Rapor Merah 2 Tahun Prabowo-Gibran: Ekonomi Rumah Tangga Memburuk, Publik Terbebani Pajak

Dicky Prastya

Senin, 12 Oktober 2026 | 13:02 WIB
Rapor Merah 2 Tahun Prabowo-Gibran: Ekonomi Rumah Tangga Memburuk, Publik Terbebani Pajak
Presiden dan Wakil Presiden RI, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka saat masa kampanye. (tangkap layar)
baca 10 detik
  • CELIOS merilis laporan evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran yang memberikan nilai merah pada kinerja perekonomian nasional.
  • Survei publik menunjukkan mayoritas masyarakat terbebani pajak, mengalami perburukan ekonomi rumah tangga, dan menilai pemerintah gagal mengatasi pengangguran.
  • Para ahli menilai kebijakan utang berisiko tinggi, sentralisasi merugikan daerah, serta mempertanyakan efektivitas program prioritas pemerintah.

Suara.com - Laporan evaluasi Rapor 2 Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran yang dirilis oleh Center of Economic and Law Studies (CELIOS) memberikan nilai merah pada kinerja perekonomian nasional.

Penilaian dari kelompok masyarakat umum maupun para ahli menunjukkan kekhawatiran mendalam terhadap stabilitas fiskal, daya beli, hingga penciptaan lapangan kerja.

Berdasarkan hasil survei publik dan expert judgment CELIOS, secara keseluruhan Kabinet Merah Putih hanya memperoleh nilai rata-rata 2,9 dari 10 menurut penilaian ahli dan 4,7 dari 10 menurut masyarakat umum. Penilaian di sektor ekonomi menjadi salah satu penyumbang utama rendahnya angka tersebut.

Secara rinci, persepsi publik terhadap indikator-indikator utama ekonomi menunjukkan tekanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pertama, kondisi ekonomi rumah tangga memburuk. Sebanyak 53% responden masyarakat menyatakan kondisi ekonominya memburuk dibandingkan tahun sebelumnya, sementara 31% menilai tidak ada perubahan, dan hanya 16% yang merasa lebih baik.  

Kedua, publik terbebani pajak maupun pungutan dari Pemerintah. Sebanyak 82% responden menilai pajak dan pungutan pemerintah saat ini sangat membebani masyarakat.

Ketiga, publik menilai Pemerintah gagal mengatasi Pengangguran. Sebanyak 62% masyarakat menilai upaya pemerintah dalam mengatasi pengangguran dan menyediakan lapangan kerja berada pada kategori buruk hingga sangat buruk.

Sorotan dari para ahli

Sementara dari kacamata para ahli, indikator makroekonomi dan arah kebijakan Pemerintah juga dinilai memiliki risiko tinggi. Dalam laporan tersebut, CELIOS mencatat pandangan para ahli terkait risiko fiskal dan dampak kebijakan terhadap daerah.

baca juga

Pertama, ahli menilai keberlanjutan utang Pemerintah mulai mengkhawatirkan. Sebanyak 59% responden dari para ahli menilai kebijakan utang pemerintah berisiko tinggi dan tidak berkelanjutan, yang mana beban bunganya dinilai akan membebani generasi mendatang.  

Kedua, sentralisasi yang merugikan ekonomi daerah. Sebanyak 89% ahli menilai pemusatan kewenangan dan kebijakan anggaran di pemerintah pusat berdampak negatif serta merugikan perekonomian daerah.  

Ketiga, ahli menyebut program prioritas membebankan. Sebagian besar ahli meragukan efektivitas program prioritas seperti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dengan 91% responden tidak setuju, dan Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan 87% responden minta dihentikan.

"Tiga masalah utama yang paling mendesak untuk segera diperbaiki pemerintah menurut masyarakat adalah tingginya harga kebutuhan pokok (78%), penyediaan lapangan kerja dan perlindungan pekerja (58%), serta penegakan hukum dan reformasi birokrasi (35%)," tulis laporan CELIOS.  

CELIOS lalu merekomendasikan pemerintah untuk segera merestrukturisasi belanja negara, menghentikan program-program yang tidak teruji dampaknya, serta memfokuskan kembali anggaran pada pemulihan daya beli masyarakat dan penguatan sektor industri padat karya.   

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rangkap Jabatan, Bahlil Jadi Menteri Berkinerja Terburuk: Nilainya Minus Ratusan!

Rangkap Jabatan, Bahlil Jadi Menteri Berkinerja Terburuk: Nilainya Minus Ratusan!

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 12:03 WIB

Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik

Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:41 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Rasio Pajak Seret, Utang Membengkak, Pengangguran Muda Membludak

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Rasio Pajak Seret, Utang Membengkak, Pengangguran Muda Membludak

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:26 WIB

CELIOS: Beban Bunga Utang Pemerintah Capai Rp 599,4 T, Lebih Tinggi dari Anggaran Kesehatan

CELIOS: Beban Bunga Utang Pemerintah Capai Rp 599,4 T, Lebih Tinggi dari Anggaran Kesehatan

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:19 WIB

Riset CELIOS: Purbaya Jadi Menteri Kinerja Terbaik, Bahlil Paling Buruk

Riset CELIOS: Purbaya Jadi Menteri Kinerja Terbaik, Bahlil Paling Buruk

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:01 WIB

Sertifikasi Halal Picu Polemik, CELIOS dan CORE Indonesia Soroti Beban UMKM

Sertifikasi Halal Picu Polemik, CELIOS dan CORE Indonesia Soroti Beban UMKM

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:49 WIB

Terkini

Gemilang di Mandalika, Veda Ega Pratama Pecahkan Rekor Poin Debut Moto3

Gemilang di Mandalika, Veda Ega Pratama Pecahkan Rekor Poin Debut Moto3

Sport | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:01 WIB

White Fox Garap Anime How I Became King by Eating Monsters, Tayang 2027

White Fox Garap Anime How I Became King by Eating Monsters, Tayang 2027

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Honda ADV 160 Resmi Mengaspal di India: Harga Lebih Murah Rp7 Jutaan dan Kebal Etanol E85

Honda ADV 160 Resmi Mengaspal di India: Harga Lebih Murah Rp7 Jutaan dan Kebal Etanol E85

Otomotif | Senin, 12 Oktober 2026 | 12:58 WIB

Daftar 4 Negara Tetangga Ikut Kena Getah Asap Karhutla Kalimantan

Daftar 4 Negara Tetangga Ikut Kena Getah Asap Karhutla Kalimantan

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 12:56 WIB

Perbedaan Stainless Steel 201, 304, dan 316 untuk Termos, Mana yang Paling Aman?

Perbedaan Stainless Steel 201, 304, dan 316 untuk Termos, Mana yang Paling Aman?

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 12:55 WIB

5 Smartwatch Layar AMOLED Termurah, Visual Jernih dan Baterai Awet hingga 18 Hari

5 Smartwatch Layar AMOLED Termurah, Visual Jernih dan Baterai Awet hingga 18 Hari

Tekno | Senin, 12 Oktober 2026 | 12:55 WIB

HGI dan PB PORDI Gelar Turnamen Format Hybrid Ala E-Sports

HGI dan PB PORDI Gelar Turnamen Format Hybrid Ala E-Sports

Sport | Senin, 12 Oktober 2026 | 12:52 WIB

Bus Persib Bandung U-18 Dirusak dan Koper Dijarah, Operator Minta Polisi Usut Tuntas

Bus Persib Bandung U-18 Dirusak dan Koper Dijarah, Operator Minta Polisi Usut Tuntas

Bola | Senin, 12 Oktober 2026 | 12:51 WIB

Desa Adat Sade Bangkit dari Abu, 40 Rumah Adat Berhasil Dibangun Ulang

Desa Adat Sade Bangkit dari Abu, 40 Rumah Adat Berhasil Dibangun Ulang

Bali | Senin, 12 Oktober 2026 | 12:50 WIB

Diskon Spesial Pepper Lunch Pakai Kartu BRI, Berlaku Sepanjang Tahun!

Diskon Spesial Pepper Lunch Pakai Kartu BRI, Berlaku Sepanjang Tahun!

Bri | Senin, 12 Oktober 2026 | 12:47 WIB

×