- Perum Bulog mencatat laba bersih tertinggi sepanjang sejarah sebesar Rp2,4 triliun pada September 2026.
- Peningkatan laba tersebut didorong oleh margin komersial dan penurunan suku bunga pinjaman berkat subsidi pemerintah.
- Serapan beras dalam negeri Bulog mencapai 4,11 juta ton hingga Oktober 2026 dan melampaui target penugasan.
Suara.com - Perum Bulog membukukan keuntungan bersih sebesar Rp2,4 triliun per 26 September 2026 berdasarkan hasil reviu Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Perolehan laba tersebut diklaim merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah berdirinya Bulog.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa lonjakan profit tersebut didorong oleh perolehan margin komersial sebesar 7 persen serta efisiensi beban bunga pinjaman.
Berdasarkan kebijakan baru, suku bunga yang sebelumnya berada di kisaran 7 hingga 8 persen berhasil ditekan menjadi 3 persen setelah mendapat subsidi bunga sebesar 2 persen dari pemerintah.
"Dengan penghematan ini, ditambah dengan margin, ini Bulog di bulan September kemarin, akhir September, bisa profit 2,4 triliun, dan diprediksikan di akhir tahun bisa tembus 3 triliun," ujar Rizal di Jakarta, Jumat (9/10/2026).
Ia pun optimisme dengan pencapaian tersebut, total keuntungan Bulog diproyeksikan berpotensi melampaui Rp3 triliun pada penutupan akhir tahun 2026.
Perolehan laba rekor ini datang bersamaan dengan capaian operasional Bulog di sektor pengadaan pangan.
![Pekerja memikul karung berisi beras saat bongkar muat di Gudang Bulog Ternate, Maluku Utara, Senin (6/4/2026). [ANTARA FOTO/Andri Saputra/sgd]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/06/51119-stok-beras-nasional-cadangan-beras-nasional-bulog.jpg)
Sebagai catatan, serapan beras dalam negeri oleh Perum Bulog hingga awal Oktober 2026 telah menembus angka 4,11 juta ton, melampaui target penugasan Instruksi Presiden (Inpres) yang mematok angka 4 juta ton untuk tahun 2026.
Rizal menjelaskan, keberhasilan penyerapan gabah dan beras ini tidak lepas dari sinergi lintas sektoral yang melibatkan kementerian terkait, pemerintah daerah, serta para petani.
"Kepada para petani di seluruh tanah air yang mana beliau-beliau yang telah menyerahkan gabah kering panennya untuk dipanen oleh Bulog dan diserap oleh Bulog sehingga capaian ini betul-betul tercapai. Itu semua berkat kerja bersama, kerja keras bersama dan sinergi yang luar biasa," ungkapnya.