RI Punya 465 Juta Benih Lobster per Tahun, Pemerintah Bentuk Satgas Berantas Penyelundupan

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 12 Oktober 2026 | 14:35 WIB
RI Punya 465 Juta Benih Lobster per Tahun, Pemerintah Bentuk Satgas Berantas Penyelundupan
Pemerintah membentuk Satuan Tugas Pemberantasan Pengeluaran Benih-Benih Lobster (Satgas P2BBL) untuk membongkar jaringan penyelundupan benih bening lobster (BBL) ke luar negeri. Foto Fakhri-Suara.com
baca 10 detik
  • Indonesia punya potensi 465,8 juta benih lobster per tahun.
  • Satgas P2BBL dibentuk untuk membongkar jaringan dan aliran dana penyelundupan.
  • Pemerintah ingin mengoptimalkan budidaya lobster dan nilai tambah di dalam negeri.

Suara.com - Pemerintah membentuk Satuan Tugas Pemberantasan Pengeluaran Benih-Benih Lobster (Satgas P2BBL) untuk membongkar jaringan penyelundupan benih bening lobster (BBL) ke luar negeri. Langkah ini diambil untuk menyelamatkan potensi ekonomi perikanan nasional yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Pembentukan satgas tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 69 Tahun 2026. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman ditunjuk sebagai Ketua Pengarah, sedangkan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menjadi Ketua Pelaksana.

Dudung mengatakan, satgas akan menggabungkan kekuatan kementerian, lembaga, dan aparat penegak hukum untuk memutus rantai penyelundupan benih lobster. Penindakan tidak hanya menyasar kurir atau pengangkut, tetapi juga pemodal dan pengendali jaringan.

Pemerintah membentuk Satuan Tugas Pemberantasan Pengeluaran Benih-Benih Lobster (Satgas P2BBL) untuk membongkar jaringan penyelundupan benih bening lobster (BBL) ke luar negeri. Foto Fakhri-Suara.com
Pemerintah membentuk Satuan Tugas Pemberantasan Pengeluaran Benih-Benih Lobster (Satgas P2BBL) untuk membongkar jaringan penyelundupan benih bening lobster (BBL) ke luar negeri. Foto Fakhri-Suara.com

"Penanganan tidak boleh berhenti pada kurir atau pengangkut, Satgas harus menerapkan pendekatan follow the network dan follow the money untuk mengungkapkan jaringan, aliran dana, pemodal, dan pengendali," kata Dudung dalam peluncuran Satgas P2BBL di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Senin (12/10/2026).

Menurut Dudung, penyelundupan benih lobster bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan juga menyebabkan hilangnya potensi pendapatan dan nilai tambah ekonomi bagi Indonesia. Praktik ilegal tersebut turut menghambat pengembangan budidaya lobster di dalam negeri.

Indonesia diperkirakan memiliki potensi benih bening lobster mencapai 465,8 juta ekor per tahun. Potensi tersebut dinilai perlu dikelola secara terukur agar dapat mendukung industri budidaya, meningkatkan nilai tambah, serta memberikan manfaat ekonomi bagi nelayan dan masyarakat.

Dudung menjelaskan, jaringan penyelundupan lobster melibatkan rantai perdagangan panjang, mulai dari lokasi penangkapan, pengepul, tempat penampungan, hingga jalur pengangkutan melalui darat, laut, dan udara.

Karena itu, satgas akan mengoordinasikan pengumpulan data dan informasi, pencegahan, penindakan, serta penetapan target penegakan hukum. Pembentukan satgas juga dimaksudkan untuk menyatukan strategi antarlembaga agar operasi pemberantasan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Dudung menegaskan, satgas tidak mengambil alih kewenangan kementerian dan lembaga terkait, melainkan menyatukan sumber daya dan kemampuan operasional untuk memperkuat pemberantasan penyelundupan.

baca juga

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan pembentukan satgas dilakukan setelah berbagai upaya kerja sama bilateral dan uji coba budidaya lobster belum mampu menghentikan penyelundupan benih.

Menurut Trenggono, besarnya potensi benih lobster Indonesia belum diimbangi kemampuan memanfaatkannya secara optimal melalui budidaya domestik. Kondisi tersebut mendorong pemerintah melaporkan persoalan ini kepada Presiden hingga akhirnya terbit Perpres Nomor 69 Tahun 2026.

Pemerintah berharap koordinasi lintas lembaga melalui satgas dapat memutus jaringan penyelundupan sekaligus memperkuat pemanfaatan sumber daya lobster untuk mendorong nilai tambah ekonomi di dalam negeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

RI Kehilangan Potensi US$1 Miliar per Tahun Gegara Benih Lobster Diselundupkan

RI Kehilangan Potensi US$1 Miliar per Tahun Gegara Benih Lobster Diselundupkan

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Bobby Nasution Usulkan Jalur Laut dan Subsidi Logistik untuk Dongkrak Ekspor UMKM ke Malaysia

Bobby Nasution Usulkan Jalur Laut dan Subsidi Logistik untuk Dongkrak Ekspor UMKM ke Malaysia

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:21 WIB

Ekspor Sawit RI Terancam Anjlok 4,5 Juta Ton, B50 Jadi Beban Baru?

Ekspor Sawit RI Terancam Anjlok 4,5 Juta Ton, B50 Jadi Beban Baru?

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:14 WIB

Terkini

RI Punya 465 Juta Benih Lobster per Tahun, Pemerintah Bentuk Satgas Berantas Penyelundupan

RI Punya 465 Juta Benih Lobster per Tahun, Pemerintah Bentuk Satgas Berantas Penyelundupan

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Bantah Selundupkan Pasal Demi Loloskan Gibran, Hasyim: PKPU Berlaku untuk Semua!

Bantah Selundupkan Pasal Demi Loloskan Gibran, Hasyim: PKPU Berlaku untuk Semua!

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:34 WIB

Blackout Batam, Sinyal Internet Ikut Lenyap di Tanjungpinang dan Bintan

Blackout Batam, Sinyal Internet Ikut Lenyap di Tanjungpinang dan Bintan

Batam | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:34 WIB

Skin Booster untuk Apa? Ketahui Manfaat Treatment yang Bikin Wajah Glowing Natural Ini

Skin Booster untuk Apa? Ketahui Manfaat Treatment yang Bikin Wajah Glowing Natural Ini

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:33 WIB

Air RO dan Kesehatan Tubuh, Apa yang Perlu Diketahui?

Air RO dan Kesehatan Tubuh, Apa yang Perlu Diketahui?

Health | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:33 WIB

Manfaatkan Fitur Lifestyle BRImo: Diskon Ultra Voucher Tembus 40 Persen!

Manfaatkan Fitur Lifestyle BRImo: Diskon Ultra Voucher Tembus 40 Persen!

Bri | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:31 WIB

RI Kehilangan Potensi US$1 Miliar per Tahun Gegara Benih Lobster Diselundupkan

RI Kehilangan Potensi US$1 Miliar per Tahun Gegara Benih Lobster Diselundupkan

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Purim Baskets: Buku Anak tentang Kebaikan dan Kegembiraan Berbagi

Purim Baskets: Buku Anak tentang Kebaikan dan Kegembiraan Berbagi

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Harga Cabai Tembus Rp90 Ribu per Kg, Pemprov Jateng Gelar Pasar Murah

Harga Cabai Tembus Rp90 Ribu per Kg, Pemprov Jateng Gelar Pasar Murah

Jawa Tengah | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:29 WIB

Membedah Luka Lewat Sastra dan Psikologi di Communitimes: Book Talk and Community Support Circle

Membedah Luka Lewat Sastra dan Psikologi di Communitimes: Book Talk and Community Support Circle

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:25 WIB

×