Menggali Mahitala: Guru, Anak, dan Masa Depan Kawasi

Fabiola Febrinastri

Senin, 12 Oktober 2026 | 16:15 WIB
Menggali Mahitala: Guru, Anak, dan Masa Depan Kawasi
Imer Natalie, guru SDN 217 Kawasi, mengajar anak-anak Desa Kawasi pada 29 Juni 2026. (Dok: Fakhrur Rozi)

Suara.com - Matahari pagi di Desa Kawasi lumayan menyengat mata sekaligus menghangatkan tubuh. Tanah di sudut Maluku Utara yang kaya mineral ini semakin sibuk oleh deru mesin tambang dan hiruk pikuk para pekerja dengan helm dan baju seragam lapangannya.

Kegiatan proyek hilirisasi nikel di Pulau Obi menjadi bagian keseharian masyarakat desa itu. Namun, pagi itu, deru mesin industri seolah menjadi latar suara tawa anak-anak SD yang setengah berlari menuju sekolah mereka.

Di rumahnya yang hangat, Imer Natalia Lumamuly memulai pagi dengan doa bersama keluarga. "Di keluarga kami, pagi selalu diawali dengan doa. Baru setelah itu masing-masing beraktivitas," ujar Ibu Imer lembut.

Rumah pun ramai. Sambil Ibu Imer memasak, sang suami dan putrinya yang duduk di kelas 4 SD bergotong-royong mengisi toren dan menyiram halaman.

Ibu Imer mengajar di SD Negeri 217 Kawasi. Berada di wilayah lingkar tambang membuatnya lebih disiplin. Setiap pagi ia berangkat bersama rombongan guru dan siswa lewat bus jemputan yang sudah disediakan.

"Jadi guru butuh kesabaran dan kerja keras," katanya.

Tapi lelah itu lunas saat melihat senyum anak-anak di kelas. Setiap pagi dimulai dengan nyanyian bersama. Di depan papan tulis, ia bukan hanya guru, tapi juga wali kelas yang mendampingi anak dengan kecepatan belajar berbeda.

"Saya bahagia bisa bersama keluarga besar di Kawasi. Orang-orangnya ramah. Bagi saya, mengajar adalah panggilan jiwa. Ada tanggung jawab di pundak saya untuk mencerdaskan anak bangsa," tegasnya.

Bel sekolah usai, langkah Ibu Imer belum berhenti. Ia melanjutkan ke "Taman Ceria", ruang belajar kreatif untuk anak-anak di luar jam sekolah.

baca juga

Berbeda dari kelas formal, di sini belajar terasa bebas dan menyenangkan. Anak-anak dibimbing membaca, menulis, berhitung, sampai menggambar dengan santai tapi serius.

"Di Taman Ceria semua dirangkul," kata Ibu Imer. "Bagi yang belum lancar baca-tulis-hitung kami dampingi, yang punya potensi khusus juga kami kembangkan."

Bagi Ibu Imer, mengajar bukan hanya pekerjaan. Di tengah hiruk tambang, ia melihat anak-anak Kawasi sebagai masa depan daerah ini.

"Menjadi guru adalah panggilan jiwa. Ada tanggung jawab untuk mencerdaskan anak bangsa. Kalau bukan saya, siapa lagi?" tegasnya.

Komitmen guru seperti Ibu Imer inilah yang jadi pondasi, agar anak-anak Kawasi tak hanya jadi penonton di tanahnya sendiri.

Fenomena boomtown dan wajah baru Kawasi

Langkah riang anak-anak yang berlarian keluar kelas terjadi di tengah sebuah perubahan besar: hilirisasi nikel. Fenomena ini telah mengubah wajah Pulau Obi.

Pertumbuhan Pulau Obi beberapa tahun terakhir menarik perhatian akademisi. Agung Satriyo Nugroho dari Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta menyebut Kawasi tengah mengalami boomtown.

Boomtown adalah ledakan pertumbuhan ekonomi, permukiman, dan jumlah penduduk yang terjadi sangat cepat karena hadirnya industri besar.

"Dari kajian kami, luas kawasan terbangun dan permukiman di Kawasi naik lebih dari dua kali lipat antara 2016 sampai 2024," jelas doktor geografi lulusan UGM ini.

Aktivitas tambang dan smelter yang masif juga memicu migrasi pekerja, mengubah struktur sosial, dan menaikkan kebutuhan infrastruktur.

Perubahan itu dirasakan langsung Eymal Bahsar Demmallino, guru besar dari Universitas Hasanuddin di Makassar, Sulawesi Selatan. Dia terkejut saat kembali ke Kawasi, pada 2024 – setelah 17 tahun berlalu.

"Saya kira salah tempat. Kawasi seperti disulap," kenangnya.

Kini Kawasi Baru lebih tertata. Ada jalan memadai, rumah ibadah, gedung serbaguna, air bersih, dan pasokan listrik gratis untuk warga.

Prof. Eymal menekankan pentingnya penghijauan di tengah pesatnya pembangunan. Soal debu, ia menyebut penanganan lewat penyiraman rutin sudah dilakukan dan sesuai aturan lingkungan.

Di sisi kesehatan, kemajuan paling terasa. Kehadiran Pustu dan layanan medis lengkap, termasuk USG untuk ibu hamil dan dokter, menekan angka kesakitan warga.

"Transformasi kesehatan di Kawasi luar biasa. Kualitas hidup masyarakat benar-benar berubah," kata Eymal.

Pembangunan boleh mengubah wajah desa, tapi yang utama adalah anak-anaknya.

Sore menjelang, bus sekolah melintas mengantar mereka pulang. Di antara jalan yang bersih dan aktivitas industri, keceriaan anak-anak dengan buku di tangan jadi pemandangan paling indah.

"Menggali Mahitala" mengajarkan kita: kekayaan di perut bumi ada habisnya. Tapi ilmu tidak. Di tangan guru seperti Ibu Imer, anak-anak Pulau Obi disiapkan tumbuh kuat, mandiri, dan membanggakan kampung halamannya.

Berbagai kegiatan bagi masyarakat, silakan cek di sini. ***

Oleh Gamal Ferdhi, Kawasi, Maluku Utara

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minim Akses dan Kesempatan Jadi Hambatan Anak Muda Berkarya di Desa

Minim Akses dan Kesempatan Jadi Hambatan Anak Muda Berkarya di Desa

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:57 WIB

Guru Honorer Bukan Cuma di Indonesia: Ironi dalam Dua Belas Pasang Mata

Guru Honorer Bukan Cuma di Indonesia: Ironi dalam Dua Belas Pasang Mata

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Ulasan Guru Aini: Ketika Ketekunan Menaklukkan Ketakutan pada Matematika

Ulasan Guru Aini: Ketika Ketekunan Menaklukkan Ketakutan pada Matematika

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Kisah Laboratorium Sedusun: Saat Anak Muda Pilih Pulang dan Bangun Desa

Kisah Laboratorium Sedusun: Saat Anak Muda Pilih Pulang dan Bangun Desa

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 11:50 WIB

Ketika Guru Hadirkan Cara Baru Belajar Sains hingga Literasi, dari Bioplastik sampai AI

Ketika Guru Hadirkan Cara Baru Belajar Sains hingga Literasi, dari Bioplastik sampai AI

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:03 WIB

Kabar Baik Guru dan Nakes! APBN 2027 Tanggung Gaji PPPK Daerah Rp23 Triliun

Kabar Baik Guru dan Nakes! APBN 2027 Tanggung Gaji PPPK Daerah Rp23 Triliun

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 16:16 WIB

Terkini

DPR Siapkan Aturan Pencegahan Kekerasan di Sekolah hingga Kampus lewat Revisi UU Sisdiknas

DPR Siapkan Aturan Pencegahan Kekerasan di Sekolah hingga Kampus lewat Revisi UU Sisdiknas

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 16:17 WIB

Kevin Diks Alami Nasib Apes di Bundesliga, Pelatih Gladbach Telan Pil Pahit

Kevin Diks Alami Nasib Apes di Bundesliga, Pelatih Gladbach Telan Pil Pahit

Bola | Senin, 12 Oktober 2026 | 16:17 WIB

KPK Panggil Mantan Direktur Keuangan Bank BJB Terkait Kasus Iklan Rp223,6 Miliar

KPK Panggil Mantan Direktur Keuangan Bank BJB Terkait Kasus Iklan Rp223,6 Miliar

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 16:17 WIB

Scrolling saat Istirahat, Bisakah Menjadi Bentuk Jeda yang Kita Butuhkan?

Scrolling saat Istirahat, Bisakah Menjadi Bentuk Jeda yang Kita Butuhkan?

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 16:15 WIB

5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang

5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 16:15 WIB

Menggali Mahitala: Guru, Anak, dan Masa Depan Kawasi

Menggali Mahitala: Guru, Anak, dan Masa Depan Kawasi

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 16:15 WIB

Misteri Kematian Pemuda di Kos Kebon Jeruk: Terbujur Kaku dalam Sleeping Bag, Ada Temuan Kloroform

Misteri Kematian Pemuda di Kos Kebon Jeruk: Terbujur Kaku dalam Sleeping Bag, Ada Temuan Kloroform

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 16:14 WIB

Pekerja Proyek yang Keroyok Satpol PP di Bulungan Diburu Polisi!

Pekerja Proyek yang Keroyok Satpol PP di Bulungan Diburu Polisi!

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 16:13 WIB

Wamensos Agus Jabo Dorong Poltekesos Jadi Soko Guru Program Sekolah Rakyat

Wamensos Agus Jabo Dorong Poltekesos Jadi Soko Guru Program Sekolah Rakyat

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 16:12 WIB

Pelaku Penyerangan Bus Persib U-18 Diciduk Polisi

Pelaku Penyerangan Bus Persib U-18 Diciduk Polisi

Bekaci | Senin, 12 Oktober 2026 | 16:11 WIB

×