RI Swasembada Beras, Mentan Klaim Efeknya Bikin Harga Global Anjlok hingga Petani Asing Demo

Dicky Prastya

Selasa, 22 September 2026 | 12:39 WIB
RI Swasembada Beras, Mentan Klaim Efeknya Bikin Harga Global Anjlok hingga Petani Asing Demo
Mentan Andi Amran Sulaiman dalam konferensi pers Penindakan Impor Ilegal Beras, Garam, dan Balpres di Kantor Bea Cukai, Jakarta, Selasa (22/9/2026). [Dok. Kemenkeu]
baca 10 detik
  • Mentan Andi Amran Sulaiman menyatakan Indonesia berhasil mencapai swasembada beras pada 2025 di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
  • Penghentian impor beras sebesar 7 juta ton membuat harga beras global anjlok drastis dan memicu protes petani di berbagai negara produsen.
  • Penurunan harga beras internasional memicu maraknya aksi penyelundupan beras ke Indonesia karena selisih keuntungan yang sangat besar.

Suara.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan sejumlah dampak kebijakan Indonesia yang berhenti impor beras alias swasembada beras pada 2025 lalu.

Mentan yang juga Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) ini mengklaim kalau keputusan itu berefek pada membuat harga beras global anjlok drastis hingga memicu gelombang protes petani di berbagai negara produsen.

Mulanya ia mengakui kalau Indonesia merupakan negara dengan produsen beras nomor empat di dunia sekaligus importir terbesar selama periode 2023-2024 dengan jumlah 7 juta ton. Namun pada 2025, RI memutuskan tak lagi impor beras.

"Karena tidak ada impor, pasti negara-negara eksportir beras dunia, Thailand, Vietnam, India, Pakistan, dan lain-lain, itu petaninya tertekan, bahkan demo. Boleh Anda baca itu petani negara lain demo. Kenapa? Karena kita importir beras terbesar dunia," ujar Amran dalam konferensi pers Penindakan Impor Ilegal Beras, Garam, dan Balpres di Kantor Bea Cukai, Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Amran menjelaskan bahwa penghentian impor beras ini tidak lepas dari keberhasilan program swasembada pangan yang di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto.

Ia mengklaim torehan ini sebagai yang tercepat sepanjang sejarah dan telah mendapatkan pengakuan dari Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO atau Food and Agriculture Organization) di bawah naungan PBB.

Ilustrasi aktivitas pedagang dan stok beras di pasar. (Pexels/Thilina Alagiyawanna)
Ilustrasi aktivitas pedagang dan stok beras di pasar. (Pexels/Thilina Alagiyawanna)

"Alhamdulillah di bawah kepemimpinan Bapak Presiden, Bapak Prabowo, kita diminta swasembada empat tahun tapi kita raih dalam waktu satu tahun. Dan ini adalah tercepat sepanjang sejarah. Ini bukan hanya saya, karena pemimpin kita luar biasa, fokus. Ini diakui oleh dunia, FAO. Ini produksi kita sesuai yang disampaikan oleh FAO," umbar dia.

Amran melanjutkan, hilangnya pasar Indonesia yang tadinya menyerap hingga 7 juta ton beras berimbas langsung pada jatuhnya harga beras di pasar internasional. Dari yang awalnya seharga 660 Dolar AS menjadi 368 Dolar AS per ton.

"Artinya dari Rp11.000 turun menjadi Rp5.000 di negara lain. Ada lagi yang mengatakan yang tidak paham beras, 'Lah negara lain harga beras Rp5.000?' Iya, karena Indonesia tidak impor. Dulu impor harganya Rp11.000 hingga Rp12.000, sekarang turun 300 (Dolar AS), karena Indonesia tidak impor," paparnya.

baca juga

Bahkan Amran mengklaim anjloknya harga dan menumpuknya pasokan di negara-negara produsen membuat sejumlah pemimpin negara asing membujuk Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia mau kembali membuka keran impor.

Namun, permintaan tersebut ditolak demi menjaga semangat dan kesejahteraan petani dalam negeri.

"Kami sampaikan ke Bapak Presiden, 'Pak, ini tidak mungkin, karena ini melukai petani Indonesia 115 juta orang. Karena petani demotivasi kalau kita impor.'," terangnya.

Lebih lanjut Amran mengungkapkan, penurunan harga beras global akibat RI setop impor berdampak pada maraknya aksi penyelundupan beras ke Indonesia.

"Ini harga beras menggiurkan. Kalau ekspor 1 juta, selundupkan 1 juta katakanlah karena pasti ada yang lolos yang belum kelihatan, nah itu Rp 5-6 triliun untungnya. Itu kan sangat menggiurkan, karena nilainya cuma Rp5.000 di negara lain, Rp5.700 kita hitung. Sehingga Indonesia incaran karena pasar terbesar tetapi tiba-tiba swasembada," jelas Amran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mentan Bongkar Modus Penipuan Beras Fortifikasi, Kerugian Tembus Rp 89 T

Mentan Bongkar Modus Penipuan Beras Fortifikasi, Kerugian Tembus Rp 89 T

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 12:20 WIB

Mentan Minta Mafia Pangan dan Beras Ilegal Dihukum 20 Tahun Penjara, Rugikan 115 Juta Petani

Mentan Minta Mafia Pangan dan Beras Ilegal Dihukum 20 Tahun Penjara, Rugikan 115 Juta Petani

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 12:17 WIB

Bulog Mau Guyur Beras Premium ke Ritel, Tapi Bisa Bikin Merugi

Bulog Mau Guyur Beras Premium ke Ritel, Tapi Bisa Bikin Merugi

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 15:45 WIB

Beras Premium Hilang 5 Bulan, 25 Merek Fortifikasi 'Lenyap': Stok Ritel Makin Ngenes

Beras Premium Hilang 5 Bulan, 25 Merek Fortifikasi 'Lenyap': Stok Ritel Makin Ngenes

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 15:00 WIB

Sejarah Terulang! Beras Premium Kini Langka di RI

Sejarah Terulang! Beras Premium Kini Langka di RI

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 11:10 WIB

Beras Fortifikasi Palsu Marak, Pakar Soroti Kecurangan Rantai Pasok Ancam Keberhasilan Program Gizi

Beras Fortifikasi Palsu Marak, Pakar Soroti Kecurangan Rantai Pasok Ancam Keberhasilan Program Gizi

News | Sabtu, 19 September 2026 | 18:28 WIB

Terkini

RI Swasembada Beras, Mentan Klaim Efeknya Bikin Harga Global Anjlok hingga Petani Asing Demo

RI Swasembada Beras, Mentan Klaim Efeknya Bikin Harga Global Anjlok hingga Petani Asing Demo

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 12:39 WIB

Taylor Swift Raih Penghargaan Sutradara Musik Pertama Sepanjang Sejarah MTV VMA

Taylor Swift Raih Penghargaan Sutradara Musik Pertama Sepanjang Sejarah MTV VMA

Entertainment | Selasa, 22 September 2026 | 12:38 WIB

4 Polisi di Solok Selatan Dipecat

4 Polisi di Solok Selatan Dipecat

Sumbar | Selasa, 22 September 2026 | 12:34 WIB

Mark Siap Comeback Kedua Usai Tinggalkan NCT, Single Baru Rilis November!

Mark Siap Comeback Kedua Usai Tinggalkan NCT, Single Baru Rilis November!

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 12:30 WIB

Kemendagri Dorong Penguatan UMKM Kerajinan Nasional melalui Rakernas

Kemendagri Dorong Penguatan UMKM Kerajinan Nasional melalui Rakernas

News | Selasa, 22 September 2026 | 12:27 WIB

Bosan Horor Macet Lebaran? Ini 4 Alasan Liburan Naik Kapal Pesiar Layak Dicoba Tahun Depan

Bosan Horor Macet Lebaran? Ini 4 Alasan Liburan Naik Kapal Pesiar Layak Dicoba Tahun Depan

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 12:27 WIB

Hanung Bramantyo Bicara Pedas Insiden GKPI Rajeg: Saya dan Istri Dianggap Kafir Gara-gara Protes Toa

Hanung Bramantyo Bicara Pedas Insiden GKPI Rajeg: Saya dan Istri Dianggap Kafir Gara-gara Protes Toa

Entertainment | Selasa, 22 September 2026 | 12:25 WIB

Profil Sehat Tentrem, Perusahaan Rokok Milik Mas Bechi Pelaku Kekerasan Seksual

Profil Sehat Tentrem, Perusahaan Rokok Milik Mas Bechi Pelaku Kekerasan Seksual

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 12:24 WIB

Banjir Bandang di Solok, 4 Warga Terluka, 9 Keluarga Mengungsi

Banjir Bandang di Solok, 4 Warga Terluka, 9 Keluarga Mengungsi

Sumbar | Selasa, 22 September 2026 | 12:21 WIB

Hanung Bramantyo Bawa Sejarah Kelam 1965 Lewat Film Horor Lobang Buaya, Berharap Buka Ruang Diskusi

Hanung Bramantyo Bawa Sejarah Kelam 1965 Lewat Film Horor Lobang Buaya, Berharap Buka Ruang Diskusi

Jogja | Selasa, 22 September 2026 | 12:20 WIB

×