkan penurunan produksi cabai petani.
  • Penurunan pasokan tersebut memicu kenaikan harga berbagai jenis cabai di sejumlah pasar konsumen.
  • Pasokan cabai diprediksi akan mulai pulih dan menstabilkan harga pada Oktober hingga November.

Suara.com - Harga cabai masih bergerak naik di sejumlah pasar karena pasokan dari petani belum kembali normal. Kemarau berkepanjangan dan masa transisi panen membuat produksi cabai menurun, sementara tanaman baru belum banyak menghasilkan.

Petani pegiat Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI) Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Teguh Suprapto mengatakan petani saat ini tengah berada dalam masa peralihan dari tanaman lama ke tanaman baru.

"Petani cabai di Banjarnegara sekarang memasuki masa transisi, dari tanaman yang sudah habis panen menuju tanaman yang menghadapi panen lagi. Tanaman yang baru ditanam belum banyak yang menghasilkan," kata Teguh, Sabtu (19/9).

Kemarau panjang turut mempersempit pasokan. Sejumlah sentra cabai mengalami keterbatasan air sehingga tanaman yang seharusnya masih berproduksi tidak mampu menghasilkan panen secara optimal.

Di tingkat petani, harga cabai rawit merah kini sekitar Rp55.000 per kilogram, cabai merah keriting sekitar Rp42.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit hijau berada di kisaran Rp32.000 per kilogram.

Tekanan harga bahkan terlihat lebih tinggi di tingkat konsumen. Di Pasar Manis Purwokerto, harga cabai merah besar bertahan di sekitar Rp60.000 per kilogram, naik dari Rp55.000 per kilogram.

Harga cabai rawit merah juga mencapai Rp75.000 per kilogram, meningkat dari Rp72.500 per kilogram dalam dua pekan sebelumnya. Sementara cabai merah keriting naik dari Rp55.000 menjadi Rp60.000 per kilogram sejak 17 September.

Cabai rawit hijau juga ikut terkerek. Harganya mencapai Rp65.000 per kilogram, naik dari sekitar Rp55.000 per kilogram sejak awal September.

Pasokan Diperkirakan Mulai Pulih Oktober

baca juga

Teguh memperkirakan pasokan cabai dari Banjarnegara mulai meningkat pada Oktober hingga November ketika tanaman baru memasuki masa panen.

Namun, sejumlah tanaman di wilayah Banjarnegara bagian atas diperkirakan baru mulai dipanen pada akhir Oktober karena masa panennya lebih lambat.

"Umur panennya di sini memang lebih lambat. Mungkin akhir Oktober mulai panen, kemudian Oktober-November akan semakin banyak," ujarnya dilansir dari laman Antara, Sabtu (19/9/2026).

Kondisi serupa berpotensi terjadi di daerah sentra cabai lain yang juga terdampak kemarau. Kekurangan air membuat sebagian tanaman lebih cepat rusak dan mengering sehingga produktivitas menurun.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Banyumas, Gatot Eko Purwadi, sebelumnya juga menyebut kenaikan harga berkaitan dengan regenerasi tanaman di tingkat petani.

"Petani sedang regenerasi tanaman. Yang lama menghabiskan sisa tanam, kemudian yang baru ini masih menunggu panen," kata Gatot.

Dengan pasokan yang masih terbatas, harga cabai masih berpotensi mengalami kenaikan sebelum produksi tanaman baru mulai masuk lebih banyak ke pasar.

Petani memperlihatkan kondisi sawah irigasi anak Sungai Cimulu yang mengering di Kampung Ciwasmandi, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (16/7/2026). [ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/nz]
Petani memperlihatkan kondisi sawah irigasi yang mengering. [ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/nz]

Panen pada Oktober-November diharapkan menjadi titik balik pasokan. Jika produksi kembali meningkat, tekanan terhadap harga cabai di tingkat konsumen diharapkan ikut mereda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemarau Panjang Picu Paceklik, Pemerintah Ungkap Potensi Kenaikan Harga Beras

Kemarau Panjang Picu Paceklik, Pemerintah Ungkap Potensi Kenaikan Harga Beras

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 09:26 WIB

Pemerintah Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP, Peternak Kecil Dapat Harga Rp5.000/Kg

Pemerintah Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP, Peternak Kecil Dapat Harga Rp5.000/Kg

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 08:31 WIB

Cabai Rawit Merah Makin Pedas, Harganya Tembus Rp84.000 per Kg

Cabai Rawit Merah Makin Pedas, Harganya Tembus Rp84.000 per Kg

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 10:27 WIB

Kemarau dan Hama Mengintai, Panen Cabai Terancam Anjlok

Kemarau dan Hama Mengintai, Panen Cabai Terancam Anjlok

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 08:10 WIB

Petani Makin Sejahtera! NTP Agustus 2026 Capai 129,19 Ditopang Sawit hingga Ayam Ras

Petani Makin Sejahtera! NTP Agustus 2026 Capai 129,19 Ditopang Sawit hingga Ayam Ras

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 12:37 WIB

Cabai Rawit Kembali Menggila, Harga Pangan Senin 31 Agustus Mulai Bikin Dompet Menjerit

Cabai Rawit Kembali Menggila, Harga Pangan Senin 31 Agustus Mulai Bikin Dompet Menjerit

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 11:49 WIB

Terkini

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

Grace Natalie Soroti Perdebatan Kunjungan Jokowi ke Palue: Fokus pada Pemulihan Warga

Grace Natalie Soroti Perdebatan Kunjungan Jokowi ke Palue: Fokus pada Pemulihan Warga

Jakarta | Sabtu, 19 September 2026 | 21:32 WIB

Nusron Wahid Mundur dari Pengurus Golkar, Sudah Pamit ke Bahlil 6 Bulan Lalu

Nusron Wahid Mundur dari Pengurus Golkar, Sudah Pamit ke Bahlil 6 Bulan Lalu

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:18 WIB

Bertemu Presiden UMNO, Surya Paloh: Hubungan Indonesia-Malaysia Tak Boleh Sekadar Hitung Untung Rugi

Bertemu Presiden UMNO, Surya Paloh: Hubungan Indonesia-Malaysia Tak Boleh Sekadar Hitung Untung Rugi

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:05 WIB

4 Cushion Matte Finish untuk Kulit Berminyak, Bikin Makeup Flawless Bebas Kilap

4 Cushion Matte Finish untuk Kulit Berminyak, Bikin Makeup Flawless Bebas Kilap

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 21:00 WIB

Saat Abu Vulkanik Ancam Kualitas Udara, Teknologi Air Purifier Jadi Benteng di Rumah

Saat Abu Vulkanik Ancam Kualitas Udara, Teknologi Air Purifier Jadi Benteng di Rumah

Tekno | Sabtu, 19 September 2026 | 21:00 WIB

Kecelakaan Maut di Tuban, Pengendara Motor Tewas Usai Tabrak Peserta Tongklek

Kecelakaan Maut di Tuban, Pengendara Motor Tewas Usai Tabrak Peserta Tongklek

Jatim | Sabtu, 19 September 2026 | 20:40 WIB

5 Keistimewaan Weton Jumat Kliwon yang Dikenal Sakral Menurut Primbon Jawa

5 Keistimewaan Weton Jumat Kliwon yang Dikenal Sakral Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 20:35 WIB

20 Tahun Fashion Nation: Merayakan Wastra, Desainer, dan Wajah Baru Fashion Indonesia

20 Tahun Fashion Nation: Merayakan Wastra, Desainer, dan Wajah Baru Fashion Indonesia

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 20:32 WIB

×